Revitalisation and Innovation

 

Objek wisata terkemuka Jakarta, Taman Impian Jaya Ancol, yang juga dikenal dengan nama Ancol Taman Impian, sudah berumur lebih dari setengah abad. Eksistensinya telah melintasi perubahan zaman. “Rekreasi dan edukasi” adalah misi utamanya yang tak lekang usia.

Interview by Nurlaila

Di tengah maraknya tempat wisata baru, Ancol masih menjadi kawasan wisata favorit segala usia. Daya tariknya seolah tak tertandingi. Mengusung moto ”Inovasi Tiada Henti”, Ancol melakukan beragam inovasi, menghadirkan wahana dan fasilitas baru hingga sajian atraktif bertaraf internasional tanpa mengabaikan aspek edukasi yang menjadi misi utamanya.

Inovasi dan revitalisasi menjadi program prioritas jajaran direksi PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. yang dipimpin oleh Teuku Sahir Syahali. Pria berusia 50 tahun tersebut bukan orang baru di perusahaan ini, sebelumnya ia menjabat beragam posisi, termasuk Wakil Direktur Utama (Mei 2018-Juni 2019); Direktur Rekreasi & Resor (2014-2018); Direktur Keuangan (2012-2014); dan Wakil Direktur Pengembangan Bisnis (2010-2012).

Salah satu terobosan yang dilakukan berupa penambahan kawasan baru seluas 3 hektare dengan wahana baru dan revitalisasi fasilitas pendukung, demi mempertahankan dan membangun reputasi sebagai kawasan rekreasi dan wisata yang menarik dan populer, dengan total pengunjung 2018 sebesar 18,56 juta dan terus ditingkatkan di 2019.

“Ancol tak pernah berhenti berinovasi, demikian semangat yang kami tanamkan. Setiap harinya selalu menyuguhkan wahana yang menghibur dan mendidik,” ujar Teuku Sahir.

Kawasan Ancol dibangun pada 1966, Ancol dikenal sebagai tujuan wisata di Jakarta. Berawal dari penggantian fungsi dari rawa-rawa, Ancol kemudian digagas oleh Presiden Soekarno sebagai tempat rekreasi dengan melimpahkan tugas pembangunan pada Badan Pelaksana Pembangunan Proyek Ancol (BP3) yang diketuai oleh Soemarno Sostroatmojo. Dengan luas kawasan 552 Ha, terdapat kawasan industri dan properti sebagai penunjang kawasanmrekreasi. Kawasan Ancol terus berkembang hingga BP3 Ancol berubah statusnya menjadi PT Pembangunan Jaya Ancol pada 1992 dan go public pada 2004, menjadi PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. dengan komposisi kepemilikan saham 72% Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, 18% PT Pembangunan Jaya Ancol dan 10% publik.

Kini, Ancol tidak hanya menjadi destinasi wisata untuk rekreasi tetapi juga dipadukan dengan unsur edukasi yang dilengkapi dengan wahana yang dapat dinikmati oleh seluruh keluarga. Unit bisnisnya kini melingkupi rekreasi, resor, kuliner, merchandise hingga MICE (Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions). Kawasan properti juga terus dikembangkan sehingga menjadikan Ancol semakin lengkap.

Pengembangan dan inovasi di sektor penginapan juga terus dipacu. Putri Duyung Resort di dalam kawasan Ancol dan juga Bidadari Resort di kawasan gugusan Kepulauan Seribu semakin melengkapi kawasan objek wisata di sini. Saat ini Putri Duyung Resort tengah melakukan renovasi secara bertahap, mulai dari cottage dan fasilitas pendukungnya. Sementara Bidadari Resort telah menghadirkan konsep penginapan dengan gaya Batavia, yang direpresentasikan dengan bentuk penginapan bergaya Betawi, Pecinan dan kolonial, ditambah dengan keunikan lain pulau ini yaitu keberadaan situs bersejarah Benteng Martello. Mengusung tema “Gateway to Batavia”, Bidadari Resort juga menampilkan logo baru yang lebih menarik dan dinamis.

Kawasan wisata Ancol tidak hanya didedikasikan sebagai destinasi wisata yang menghibur, tetapi dilengkapi dengan konten edukasi yang dapat dinikmati hampir di seluruh unit rekreasi Ancol. Sea World Ancol dan Ocean Dream Samudra Ancol merupakan unit rekreasi yang mengedepankan nilai edukasi, bahkan menjadi laboratorium biologi terbesar di Indonesia. Di sana wisatawan akan mengenal banyak jenis biota laut dan mengenalnya lebih dekat, lengkap dengan pendampingan tim edukasi yang memberi penjelasan kepada pengunjung.

Pada 2019 terdapat inovasi yang menghadirkan wahana baru, antara lain 9 wahana baru di Dunia Fantasi, 8 seluncur dalam satu area di Atlantis Water Adventures, hadirnya Penguin Humboldt di Ocean Dream Samudra dan Akuarium Piranha di Sea World Ancol. Tentunya akan menambah pengalaman baru bagi wisatawan yang berkunjung.

Selain itu revitalisasi area pantai telah dilakukan pada 2015 dengan hamparan pasir putih yang terbentang luas dan sepanjang 6,5 kilometer. Fasilitas lain yang dapat dinikmati adalah hadirnya hiburan musik di kawasan pantai. Berbagai pertunjukan musik seperti pop, reggae, hip hop, rock dan dangdut, akan tampil di panggung terapung di Pantai Lagoon dan panggung utama di kawasan Pantai Carnaval.

Untuk faktor keamanan pun menjadi keutamaan, seluruh kawasan rekreasi dan properti Ancol dilengkapi dengan CCTV dan lampu yang menerangi semua sudut kawasan pada malam hari, serta petugas keamanan dan penjaga pantai yang bersiaga 24 jam.