Feeding The Nation

Tropical Fruit Delights

Buah memiliki manfaat baik bagi Anda, namun Anda tidak harus mengonsumsinya langsung seperti itu setiap hari. Menjadikan buah sebagai manisan adalah salah satu cara menyenangkan untuk mendapatkan nutrisi buah.

Words by Vikaria Lestari

Baru-baru ini seorang teman yang baru pulang dari Medan, ibu kota Sumatera Utara, mengoleh-olehi saya jambu Bangkok yang sudah dibuat manisan. Disebut manisan jambu, daging buah jambu yang putih itu dikemas apik bersama sebuah kantong kecil berisi sambal rujak. Sambal yang terbuat dari gula merah, asam jawa dan cabai itu adalah bumbu untuk mencelup agar rasa daging jambu yang renyah dan manis sedang itu menjadi lebih enak saat dinikmati.

Di Medan, manisan jambu ini mudah didapati di pinggiran jalan kota. Dijual utuh dalam bentuk bulat dan dalam kotak besar terbuat dari kaca. Bila Anda ingin menikmati manisan ini langsung di tempatnya, sang penjual akan mengiriskan untuk Anda, menghilangkan biji dan menyajikannya bersama sepiring kecil sambal rujak.

Menikmati manisan jambu adalah cara mudah mengonsumsi vitamin C, zat yang penting untuk kulit dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Satu buah jambu mengandung vitamin C empat kali lebih banyak daripada yang terkandung pada jeruk. Jambu juga kaya akan zat besi, yang membantu tubuh menyerap nutrisi makanan.

Indonesia dikaruniai beragam buah tropis nan eksotis, mulai dari jambu, carica (atau lebih dikenal dengan pepaya gunung) hingga salak, yang oleh bangsa Barat dikenal dengan nama snake fruit karena kulit buahnya yang cokelat bersisik, dan juga buah pala. Tampaknya, jenis buah tertentu di satu daerah yang melimpah mendorong timbulnya kreativitas, untuk menjadikan buah sebagai kudapan yang tahan lama sekaligus enak dinikmati. Buah yang dibuat manisan ini biasanya hadir dalam dua jenis, yaitu basah dan kering.

Selain manisan jambu yang agak basah, ada pula jenis manisan basah lain, yaitu carica, atau manisan carica dari Dataran Tinggi Dieng di Wonosobo, Jawa Tengah. Manisan ini biasanya dikemas bersama air yang manis. Anda hanya cukup menambahkan es ke dalam manisan basah ini, dan jadilah minuman menyegarkan di siang hari. Di Wonosobo sendiri, sekitar 25 km dari Dieng, banyak terdapat industri rumahan yang memproduksi carica dengan beragam merek kemasan. Sejumlah industri rumahan malah sudah memiliki laman daring sendiri untuk melayani mereka yang tinggal jauh dari daerah ini.

Carica berasal dari pegunungan Andes, yang tumbuh subur di ketinggian 1.500-3.000 m, sehingga tidak heran bila carica ini mampu berproduksi dengan baik di Dataran Tinggi Dieng. Bila dimakan langsung, daging carica yang hampir matang terasa agak asam, namun sarcotesta atau biji berselaputnya wangi dan manis. Biji carica merupakan bahan dasar untuk air manisan, caranya adalah dengan menuangkan air panas ke biji carica lalu disaring untuk mendapatkan sarinya. Daging carica, setelah dikupas dan diiris-iris, direbus bersama dengan air manisan, gula dan garam sehingga menghasilkan manisan buah yang sedap.

Selain mampu menyegarkan tenggorokan, manisan carica juga bermanfaat untuk kesehatan mata karena kaya akan kandungan vitamin A. Carica mengandung zat-zat yang bermanfaat bagi mereka yang memiliki masalah dalam sistem pencernaan, diare dan tekanan darah tinggi. Pepaya gunung ini juga mengandung arginine, yang mampu membantu sirkulasi darah lebih lancar dan tubuh terasa lebih santai.

Salak juga termasuk ke dalam buah yang dapat diproses menjadi manisan basah. Kabupaten Sleman, di sebelah utara Yogyakarta, Jawa Tengah, dengan kebun salaknya yang banyak, terkenal sebagai sentra manisan salak. Kudapan berupa manisan ini bisa dijumpai di toko-toko yang menjual makanan camilan dan sudah dalam kemasan rapi agar mudah dibawa.

Berbicara tentang salak, banyak manfaat menyehatkan yang diberikan buah ini. Sejumlah zat yang menguntungkan antara lain, potassium dan pectin yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas memori, zat tannin untuk mengobati diare serta kalsium untuk tulang yang kuat. Salak juga membantu mengurangi asam lambung, serta kandungan phytonutrients yang bagus untuk meningkatkan vitalitas. Cara membuat manisan salak termasuk mudah. Setelah dikupas, daging buah salak dibelah dua lalu direbus bersama gula pasir. Begitu proses fermentasi yang memakan waktu beberapa hari selesai, daging buah salak, dengan air manisannya, dapat dinikmati dalam keadaan dingin. Sungguh menyegarkan.

Namun, jika Anda lebih menyukai manisan kering untuk dikudap daripada yang berbentuk minuman, maka Anda dapat mencicipi manisan buah pala dari Manado, Sulawesi Utara. Untuk membuat manisan buah pala ini, daging buah direndam dan ditiriskan beberapa kali dengan berbagai macam larutan sehingga manisnya gula dapat terserap oleh buah. Lalu buah pala dijemur selama beberapa hari dan ditaburi gula pasir. Hasilnya, kudapan buah pala yang manis dengan rasa minty.

Bagi Anda yang menderita insomnia, buah pala mampu membantu membuat Anda mengantuk karena kandungan magnesium yang ada di dalamnya mendorong produksi neurotransmitter serotonin, yakni zat yang bertanggung jawab akan rasa senang. Yang pada akhirnya, menjadikan tubuh rileks dan memengaruhi tubuh hingga terlelap dengan nyenyak.

Manfaat menyehatkan dari buah tropis tersebut cukup banyak dan beragam. Walau manisan lebih merupakan kudapan daripada sekadar pengganti buah segar bagi mereka yang sedang menjalani diet, tetap tidak lengkap rasanya bila tidak mencicipi kudapan buah tropis yang, enak ini saat berkunjung ke Indonesia.

Vikaria Lestari

Penulis dan penerjemah berdarah Jawa, Vikaria Lestari memiliki minat khusus dalam bidang pelesiran, kuliner dan membaca. Salah satu hobinya adalah mengamati keunikan kuliner serta destinasi wisata, yang dirasa cukup menarik untuk dibagikan lewat tulisan. Karya yang telah dipublikasikan antara lain, sejumlah novel terjemahan dari penulis laris Amerika serta beragam artikel mengenai pelesir dan gaya hidup.