gilles_marx_main

Gilles Marx: Culinary Magic

Chef kenamaan Gilles Marx akan menyajikan hidangan luar biasa di atas pesawat bersama Garuda Indonesia. Kepada Colours, Marx mengisahkan pengalamannya di dunia kuliner.

Interview by Fikri Zaki Muhammadi

gilles_marx_in4Garuda Indonesia menetapkan standar baru dalam dunia penerbangan premium dengan meluncurkan Star Chef’s Signature Dishes On Board Programme yang dirancang khusus untuk penumpang First Class dan Business Class. Sebagai bagian dari program, Chef Marx menyajikan hidangan andalannya yang unik dengan memadukan kuliner Perancis modern dengan cita rasa Indonesia. Hasilnya adalah hidangan lezat seperti barramundi fish fillet with ginger rice and lime coconut sauce. Dengan sentuhan tangan ahli di setiap hidangannya, penumpang Garuda Indonesia akan merasakan pengalaman kuliner bintang-5 di udara.

gilles_marx_in

Dibesarkan di pedesaan Perancis, sejak kecil Chef Marx sudah tertarik dengan dunia kuliner. Menurutnya, setiap orang berhak menyantap hidangan terbaik dan juga sehat. Memiliki orangtua yang juga ahli dalam mengolah makanan serta kakek-nenek yang bekerja sebagai petani, Marx muda terbiasa menyantap hidangan yang bahannya diambil langsung dari kebun belakang rumah. Dahulu Marx pernah merasa bila makanan yang dikonsumsinya dan juga oleh setiap anak di Perancis adalah biasa saja. Namun, anggapan itu berubah ketika dia duduk di bangku sekolah menengah atas dan menyantap menu yang disediakan kantin sekolah. Marx menyadari betapa istimewanya hasil masakan rumahnya. Hal tersebut kemudian menjadi sebuah titik balik bagi Marx untuk menyelami rahasia gastronomi.

gilles_marx_in2

“Saya sadar betul hasil masakan di rumah jauh lebih baik. Itulah mengapa saya tertarik mendalami proses di dalam dapur,” ujarnya mengenang. Bahan makanan, proses memasak, dan passion yang ada saat memasak, semuanya akan tercermin di dalam hasil masakan. Saat usianya 14 tahun, Marx menjalani program magang selama dua tahun. Tahun pertama dia habiskan di restoran dan tahun berikutnya di bangku sekolah. Usai menjalani program magang, Marx meraih gelar diploma dan memulai karier sebagai juru masak profesional. Pembelajaran Marx berlanjut hingga kini, yaitu total 30 tahun lamanya. Proses belajar tersebut termasuk bekerja di beberapa restoran berpredikat Michelin di Alsace, Lyon, Burgundy dan Paris. Dia juga pernah bekerja di Australia dan Indonesia. Kesemuanya itu memberikan pengalaman, pengetahuan mengenai bahan makanan, serta beragam teknik memasak untuk mengasah bakatnya.

Marx mendirikan AMUZ Restaurant, yang telah beroperasi di Jakarta sejak tahun 2010. Di Kota Metropolitan ini, Marx menjalani bisnis katering bernama APREZ, Auroz Bistro Grill dan Artoz Bar & Lounge.

gilles_marx_in3

Terpilih sebagai Garuda Indonesia’s star chef membuat Marx tersanjung. “Hal ini merupakan sebuah kesempatan bagi saya untuk menunjukkan hasil kreasi saya sekaligus memperkenalkan Indonesia kepada para wisatawan,” ujarnya. “Saya sangat bangga dan serius akan hal ini.” Memahami arti penting sebuah hidangan bagi Marx, dapat dibayangkan seberapa detail dan hasrat yang dia tuangkan di setiap piringnya. Marx akan menyuguhkan sajian terbaik di atas pesawat, yang diolah dari bahan berkualitas, sehingga membawa nilai lebih bagi petualangan kuliner penumpang.

“Karena setiap hari kita mengonsumsi makanan, ada baiknya makanan yang masuk setiap hari pun yang terbaik,” ujar chef yang mengaku tidak memiliki menu favorit khusus untuk dimakan ataupun dimasak ini. Kecintaannya pada makanan adalah murni merupakan kecintaannya dalam mengeksplorasi, bereksperimen, dan mencoba rasa baru.