Freddy Harris Proud of Garuda Indonesia

Bagi Freddy Harris, perjalanan ke suatu kota atau negara—yang terbilang sering—bukan sekadar untuk menjalankan tugas sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (Ditjen KI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). nLebih dari itu, untuk mendukung maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia.

Interview by Vega Probo

“Saya bangga dengan Garuda Indonesia. Jadi semaksimal mungkin untuk perjalanan dinas, juga pribadi, saya menggunakan maskapai nasional,” kata Freddy. “Saya mengimbau, bahkan boleh dikatakan sedikit memaksa pegawai negeri, tak terkecuali pejabat, agar menggunakan sekaligus mempromosikan maskapai penerbangan nasional.”

Freddy dilantik sebagai Ditjen KI oleh Menteri Kumham Yasonna Hamonangan Laoly, pada akhir November 2017. Tugas utamanya, selain meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terutama dalam layanan paten dan layanan merek, juga menata sumber daya manusia di lingkungan kerjanya, serta mempercepat pembenahan sistem teknologi informasi di bidang KI.

Sepanjang menjabat, Freddy berkomitmen menjadikan lingkungan kerjanya sebagai “the best IP Office in the world.” Ia juga menerapkan sistem pengamanan digital dengan barcode dan Sertificate Security dari Lembaga Sandi Negara untuk semua sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) meliputi Paten, Merek dan Desain Industri, serta surat pencatatan Hak Cipta.

Dalam lawatannya baru-baru ini ke Jenewa, Swiss, untuk menghadiri Sidang Umum World Intellectual Property Organization (WIPO) ke-59, Freddy menggunakan Garuda Indonesia rute Jakarta-Amsterdam, dilanjutkan dengan KLM rute Amsterdam-Jenewa. Bagi Freddy, pilihannya ini merupakan bentuk kesadaran untuk turut menyehatkan BUMN.

Lagipula, menurut Freddy, pelayanan Garuda Indonesia bagus. Sebagai penggenggam kartu platinum keanggotaan GarudaMiles, ia merasakan berbagai keuntungan, terutama bonus poin mileage. “Bisa sampai 500.000!” seru Freddy. “Yang menyenangkan, bonus ini tak hanya bisa digunakan untuk saya pribadi, tapi untuk anggota keluarga, bahkan untuk donasi sosial.”

Soal destinasi wisata, Freddy memfavoritkan Hong Kong, namun belakangan ini lebih sering ke Jepang. “Saya paling senang ke Don Quijote, toko serba ada; serta ke Asakusa, kue ningyo-yaki-nya yang mirip kue cubit, enak.” Soal tujuan domestik, Freddy bolak-balik ke Yogyakarta untuk menyambangi salah seorang anaknya yang sedang berkuliah.

Ke depan, Freddy berharap, amenities Garuda Indonesia semakin bagus dan menarik, selayaknya maskapai penerbangan bintang lima di dunia. “Secara keseluruhan, servis Garuda Indonesia sudah bagus, antara lain menu yang bercita rasa khas Indonesia,” kata Freddy. “Bila servisnya semakin bagus, saya yakin, pelanggan yang setia akan semakin loyal.”