underthesea_main

Under the Raja Ampat Sea

Sebagai pusat keanekaragaman biota laut dunia, Raja Ampat adalah habitat bagi sekitar 1.500 spesies ikan. Edisi ini akan memperkenalkan lima makhluk laut yang dilindungi di Raja Ampat.

Ikan Hiu

Sebagai predator di puncak rantai makanan di laut, hiu berperan penting dalam menjaga kesehatan perikanan dan ekosistem. Para ahli mengatakan bahwa sebagian besar spesies hiu yang ditemukan di perairan Raja Ampat adalah hiu sirip hitam dan hiu wobbegong atau hiu karpet yang tidak berbahaya bagi penyelam.

underthesea_04

Dugong

Meskipun berumur panjang (dugong bisa hidup selama 50 tahun atau lebih), dugong memiliki reproduksi yang lambat: dugong betina butuh 14 bulan untuk melahirkan anak dan jarak antara kelahiran berkisar dua setengah hingga lima tahun. Hal ini, ditambah adanya perburuan, membuat spesies dugong rentan terhadap kepunahan.

Ikan Pari

Ada lebih dari 500 spesies ikan pari di dunia, dan salah satunya adalah ikan pari Manta yang sangat dilindungi di Indonesia, khususnya di Raja Ampat. Fakta: ikan pari tidak memiliki gelembung renang, jadi ketika mereka tidak sedang berenang, mereka tenggelam dan hidup di dasar laut.

underthesea_02

Penyu

Raja Ampat adalah habitat bagi enam dari tujuh spesies penyu di dunia, dan yang paling sering terlihat adalah penyu hijau dan penyu sisik. Bahkan hampir setiap pulau yang tak berpenghuni di Raja Ampat menjadi tempat kura-kura bersarang!

Ikan Paus

Paus Bryde, sperm whale, dan paus pembunuh adalah beberapa spesies mamalia laut yang diketahui hidup di kawasan Raja Ampat. Sebagian besar paus Bryde hidup di belahan bumi utara, sedangkan sperm whale dan paus pembunuh dapat ditemukan di hampir semua laut di dunia.

underthesea_01

underthesea_03

underthesea_05