Istanbul

Selat Bosporus, yang memisahkan Eropa dan Asia, selalu dipadati kapal-kapal sejak lebih dari 4.000 tahun lalu. Di saat kota-kota besar di Eropa masih berupa dusun, Bizantium (nama asli kota Istanbul) sudah menjadi pusat berkembangnya seni, ilmu pengetahuan dan perdagangan.

Words Furkan Demir and Bodie Douglas

Perahu-perahu nelayan Anatolia dan Trojan tertua melintasi kawasan ini, begitu juga kapal-kapal pengangkut budak dari Bizantium, kapal perang Romawi dan para pedagang dari Venesia dan Utsmaniyah. Memandang ke arah Bosphorus langsung terbayangkan betapa 4.000 tahun ke depan sebuah moda baru transportasi masa depan akan tetap membawa para komuter untuk pulang-pergi antarbenua, di pusat perdagangan era ultra-space yang berada di antara pantai Eropa dan Asia. Ke mana pun Anda memandang, Anda akan dimanjakan dengan banyak pilihan. Hotel-hotel yang tersedia melalui internet siap menyambut Anda dengan keramahan khas Turki, kuliner internasional dan pemandangan bintang lima seperti Ritz-Carlton di kawasan elite Dolmabahce, di mana Anda dimanjakan keindahan panorama dan hangat mentari di spa terbuka. Ataupun Swissotel, Besiktas, yang hanya beberapa menit jauhnya, tempat Anda bangun pagi dan menyaksikan banyak menara masjid, Golden Horn serta lereng bukit Asia di seberang. Sedikit ke bawah terdapat The Grand Tarabya dekat Teluk Tarabya Bay dan marina yang berada di tepian tanjung Eropa, tidak jauh dari Jardin De France bergaya Paris, tempat pesta pernikahan terbaik bernuansa negeri dongeng di Istanbul. Kamar-kamar di The Grand Tarabya dilengkapi dinding kaca setinggi langit-langit dengan pemandangan ke laut Black Sea, sementara area Tarabya–Sultan Salim II memberi nama tempat ini Tarabiye yang berarti kesenangan terkenal dengan sejumlah restoran boga bahari, bistro dan kehidupan malam yang semarak.

Bagi Anda yang ingin menikmati keindahan panorama Turki, Anda bisa menuju Pierre Loti Hill. Untuk ke sana Anda bisa menaiki kereta gantung Eyüp Gondola sepanjang 384 m dari pesisir Golden Horn. Di Pierre Loti Hill, Anda bisa menemukan Pierre Loti Café, kafe favorit yang selalu ramai. Nama kafe ini diambil dari nama samaran Perwira Angkatan Laut Perancis Julien Viaud. Ketika mengarang novel, nama samaran yang digunakannya adalah Pierre Loti. Di kafe ini, segelas teh khas Turki atau secangkir kopi manis yang pekat, dengan camilan manis bernama baklava, cukup ideal untuk membangkitkan mood.

Namun demikian, bersantap ditemani panorama Bosphorus waib dilakukan, dan Istanbul memiliki segudang kuliner serta panorama andalan. Istana Çırağan Palace Kempinski adalah salah satu contohnya. Dibangun oleh Sultan Abdülâziz antara tahun 1863 hingga 1867, istana bekas penguasa Ottoman ini direnovasi pada 2007 dan menjadi satu-satunya hotel di Istanbul yang dapat diakses oleh mobil, kapal pesiar dan helikopter. Kemewahan tidak berhenti di situ, Istana Çırağan Palace memiliki sejumlah suite yang terbesar dan termahal di dunia. Suite Sultan bertarif sekitar 35.000 USD untuk semalam. Untuk merasakan gaya hidup ala Sultan, Bosphorous Grill menyajikan menu,prasmanan mewah mulai pukul 7 malam hingga 11 malam setiap harinya, sementara ketika musim dingin, menu Winter Brunch yang mereka sediakan setiap hari Minggu adalah menu lezat yang wajib dicoba. Kebanyakan kota-kota besar di dunia terasa kuat mendominasi karena faktor keluasan dan lalu lintasnya yang padat. Namun tidak demikian dengan Istanbul yang sibuk. Entah mengapa kekhasan kota megatropolis yang hiruk-pikuk tidak terasa di sini, mungkin karena adanya jalur-jalur air yang menjadikan letak perumahan terpisah-pisah dan lebih mudah ditata.

Kediaman antik Sultanahmed, misalnya, adalah salah satu rumah paling bernilai historis di dunia. Istanbul disebut sebagai kota kelima dunia yang paling sering dikunjungi dan diperkirakan 12 juta turis datang ke Sultanahmed untuk melihat keindahan arsitektur dari Masjid Hagia Sophia Mosque, Blue Mosque, Topkapı Palace dan the Grand Bazaar. Namun demikian, Sultanahmet masih memberi nuansa santai desa di pinggir kota yang relatif sepi dibandingkan dengan gaya hidup yang sangat dinamis di kota modern yang berada di seberang Golden Horn.

