Grand Design Brussels

Step inside fabulous old buildings and look upwards: you might see medieval beams, art nouveau friezes or a madness of baroque plasterwork.

Saat Anda mengunjungi Brussel, mata Anda akan selalu disuguhi keindahan fasad bangunan, ornamen ukir di atas pintu, patung-patung, air mancur dan atap bangunan. Masuklah ke dalam bangunan-bangunan tua yang megah dan lihatlah ke atas, Anda akan melihat balok-balok kayu dari abad pertengahan, dekorasi art nouveau atau plester ukir era baroque yang menakjubkan.

Percampuran gaya ini tidaklah mengherankan, mengingat Brussel adalah kota dengan beragam identitas, yakni bekas pusat perdagangan abad pertengahan, ibu kota dari sebuah negara kecil dan pusat pemerintahan Uni Eropa. Ini tidak hanya mendatangkan uang, tetapi juga gagasan-gagasan internasional dan restoran-restoran terbaik. Selain terkenal dengan hal-hal sederhana seperti pembuatan bir dan renda, kota ini juga memiliki koleksi seni paling mengagumkan di Eropa.

Brussel terkenal dengan desain art nouveau-nya yang khas, yang berasal dari pergantian abad ke-19 dan awal abad ke-20, masa ketika pendekatan terhadap arsitektur mengalami perubahan. Zaman Victoria dipandang kaku dan kuno sehingga muncul gerakan baru dalam gaya yang lebih bergairah dan berani, yang menangkap optimisme dan semangat zaman modern. Art nouveau lebih banyak menampilkan lekukan ketimbang sudut siku-siku, dengan kesederhanaan yang sensual, detail besi dan logam hias lainnya, warna-warna pastel serta motif tumbuhan dan hewan.

brussel-1

Salah satu maestro art nouveau adalah arsitek dan desainer Belgia, Victor Horta, yang karyanya dapat dilihat di seantero Brussel. Empat bangunan rancangannya terdaftar sebagai Warisan Dunia, termasuk Tassel House (dianggap sebagai bangunan art nouveau sejati pertama di dunia) dan Hôtel Solvay, sebuah tempat tinggal pribadi. Selain dua bangunan tersebut, Anda bisa mengunjungi rumah Horta di pinggiran selatan, yang sekarang menjadi museum arsitektur. Museum ini memberikan gambaran besar tentang gerakan art nouveau lewat koleksi perabotan dan karya seni yang berpadu sempurna dengan tangga, kaca patri dan detail logam yang indah.

Di tempat lain, Anda akan menemukan banyak bangunan karya murid Horta, Gustave Strauven, dengan ciri khas bata kuning dan biru. Karena itu, tidak salah jika Brussel diklaim sebagai ibu kota art nouveau dunia. Yang pasti, kota ini punya banyak kejutan menyenangkan untuk para pelancong yang menjelajahinya. Anda hanya perlu melangkahkan kaki untuk menikmati keindahannya.

brussel-2

Dan tempat yang paling menarik untuk dikunjungi adalah Grand Place di pusat kota. Tempat ini adalah salah satu alun-alun berbatu dari abad pertengahan yang paling indah di dunia: dengan rumah-rumah tradisional Gothic yang menampilkan detail rumit dan kayu ukir berumur ratusan tahun. Sayangnya, Balai Kota adalah satu-satunya bangunan asli abad pertengahan yang tersisa di sini, sedangkan yang lainnya telah direkonstruksi secara bertahap pascaperang dengan Prancis tahun 1695. Meski begitu, rekonstruksi di era Renaissance itu justru menambah pesona arsitektur Grand Place. Kawasan wisata yang memesona bak di negeri dongeng ini juga diramaikan oleh deretan kafe, pasar bunga dan konser-konser terbuka.

Pada 25–27 Mei ini, Grand Place akan menjadi salah satu tuan rumah Brussels Jazz Weekend, yang menyuguhkan pertunjukan musik jazz, blues dan world music gratis. Juga pada bulan ini, Grand Place menggelar Kunstenfestivaldesarts (Festival Seni Kunsten, 4–26 Mei) yang menggabungkan teater, tari, sinema dan seni visual Belgia dan internasional.

