A FAMILY HOLIDAY IN ASIA

Sejumlah objek wisata terbaik dunia dapat ditemukan di Asia. Kami melakukan perjalanan ramah anak ke Singapura, Malaysia, Hongkong dan Bali, empat destinasi wisata yang tentunya akan memberikan pengalaman tidak terlupakan bagi keluarga Anda.

Words by Angela Richardson


Bila menyangkut liburan keluarga, mungkin tidak banyak yang mengetahui bila Asia adalah jagonya. Dari kenangan masa kecil saya, tampaknya belum ada yang mampu mengalahkan banyaknya objek wisata menyenangkan di Singapura. Berawal dari situlah saya akan memulai petualangan bersama keluarga.

Teringat saat berumur delapan tahun, dengan perasaan takut sekaligus kagum, saya memegang erat baju ibu saya dan menunjuk ke arah ikan pari manta raksasa yang berenang dengan anggunnya di atas kami yang berdiri di S.E.A Aquarium. Akuarium raksasa dengan lebih dari 100.000 hewan laut. Saya juga berteriak dari atas trem, “Lihat, Ayah!” ketika melihat seekor kucing bakau langka dalam Night Safari, kebun binatang malam pertama di dunia yang hingga kini masih menjadi salah satu objek wisata paling terkenal di Singapura.

Keluarga yang menghabiskan liburan di Negeri Singa saat ini bahkan lebih dimanjakan dengan banyaknya pilihan objek wisata. Tidak ingin melewatkan kenangan indah masa kecil, saya pun memutuskan singgah di Sentosa Island, “The State of Fun” untuk melepaskan jiwa kanak-kanak dalam diri.

Sentosa Island memang dapat dicapai dengan taksi, tetapi cara terbaik adalah dengan menumpang kereta gantung. Pada hari kerja, dengan mentari bersinar cerah, saya pun menginjakkan kaki di titik tertinggi di Singapura, Mount Faber (105 m) untuk menikmati perjalanan santai di udara selama 20 menit, di mana saya dapat puas memandangi keindahan cakrawala Singapura.

Turun di Sentosa Station, saya langsung merasakan suasana liburan. Sekelompok wisatawan bercelana pendek, bertopi dan berkacamata tabir surya berjalan-jalan, tersenyum sambil berfoto-foto. Sementara sepasang penduduk lokal dengan dua anak mereka dengan bersemangat melihat lihat peta Sentosa Island guna memutuskan atraksi mana yang akan mereka singgahi pertama.

“Mau saya fotokan dekat patung-patung harimau?” tanya seorang wanita pada saya, yang langsung meminta maaf begitu menyadari bahwa saya bukan orang yang dia maksud. Kami pun sama-sama tertawa dan memulai obrolan. Suaminya kemudian ikut bergabung dan dari situ saya mengetahui bahwa mereka datang dari New Zealand untuk menikmati Universal Studios di Sentosa Island.

Resmi dibuka pada 2011 dan termasuk bagian Resorts World Sentosa, Universal Studios Singapore berdiri di atas lahan seluas 20 hektare yang terbagi menjadi beberapa kawasan: Far Far Away, Hollywood, The Lost World, Madagascar, New York, Ancient Egypt dan Sci-Fi City. Semuanya berada tidak jauh dari danau buatan sehingga Anda pun dapat mudah mengakses aneka wahana dalam tiap kawasan dengan berjalan kaki, mulai dari kawasan Hollywood.

Pengunjung tidak hanya harus mengantre untuk mencoba setiap permainan, mereka juga harus mengantre untuk dapat berfoto dengan sejumlah tokoh favorit dalam film Hollywood, mulai dari Minions hingga Elmo. Jika Anda tidak terlalu antusias dengan wahana permainan, tersedia pula ragam atraksi keliling yang bisa dinikmati, mulai dari satu grup penari yang unjuk kebolehan dari atas Rhythm Truck (truk musik panggung) hingga…saya pun menginjakkan kaki di titik tertinggi di Singapura, Mount Faber (105 m) untuk menikmati perjalanan santai di udara selama 20 menit…berkencan dengan Marilyn Monroe dengan gaun putihnya yang ikonis.

Setelah mengunjungi jalan-jalan di kawasan New York lama, saya pun memasuki kawasan Sci-Fi City, dan tampak perubahan suasana. Teriakanteriakan yang berasal dari wahana kereta luncur (rollercoasters) terdengar kuat, dan saat saya menengadahkan kepala, tampak kaki-kaki penumpang wahana yang menggantung dari dua kereta luncur tertinggi di dunia, Battlestar Galactica: Human versus Cyclon. Wahana kereta luncur ini memang menegangkan dengan ketinggian tanjakan mencapai 42,5 m. Wahana setinggi itu hampir-hampir membuat saya lemas, tapi begitu permainan berakhir, saya merasa kembali seperti remaja lagi.

Namun tidak seluruh wahana permainan terasa menegangkan. Di jalanan fantasi kawasan Madagascar, saya melihat anak-anak kecil menikmati komidi putar King Julien’s Beach Party-Go- Round, dengan orang tua mereka yang tersenyum bahagia seraya mengabadikan momen tersebut dalam setiap kesempatan.

Di tengah terik matahari siang, pengunjung pun mulai meneduh dari panas dengan memasuki sejumlah pertunjukan yang diadakan dalam ruangan, seperti “Oscar’s Grouchmas” atau masuk ke kafe dan kantin yang banyak tersebar di sana. Ketika meninggalkan Universal Studios, saya berharap satu saat kelak, ketika balita saya yang berumur satu tahun ini sudah agak besar, kami dapat kembali ke tempat ini dan merasakan taman permainan ini lewat sudut pandangnya.