Selama musim panas, Istanbul menikmati cahaya mentari hingga jam sembilan malam dan populasi penduduk yang besar menjadikan bermunculannya jajanan kakilima yang terjangkau. Itu artinya, selain kacang kastanye panggang, turis juga dapat menikmati makanan khas Turki lainnya tanpa harus meninggalkan kota. Salah satunya yang wajib dicoba dan mudah ditemukan adalah simit, donat yang dibenamkan ke dalam molase serta ditaburi wijen hitam. Simit paling enak dinikmati begitu keluar dari oven berbahan bakar kayu atau dari penjual dekat dermaga feri. Kudapan favorit lainnya adalah balik-ekmek, atau roti ikan, yang bila di kafe Anda akan mendapati kudapan ini disajikan bersama midye dolma (remis bercangkang sebelah yang dicampur nasi pedas dan jeruk lemon). Kudapan ini bisa dinikmati bersama segelas sherbet kuning, resep air infus kuno yang berasal dari campuran dedaunan herbal, buah, bunga, resin dan terkadang madu.

Kudapan hangat lainnya adalah piza khas Turki, lahmacun, adonan panas yang didadar tipis lalu ditaburi daging cincang, irisan bawang bombai, cabai red pepper, sejumput peterseli dan sedikit lemon. Gözleme, dadar kering yang gurih berasal dari Anatolia, sangat enak bila dibuat langsung saat akan dimakan, dengan isian berupa keju putih, kentang, bawang bombai dan daging, lalu dibumbui dengan mentega lokal.

Lalu ada pula dilli kaşarlı tost, kudapan favorit di malam hari berupa roti lapis keju yang dibakar dengan irisan lidah sapi. Ada pula hidangan yang lebih menantang, kokoreç, usus sapi yang dibumbui dan ditusuk besi, disajikan berminyak dan asin dalam sebuah roti. Untuk pilihan rasa yang lebih banyak, Anda dapat mencoba kentang panggang yang disajikan sebagai kumpir, yang sangat populer di area Ortaköy. Namun tidak seperti Inggris, kumpir ini disajikan dengan banyak topping. Bagian dasar diawali dengan mentega dan keju parut, yang dihancurkan dan diratakan lalu dimasukkan ke dalam kentang panggang, kemudian ditambahkan bahan-bahan lain seperti broccolini panggang dengan saus bawang putih-caper, atau ditambahkan Swiss chard dengan mentega shiitake, dan dapat pula hanya ditambahkan jagung manis, kacang ercis, salad Rusia, zaitun hijau, zaitun hitam dan sosis!

Terakhir, mengenal Bosphorus lebih dekat dapat dilakukan dengan menumpang feri, cara paling tepat menjelajahi Istanbul. Beragam kapal menyusuri jalan air dari pelabuhan ke pelabuhan, mengangkut mulai dari komuter serta turis hingga kargo barang pada rute perdagangan kuno yang berusia ratusan tahun.

Bila ingin pesiar dengan kapal, lebih baik ambil yang menuju senja. Anda akan disuguhi sedikit informasi lewat audio mengenai sejarah dan budaya, sehingga para pendengarnya dapat memutuskan tempat-tempat mana yang akan dikunjungi, atau Anda cukup naik dan turun kapal penumpang yang lalu lalang antara Asia dan Eropa sepanjang hari. Kapal penumpang memiliki bodi berwarna putih dengan tiang uap berwarna kuning, menyimbolkan warna dan paruh burung camar. Menurut penduduk lokal, tempat paling romantis di kota ini adalah dek feri, di mana Anda dapat berbagi teh panas dan simit. Di kota yang sibuk ini, hal-hal yang sederhana sering kali malah memberikan pengalaman yang sangat mengesankan.

Jakarta to Istanbul


Frequency 7 flights per week

Codeshare route with Turkish Airlines

Book Now

icon_sight

5 Senses – Sight
BOSPHORUS FERRY

Rasakan cipratan garam di kulit Anda saat melayari Bosporus dari Istanbul ke Laut Hitam. Dengan tarif hanya beberapa dolar untuk pulang-pergi menggunakan feri komuter, perjalanan zig-zag antara pantai Eropa dan Asia ini adalah pelayaran antarbenua terbaik di dunia. Anda bisa naik-turun sesuai keinginan Anda, dan walaupun sering berhenti untuk eksplorasi, perjalanan pulang-pergi ini dapat dilakukan dengan mudah dalam satu hari.