rinrin_main

Chef’s Insight

Rinrin Marinka

Setiap chef tentu memiliki kekhasannya masing-masing. Kami memberikan pertanyaan yang sama setiap bulannya untuk mengenal lebih dekat para chef terkemuka Indonesia.

rinrin_01

Rinrin Marinka memiliki minat besar untuk berbagi dalam soal masakan, budaya, dan kesenian Indonesia. Setelah studi French Cuisine and Pâtisserie-nya di Le Cordon Bleu, Sydney selesai, Rinrin kembali ke Indonesia dan memfokuskan karyanya pada perpaduan kuliner antara Timur dan Barat. Tahun 2011, buku masakan pertamanya Fantastic Cooking diterbitkan. Kini Anda dapat menyaksikan Rinrin dalam Wonderful Indonesia Flavours di Asian Food Channel dan di Travel Channel untuk menggali aneka cita rasa dan budaya Nusantara bersama Rinrin serta chef asal Australia, Tobie Puttock dan Darren Robertson.

Kapan pertama kali Anda memasak?

Saat berusia 7 tahun, saya mencoba memasak bolu kukus; saya masih ingat uapnya yang beraroma manis dan bolunya yang mengembang.

Apa aroma yang Anda sukai di dapur?

Seluruh aroma di dapur! Wangi bumbu dan rempah-rempah yang keluar dari masakan.

Seandainya Anda tak menjadi seorang chef, apa profesi lain yang akan Anda lakoni?

Saya pernah mengambil jurusan Seni dan Desain serta Desain Fashion. Jadi, andaikan saya bisa mencoba profesi lain… saya mungkin akan jadi pelukis. Menurut saya, melukis itu menenangkan.

Apa bumbu andalan Anda?

Gula dan minyak wijen—dua bahan kunci dalam masakan Indonesia.

Apa menu makan malam Anda kemarin?

Batagor, yang sebenarnya salah satu menu dalam acara saya, namun saya memadukannya dengan sedikit pengaruh Barat, dibuat seperti scotch egg versi Asia. Telurnya dibungkus dalam dumpling ikan, disajikan bersama sambal kacang dan jeruk nipis.

Apa yang bisa membuat Anda inspiratif?

Insipirasi untuk menciptakan suatu resep bisa datang dari mana saja—melihat warna, mencium aroma, berbincang dengan orang asing, teman, atau keluarga—jadi, saya rasa, menciptakan sesuatu bisa diilhami dari seluruh pancaindra Anda.

Apa makanan Indonesia favorit Anda?

Ketoprak! Makanan vegetarian khas Jakarta yang terdiri atas tahu, sayuran, lontong, dan bihun yang disiram bumbu kacang. Sederhana, tapi sehat.