IR. SIDHI WIGUNA TEH, MT

Awalnya skeptis kemudian berubah menjadi percaya, Ir. Sidhi Wiguna Teh, MT mengungkap bahwa ia telah meraih banyak hal luar biasa berkat feng shui.

Membangun karier di dunia feng shui selama sekitar 17 tahun, arsitek berusia 53 tahun ini berada di posisi yang diimpikan oleh banyak ahli feng shui lainnya; diakui dan dihargai sebagai salah satu ahli feng shui terbaik di Indonesia. Sidhi adalah salah satu dosen pelopor di lembaga pendidikan Indonesia yang mengajarkan tentang disiplin ilmu Tiongkok kuno, berfokus pada bagaimana aliran energi (chi) harus dipertimbangkan ketika merancang ruang dan bangunan. Ia juga merupakan dosen mata kuliah Feng Shui & Arsitektur pertama di jurusan Arsitektur, Universitas Tarumanagara (UNTAR) di Jakarta, salah satu universitas swasta tertua di Indonesia. Melalui pengetahuan dan kemampuannya dalam mengajar, ia dapat menunjukkan bahwa feng shui merupakan ilmu dan bukan supernatural.

“Ketika saya mulai mempelajari feng shui, banyak orang menduga bahwa saya berada di jalan yang sesat. Salah satu teman dekat menjauhi saya karena takut. Ia berpikir bahwa saya mempelajari hal gaib,” ingatnya, saat kami mewawancarainya di UNTAR.

Rekan sesama arsitek juga menganggap remeh Sidhi. “Itu merupakan salah satu titik terendah dalam hidup saya. Tapi saya tahu, suatu hari waktu akan menjawab semuanya. Dan ketika teman saya yang merupakan seorang dosen UNTAR menawarkan saya untuk mengajar feng shui, saya langsung setuju karena saya percaya ini merupakan suatu peluang untuk membuktikan bahwa feng shui merupakan sebuah ilmu,” tambahnya.

Tapi untuk diterima sebagai seorang dosen bukanlah pekerjaan mudah. Sidhi harus membuktikan kepada 17 dosen senior bahwa feng shui tidak ada kaitannya dengan hal mistis.

Ketika secara akademis ia bisa membuktikan bahwa feng shui adalah ilmu yang berkaitan dengan tata letak bangunan, akhirnya ia mendapatkan pekerjaan tersebut. “Saya mulai mengajar pada tahun 2004, tiga tahun setelah saya menjadi praktisi,” ucapnya.

Lebih dari sekadar mengajar, kini Sidhi merupakan Ketua Program Studi Sarjana Arsitektur UNTAR. Ia juga ditunjuk sebagai Staf Khusus Gubernur Bidang Pembangunan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia percaya bahwa ia tidak akanberada dalam posisi terhormat tersebut bila bukan karena feng shui. Tapi siapa yang menduga bahwa awalnya ia juga skeptis?

“Saat mengerjakan tugas akhir untuk gelar Sarjana Arsitektur pada tahun 1989 di UNTAR, para penguji mempertanyakan desain saya,” kenangnya. “Salah satu dari mereka berkata desain saya secara feng shui tidak benar. Saat itu saya tidak paham, apa kaitannya feng shui dengan arsitektur?”

Momen tersebut memicunya untuk mencari tahu lebih jauh tentang feng shui. Ia membaca berbagai buku feng shui dan akhirnya memutuskan untuk mempelajari secara serius dari tahun 1999 hingga 2003. Ia belajar di Singapura, Australia, Malaysia, Taiwan dan Tiongkok dengan mengambil kelas-kelas dari almarhum Grand Master Yap Cheng Hai, ahli feng shui yang dulu berdomisili di Malaysia.

“Bukan hanya merupakan ahli feng shui terbaik, ia juga merupakan guru yang luar biasa. Ia mengajari semua ilmunya dan memperlakukan saya layaknya anak sendiri,” cerita Sidhi bersemangat.

Sama seperti sang guru, Sidhi juga memiliki gairah untuk berbagi ilmu kepada orangorang yang tertarik. Di luar pekerjaannya di UNTAR, Sidhi juga membuka kelas-kelas khusus. Sayangnya, karena jadwal yang padat, ia tidak bisa melakukan hal tersebut secara reguler.

Sidhi yang telah menerbitkan buku berjudul Feng Shui & Arsitektur ini menyebutkan bahwa salah satu kebahagiaan yang dia rasakan sebagai ahli feng shui adalah bisa menolong para mahasiswa dan kliennya meraih hidup yang baik dengan mengharmonisasikan diri dengan bangunan-bangunan di sekitar mereka.

Salah satu contohnya adalah ketika salah satu mahasiswa berterima kasih karena telah dibimbing untuk menemukan tempat tinggal yang baik. “Ia berkata, setelah menerapkan feng shui untuk tempat tinggal, nilai IPK-nya melonjak dari 2 menjadi 3,5. Bahkan dia mendapat nilai sempurna, 4 untuk tugas akhirnya. Saya sangat bahagia mendengarnya,” ia tersenyum dengan mata berbinar.

Ayah dari empat orang anak ini percaya bahwa feng shui bisa menolong orang untuk mendapatkan hidup yang lebih baik. Feng shui didasarkan pada teori Cosmic Trinity yang menyebutkan bahwa kehidupan manusia dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu langit, manusia dan bumi.

Faktor langit ini berkaitan dengan takdir manusia dan bisa dioptimalkan dengan bersikap religius. Faktor manusia berkaitan dengan tingkah laku manusia di sepanjang hidupnya dan bisa dimaksimalkan dengan selalu melakukan perbuatan baik. Sedangkan faktor bumi yang berkaitan dengan lingkungan hidup manusia bisa ditingkatkan dengan memiliki feng shui yang baik. Ketika ketiga faktor ini bisa bekerja secara harmonis dan optimal, maka orang tersebut bisa memiliki hidup yang baik.

Lalu bagaimana caranya kita mengukur feng shui yang baik? “Pertama, saya harus tahu tanggal kelahiran orang tersebut,” jelas Sidhi. “Lalu saya bisa mengalkulasikan mana arah yang tepat untuk bangunan, termasuk ruangan dan interior, untuk dirinya. Itu benar-benar berdasarkan matematika dan bisa dipelajari oleh siapa pun,” ungkap Sidhi yang memiliki gelar master Tata Kota UNTAR.

Selain tempat tinggal, feng shui juga bisa diaplikasikan untuk kantor dan tempat-tempat bisnis lainnya, termasuk perusahaan penerbangan. “Saya menyarankan bahwa orang-orang penting di bisnis penerbangan harus memiliki feng shui yang bagus di tempat kerjanya. Itu akan membantu meningkatkan performa perusahaan penerbangan tersebut,” tutur Sidhi yang rutin terbang dengan Garuda Indonesia.