Venice

Anda belum benar-benar mengenal Venesia bila belum melihatnya dari air.Jika biasanya turis berdesak-desakan untuk menikmati pemandangan indah di Piazza San Marco, Rialto dan Grand Canal, ada sisi lain di kota air ini yang lebih lengang, unik dan dekat dari alun-alun kota. Sebuah lokasi yang tenang dan cocok untuk pengunjung yang ingin meninggalkan sejenak lorong-lorong yang ramai dan hiruk pikuk wisatawan.

Ada sekitar 50 pulau di Laguna Venesia dan lebih dari separuhnya berada di bagian utara. Tiga di antaranya yang paling populer dan menarik adalah Murano, yang terkenal dengan perapian dan bengkel kaca tiupnya; Burano, sebuah pulau dengan rumah-rumah nelayan warna-warni serta toko-toko yang menjual kerajinan renda buatan tangan; dan Torcello, yang terkenal dengan basilika berumur seribu tahun dan menjadi tempat favorit Ernest Hemingway.

Tentu menyenangkan bisa menjauh sesaat dari keramaian kota untuk menikmati sore  di pulau—dan Murano yang menawan, autentik dan santai adalah tempat yang sempurna untuk memulainya. Anda dapat mencapai Murano dalam 30 menit dengan vaporetto (waterbus) dari Stasiun Santa Lucia, atau 10 menit dari Fondamente Nove,  di sisi utara pusat bersejarah Venesia,  yang menghadap ke laguna. Berhati-hatilah, walaupun Anda hanya berencana menghabiskan waktu satu atau dua jam  saja, Anda bisa jatuh cinta dengan pulau  kaca ini dan betah berlama-lama di sini.

Murano terdiri atas lima pulau utama  yang dipisahkan oleh Canal Grande yang berkelok-kelok, dan dihubungkan oleh sebuah jembatan. Seperti di Venesia, sejarahnya mencuat di antara persimpangan jalan dan sepanjang kanal yang dipadati kapal. Selain deretan pabrik dan gudang kerajinan kaca yang berjejer mengarah  ke laguna, Murano juga memiliki banyak palazzo, yang sudah ada sejak pulau tersebut menjadi resor populer pada abad ke-15. Fasad bangunan ini mencerminkan status sosial dan kekayaan pemiliknya dahulu.

Beberapa aset bersejarah Murano antara  lain Gereja Santa Maria e San Donato, dengan lantai mosaik cantik dari tahun  1141, yang tak kalah dari Basilika San Marco; Gereja San Pietro Martire (St Peter the Martyr) dari awal abad ke-16, yang menyimpan lukisan karya Veronese dan Tintoretto; Gereja Santa Maria degli Angeli, yang pernah digunakan sebagai rumah sakit pada awal abad ke-20; dan Mercusuar Murano, yang terbuat dari marmer Istrian (mercusuar ini tidak dibuka untuk umum tetapi menarik untuk dilihat dari luar).

Namun, kebanyakan orang mengunjungi Murano untuk melihat dan membeli produk kerajinan kaca mewah yang dibuat oleh para perajin ahli di pulau ini sejak lebih dari 700 tahun lalu. Juga untuk menyaksikan para perajin mengubah pasir menjadi mahakarya seni yang berkilauan dalam cahaya dan warna, di lebih  dari 100 tempat perapian, masing-masing dengan suhu mencapai 1.700°C.

Kerajinan kaca Murano adalah seni murni,  sebuah tradisi yang berakar dari tahun 1291, ketika Doge (adipati) Republik Venesia memerintahkan semua perajin kaca pindah  ke Murano guna mengurangi risiko kebakaran  di kota. Banyak dokumen sejarah menunjukkan bahwa kebijakan ini juga bertujuan agar  ilmu pembuatan kerajinan kaca tidak  tersebar ke daerah lain.

Pembangunan pabrik-pabrik kian menumbuhkan industri ini dan Murano  pun menjadi produsen kaca terkemuka  di Eropa. Selama lebih dari 500 tahun,  para perajin mengembangkan beragam  jenis kaca baru, memperkenalkan teknik pembuatan yang rumit, serta menciptakan beraneka produk. Mulai dari cermin pertama  di Benua Eropa hingga lampu gantung  yang belakangan makin diminati.

Kini, jalan-jalan di sepanjang kanal utama Murano dipenuhi ruang pamer para produsen kaca terkenal, seperti Seguso, Venini, Schiavon dan Cenedese, yang menampilkan karya-karya seni berkualitas dan unik. Selain itu, ada banyak toko kecil yang menjual bermacam kerajinan kaca, mulai dari peralatan makan, vas, gelas hingga suvenir permen kaca. Anda juga dapat melihat patung-patung kaca menarik  di seantero pulau ini.

Jangan lupa mengunjungi Museo del Vetro (Museum Kaca). Didirikan tahun 1861, museum ini berada di Palazzo Giustinian, bekas balai kota dan kediaman para uskup Torcello. Di sini Anda dapat membandingkan benda-benda kaca Venesia dari zaman Romawi sampai sekarang, menyaksikan video sejarah kerajinan kaca dan dibuat terpesona oleh karya-karya luar biasa yang dipamerkan. Contohnya, Piala Barovier, salah satu mahakarya paling berharga dari pembuatan kaca era Renaissance. Datanglah saat berlangsungnya live event untuk melihat seniman kaca mendemonstrasikan kaca tiup. (www.museovetro.visitmuve.it)

Anda juga bisa mengunjungi pabrik-pabrik kaca untuk menyaksikan bakat dan kemahiran perajin meniup kaca leleh. Beberapa pabrik menyediakan tur berpemandu, sementara yang lain sebatas membuka pintu mereka sehingga Anda bisa mengintip dari jalan. Biasanya, perajin mengkhususkan pada satu jenis produk, seperti perhiasan, mangkuk, cermin atau lampu gantung. Mereka memadukan teknologi terbaru dengan teknik kuno, seperti yang dilakukan para perajin sebelum mereka secara turun-temurun.

Saat Anda menaiki perahu untuk melintasi laguna dan kembali ke kehidupan dan kesibukan yang berpusar di Venesia, tengoklah ke belakang dan kagumi bagaimana komunitas kecil yang  tenang ini bertahan di roda zaman.  La Serenissima sejati.

5 Senses – Sight HISTORICAL CHURCHES

Antara tahun 1866 dan 1997, hampir semua gereja di Murano digantikan oleh perumahan dan pabrik-pabrik kaca. Hanya empat yang tersisa dan dua terbuka untuk pengunjung. Gereja Santa Maria e San Donato patut Anda kunjungi untuk melihat menara loncengnya yang khas, serta mosaik Byzantium abad ke-12 yang menakjubkan. Konon tempat ini juga menyimpan tulangbelulang seekor naga yang terbunuh. Selain itu, ada Gereja San Pietro Martire dari abad ke-16, yang dihiasi lampu-lampu gantung yang indah serta lukisan karya Veronese dan Tintoretto.