dance_main

The Dances of Indonesia

Setiap kebudayaan memiliki tariannya sendiri, dan setiap tarian memiliki sebuah cerita. Apakah kamu tahu bahwa Indonesia memiliki ratusan tarian tradisional? Pada edisi kali ini kita menjelajahi beberapa tarian tradisional yang populer di negara ini dan asal-usulnya.

Saman

dance_01

Sebuah tarian suku Gayo dari Provinsi Aceh, Tari Saman dibawakan oleh sekitar 10 orang yang duduk membentuk satu baris di lantai. Tarian yang merupakan Warisan Budaya Takbenda versi UNESCO ini, mewakili pendidikan, agama, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan, dan kebersamaan.

Piring

Piring adalah kata dalam bahasa Indonesia untuk ‘plate’, dan piring merupakan alat utama dalam tarian ini. Berasal dari suku Minangkabau di Sumatera Barat, Tari Piring biasanya ditampilkan sebagai bagian dari ritual syukur setelah panen yang berhasil.

Ramayana

Sebagai salah satu atraksi wajib di Yogyakarta dan Jawa Tengah, tempat asal Sendratari Ramayana yang dipengaruhi Hindu di Jawa ini belum diketahui. Tarian ini terinspirasi epos Hindu eponim tentang perjuangan Pangeran Rama menyelamatkan istrinya Sinta dari raja jahat Rahwana.

Kancet Papatai

dance_02

Dikenal juga sebagai Tari Perang, tarian dari Kalimantan Timur ini menceritakan kisah pejuang suku Dayak selama perang. Bersemangat dan dinamis, tarian perang biasanya dipertunjukkan oleh 10 sampai 20 orang yang membawa mandau, senjata tradisional suku tersebut.

Sajojo

Tari Sajojo ditampilkan dalam acara-acara penting dan festival budaya untuk menyambut tamu. Berasal dari Papua, tarian ini pada dasarnya adalah versi yang jauh lebih kuno dari flashmob zaman sekarang, karena sering dibawakan lebih dari 30 orang dengan gerakan serentak.

Kecak

Secara internasional dikenal sebagai ‘tarian api’, Kecak melibatkan sekelompok besar orang berpakaian sarung kotak-kotak yang duduk di tanah mengitari api unggun dengan tangan di udara sambil meneriakkan cak cak cak berulang kali. Dahulu merupakan tarian sakral, Kecak menjadi bagian dari pertunjukan seni di Desa Bona, Gianyar, pada 1930-an.

dance_03

dance_04