Kembali ke daratan utama, ada beragam taman untuk pencinta binatang, antara lain Singapore Zoo dan Night Safari. Tidak seperti kebun binatang lainnya yang membalikkan jam biologis hewan nokturnal, Night Safari di sini menggunakan penerangan yang temaram mirip cahaya rembulan. Hewan-hewan tersebut dipisahkan dengan pembatas alami dalam hutan tropis tanpa atap, yang khusus buka pada malam hari.

Terletak tidak jauh dari perbatasan Singapura, sekitar satu jam berkendara dari pusat Kota Singapura atau Bandara Changi, bisa ditemukan taman bertema pertama berstandar internasional, LEGOLAND MALAYSIA.

Mulai dari Miniland, yang menampilkan miniatur seukuran aslinya untuk ikon-ikon kota di Asia, seperti Angkor Wat di Kamboja dan Pura Tanah Lot di Bali, hingga negeri fiksi Ninjago, yang dibangun dari jutaan bata LEGO, seluruhnya mampu membuat mereka yang bahkan tidak terlalu antusias dengan LEGO menemukan kesenangan di sini. Ada lebih dari 70 wahana permainan, seluncur, pertunjukan dan juga atraksi, yang dibagi menjadi sejumlah kawasan bertema, yaitu LEGO Kingdoms, Imagination Land of Adventure, LEGO City dan LEGO Technic. Ada pula taman permainan air bertema LEGO dan bahkan hotel dengan desain interior bertema LEGO.

Dari Malaysia, cukup empat jam penerbangan menuju Hong Kong, tempat di mana Hong Kong Disneyland berada. Salah satu wahana permainan ikonis di Disneyland bagi saya adalah “It’s a Small World”, dengan menumpang perahu, Anda diajak berkeliling melihat beragam boneka anak-anak dalam pakaian kebangsaan negara mereka, dengan diiringi lagu-lagu. Anak yang sudah agak besar dapat

menuju ke kawasan Tomorrowland, lalu masuk ke tengah perang Star Wars, menghindar dari tembakan beruntun dalam perang antara pasukan Rebel X-wing melawan pasukan Imperial TIE. Ada pula atraksi populer lain, seperti Jungle River Cruise, Fairy Tale Forest dan Big Grizzly Mountain Runaway Mine Cars. Jangan lupa untuk berfoto bersama tokoh Disney favorit Anda!

Singgah kemudian ke tempat yang sudah tidak asing bagi saya, Pulau Bali menawarkan banyak pilihan untuk keluarga. Dimulai dari Ubud, kami menghabiskan dua jam di Bali Bird Park, yang telah ada sejak saya kecil. Masih baik terjaga, taman ini memuat hingga 250 spesies burung dari berbagai belahan dunia yang tampak terpelihara dengan baik. Selama kami di sana, ada sejumlah aviari yang sedang diremajakan, itu artinya di masa mendatang, pengalaman yang didapat akan menjadi lebih menyenangkan. Aviari yang ada sangat besar dan burung-burung, rusa kecil dan bahkan kelelawar tinggal bersama di dalamnya dengan bahagia. Ada pula sejumlah wisata edukasi penangkaran burung, dengan anak-anak burung yang dapat dilihat.

Pada siang harinya, kami menuju salah satu taman permainan air terbaik di dunia, Waterbom Park, yang pada tahun lalu mendapatkan penghargaan “Waterpark No.1 di Asia” untuk kategori Pilihan Wisatawan versi TripAdvisor. Tua dan muda dari berbagai negara datang ke tempat ini untuk merasakan ragam permainan air yang menyenangkan. Taman permainan air bertaraf internasional ini berdiri di tengah rimbunnya tanaman tropis, dan dengan staf yang tanggap dan ramah, Bali selalu menyenangkan. Kami pun menghabiskan waktu bersama balita hingga seharian di sini, menyewa gazebo untuk beristirahat kapan pun kami ingin berteduh dari hangat mentari. Saat orang dewasa dan anak-anak yang agak besar menikmati The Climax, seluncuran air setinggi bangunan 16 lantai, saya sudah cukup bahagia bermain air di Funtastic Water Playground, membiarkan putri kecil kami memanjat, mengeksplorasi dan berbasah-basah dengan wajahnya yang dihiasi senyuman lebar dan banyak tawa. Kala si kecil terbungkus handuk di sore hari, Anda bisa melihat betapa dia begitu menikmati liburannya. Ketika Anda memiliki anak, liburan pun tidak lagi sama. Dahulu saya dapat bersantai di tepian kolam sambil membaca buku, namun kini hal semacam itu sulit dilakukan. Namun saya bisa menarik napas lega, mengingat nanti malam kami semua akan tertidur lelap tanpa gangguan dan angan pun mulai merencanakan liburan keluarga berikutnya.

icon_taste

5 Senses – Taste
Breakfast with the wildlife

Di teras Ah Meng Restaurant, Singapore Zoo, keluarga Anda dapat menikmati sarapan sambil dipandangi oleh keluarga orang utan yang ingin tahu dan bergerak bebas ke sana kemari. Menu prasmanan meliputi hidangan Eropa dan Asia dengan buah segar dan kopi tubruk kental.
www.wrs.com.sg