Sweet Traditions

 

Culinary Delights From Across the Archipelago

Suguhan manis di lidah yang dinikmati dalam kehangatan kasih orang-orang tercinta menjadi momen tak terlupakan di hari nan istimewa.

Words by Vikaria Lestari, Photography by Helen Yuanita

Hari Natal akan tiba tidak lama lagi.
Di berbagai belahan dunia, Natal biasa dirayakan bersama keluarga, kerabat dan orang-orang terkasih ditemani aneka suguhan menggugah selera. Kudapan bercita rasa manis menjadi bagian dari tradisi menyambut hari besar, dan tiap negara tentunya memiliki penganan khasnya masingmasing, di antaranya malah sudah dikenal hingga ke penjuru dunia.

Di Indonesia, Manado, Sulawesi Utara, terkenal sebagai daerah yang memiliki banyak ragam kuliner enak. Dalam menyambut datangnya Natal dan Tahun Baru, masyarakat Manado menyiapkan berbagai kue-kue untuk menjamu teman dan keluarga yang datang berkunjung. Kudapan favorit yang biasa disiapkan adalah kue biji-biji. Boleh dibilang, hampir setiap rumah memiliki stoples berisi kue biji-biji di meja ruang tamunya.

Bagi masyarakat Betawi, kudapan ini dikenal dengan nama biji ketapang. Biji-biji ini dibuat dari bahan berupa tepung terigu, gula, telur, santan dan ekstrak vanili. Semua bahan tersebut dijadikan satu hingga terbentuk adonan yang kemudian dipotong kecil-kecil lalu digoreng, jadilah kudapan renyah yang manis dan enak.

Sebagai penganan penutup setelah bersantap malam, klapertaart adalah pilihan tepat. Nama klapertaart ini sendiri merupakan gabungan dari kata kelapa dan taart. Paling enak dinikmati dalam keadaan dingin, kue hasil adaptasi dari kue asli Belanda ini terbuat dari tepung terigu, gula, susu, mentega, kismis, irisan daging kelapa dan air kelapa. Dengan taburan kenari dan sedikit rasa kayu manis, pencuci mulut yang enak dan langsung lumer di lidah ini pastinya tidak akan Anda lewatkan.

Untuk sarapan di pagi hari Natal,
masyarakat Ambon menikmati suguhan bernama poporcis, kue hasil adaptasi dari poffertjes khas Belanda. Ada yang berbeda dari kue poffertjes versi Indonesia. Poporcis menghadirkan bahan lain berupa labu kuning untuk memberikan warna kuning yang menarik, dan kue mini khas Ambon ini disajikan dengan taburan gula halus di bagian atas.

Penganan lain hasil adaptasi dari kue asli Belanda yang biasa disajikan saat Natal adalah bruder. Di negara asalnya, kue ini dikenal dengan nama broeder. Namun di Indonesia, sageru, nira dari kelapa aren, ditambahkan ke dalam bahan pembuatan bruder. Ambon kebetulan memang memiliki banyak pohon aren. Dengan bahan bernama sageru ini, kue bruder terasa lebih enak.

Dinikmati bersama Kopi

Toraja, Sulawesi Selatan, terkenal dengan kopi dari biji arabikanya yang enak. Deppa tori adalah kudapan khas Toraja yang enak dinikmati bersama secangkir kopi khas daerah ini. Kudapan sebesar jari ini terbuat dari bahan-bahan yang sederhana, seperti tepung beras, gula aren dan taburan wijen. Walau sederhana, bahan-bahan tersebut mampu menciptakan kue enak yang renyah di luar namun lembut di dalam. Bila sudah mengudap deppa tori, maka satu tidaklah cukup.

Sementara di Nusa Tenggara Timur,
kue cucur menjadi kudapan favorit, khususnya saat Natal dan Tahun Baru. Kue cucur dengan cita rasanya yang manis ini terbuat dari tepung beras, gula aren, telur dan daun pandan. Berbanding terbalik dengan proses pembuatannya yang mudah, kue cucur justru memiliki kelezatan rasa yang menggoyang lidah, terutama bila dinikmati bersama secangkir kopi khas Flores.

Berbentuk piramida dan dibungkus daun pisang, lapet kue khas Medan, Sumatera Utara, ini biasa disajikan saat hari-hari besar atau upacara adat. Dibuat dari bahan tepung beras, dengan isian gula aren dan kelapa parut, lapet enak dinikmati saat masih panas. Cita rasa lapet yang manis terasa pas dipadukan dengan secangkir kopi pahit khas Sumatera Utara.

Kudapan manis dan jamuan lezat yang dinikmati dalam kehangatan berkumpul bersama keluarga dan kerabat hanyalah satu dari sekian banyak hal menyenangkan saat Natal. Anda bisa mencoba membuat sendiri kudapan-kudapan manis tersebut di rumah sambil menikmati liburan Natal dan Tahun Baru. Selamat merayakan Hari Natal dan Tahun Baru 2020!

 

 

Vikaria Lestari

Penulis dan penerjemah berdarah Jawa, Vikaria Lestari memiliki minat khusus dalam bidang pelesiran, kuliner dan membaca. Salah satu hobinya adalah mengamati keunikan kuliner serta destinasi wisata, yang dirasa cukup menarik untuk dibagikan lewat tulisan.  Karya yang telah dipublikasikan antara lain, sejumlah novel terjemahan dari penulis laris Amerika serta beragam artikel mengenai pelesir dan gaya hidup.