PAPUA NOKEN

Berwarna-warni, elastis dan sangat praktis, noken—tas anyaman panjang yang terbuat dari serat kayu kering, dipakai dengan cara dilingkarkan di sekitar leher dan bahu sering terlihat dan mudah dikenali di Provinsi Papua dan Papua Barat, Indonesia. Walaupun fungsi utama noken adalah untuk membawa hasil pertanian dan terkadang bayi, noken juga digunakan sebagai aksesori pakaian tradisional orang-orang Papua, digunakan pada berbagai acara, mulai dari acara lamaran hingga pertemuan dengan pemimpin komunitas dan ritual penyambutan. Selain dianggap sebagai simbol dari kesuburan, hidup yang baik dan damai, noken juga diberikan sebagai tanda persahabatan dan tawaran perdamaian dari pihak-pihak yang bersengketa.

Proses pembuatan noken dimulai dengan merendam ranting-ranting pohon selama beberapa hari sampai hanya menyisakan serat kayu saja. Setelah itu, pembuatnya (biasanya seorang wanita) akan mengeringkan serat tersebut dan membuat pintalan yang kuat yang kadang diwarnai dengan menggunakan pewarna alami dan kemudian dijalin dengan tangan untuk membuat berbagai variasi pola.

Keahlian untuk membuat noken diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya. Beberapa tahun terakhir ini minat terhadap hasil kerajinan tangan ini meningkat, karena noken dilihat sebagai alternatif ramah lingkungan dari tas belanja plastik. Tahun 2012 noken masuk ke dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia. Noken pun makin populer dengan adanya kerja sama antara pemerintah dan para desainer lokal yang memperkenalkannya sebagai tren mode kontemporer yang melestarikan kerajinan unik.