Saat Anda berkunjung ke Grand Place, masuklah ke gedung Balai Kota untuk melihat pesona arsitektur neo-Gothic atau sekadar mendapatkan informasi berguna dari kantor pariwisata kota. Di dalam bangunan megah ini Anda bisa melihat ukiran batu, patung para santo, biarawan dan patung makhluk gaib, serta sebuah menara yang menjulang tinggi. Di seberangnya terdapat Maison du Roi atau Wisma Raja, bangunan abad pertengahan yang didesain ulang pada abad ke-19. Bangunan ini ditempati Museum Brussels yang menyajikan sejarah perkembangan kota, dengan interior yang dihiasi permadani, guci dan lukisan. Di sekitar alun-alun juga berdiri bangunan-bangunan bekas kediaman para perajin, seperti pembuat roti, pemahat batu dan perajin kulit. Kini sebagian besar sudah menjadi kafe teras, yang cocok untuk bersantai menikmati lalu-lalang dan berjemur di bawah sinar matahari.

brussel-3

Meski Grand Place bisa dibilang paling terkenal di Brussel, kawasan ini tentu bukan satu-satunya yang wajib dikunjungi. Ada Place du Grand Sablon, tempat favorit warga lokal kelas atas dan merupakan pusat pertokoan barang antik mewah dan toko sepatu, serta pasar barang antik pada akhir pekan. Di sini Anda juga akan menemukan gereja dengan kaca-kaca patri indah dari abad ke-15, yang bersinar dengan warna biru dan merah. Tak jauh, ada Place Du Petit Sablon, alun-alun dengan pagar besi tempa yang dihiasi hampir 50 patung.

Bila Anda ingin berbelanja sambil melihat-lihat, datanglah ke pusat perbelanjaan tertua di Kota Brussel, Galeries Royales St-Hubert, yang suasananya mirip pusat perbelanjaan di Milan.

Pertokoan bergaya Italia yang dibangun tahun 1847 ini disinari cahaya dari langit-langit kaca. Selain dihuni butik mode papan atas, di sini Anda akan menemukan beberapa outlet pembuat cokelat kenamaan Belgia. Ada Leonidas, yang menggoda dengan marshmallow berlapis cokelat dan almond karamelnya, atau Godiva, yang membuat cokelat truffle dengan rasa eksotis seperti jambu mete dan madu, serai dan kelapa, atau rum dan jeruk nipis.

Barang-barang yang dijual di Galeries Royales St-Hubert memang cukup mahal, namun lokasinya dekat dengan area perbelanjaan yang lebih terjangkau, Rue Neuve. Sementara, sebagian besar pusat perbelanjaan kelas atas lainnya berada di sekitar Porte de Namur, Boulevard de Waterloo dan Avenue Louise. Jika Anda ingin sesuatu yang sedikit berbeda, susuri Rue Antoine Dansaert untuk melihat butik-butik kecil bergaya edgy.

Bila Anda tertarik dengan sejarah tradisi pembuatan renda di Belgia, luangkan waktu Anda untuk mengunjungi Museum Kostum dan Renda sebelum membeli beberapa produk kerajinan sebagai oleh-oleh. Museum ini juga menampilkan berbagai busana bersejarah, termasuk gaun fripperies dari abad ke-18 dan pakaian tahun 1960-an dalam warna-warna cerah.

Kembali ke peninggalan arsitektur, Place Royale akan mengajak Anda menikmati suasana masa lalu. Alun-alun neoklasik ini dibangun pada abad ke-18 dengan hiasan yang khas pada masa itu, yakni patung penunggang kuda, fasad berpilar ala Yunani dan taman-taman hias berpola. Selain itu, jangan lewatkan Musées Royaux des Beaux-Arts yang menyimpan ribuan karya dari berabad-abad silam, termasuk koleksi Old Masters. Salah satu bagiannya khusus memamerkan karya surealis tersohor Belgia, René Magritte, yang terkenal dengan lukisan benda sehari-hari, seperti topi bulat, apel dan burung camar dalam konteks yang tidak biasa.

Sampai sekarang gairah seni Magritte masih terasa di Brussel, yang baru-baru ini menemukan kembali pesonanya lewat kemunculan ruang-ruang seni baru, instalasi publik yang imajinatif dan kontroversial, beberapa bar baru yang unik, dan juga toko-toko yang menjual gendang Afrika dan lemari-lemari Tiongkok, serta lampu-lampu yang terbuat dari telepon bekas. Brussel boleh saja berusia 1.500 tahun, namun semangat kota ini tak pernah surut.

Book Now

From Colours May 2018

5 Senses – Taste RUE DES BOUCHERS

Petite Rue des Bouchers adalah jalanan dan lorong yang ramai di dekat Grand Place. Dijuluki “perut Brussel”, kawasan ini menawarkan banyak pilihan restoran murah yang sangat populer dan menonjolkan keragaman etnis di kota ini, dari Prancis sampai Spanyol dan Amerika Selatan. Jika Anda ingin makanan khas Belgia, Anda bisa mencoba moules frites (kerang dengan kentang goreng).