Dubai

 

With heavenly cityscapes from rooftop pools, seaplanes, skytrains and spectacular fountains, Dubai has all the elements for an unforgettable affair of the heart. Tristan Rutherford feels the love in the desert sands and Arabian souks.

Words by Tristan Rutherford

Romansa Dubai terlihat paling indah dari pesawat amfibi pada pagi hari. Pesawat bermesin Cessna ini lepas landas dari The Creek. Setengah abad lalu, jalur air tersebut merupakan kota sendiri, tempat bersandarnya kapal-kapal kayu pengangkut kelapa dari India, yang kemudian kembali membawa dupa. Kini, kapal-kapal pesiar yang menyajikan makan siang mewah menambah eksotisme tempat ini.

Penerbangan selama 45 menit dengan pesawat amfibi ini menyuguhkan pemandangan serba superlatif. Dengan deru mesin yang kuat, pesawat terbang dari The Creek melintasi The World, gugusan pulau buatan terbesar sejagat raya. Kemudian, pesawat belok ke kiri menuju Burj Al Arab, menara yang dibangun dengan biaya US$ 1 miliar pada 1990-an dan menjadi daya tarik Dubai yang tak ternilai sebagai salah satu hotel tertinggi dan termewah di dunia. Jika beruntung, penumpang bisa melihat para pengunjung sedang bersantap di Pierchic, restoran mewah tepi laut di ujung resor.

Berikutnya adalah The Palm, pulau buatan terbesar di dunia. Dan, untuk memperlihatkan dinamisme Dubai, pesawat amfibi ini menukik ke atas Emerald Palace Kempinski, W Dubai: The Palm dan bianglala Ain Dubai tertinggi di dunia dengan ketinggian 210 m. Tiga destinasi ini akan membuat siapa pun terpana melihatnya. Dan, ketiganya adalah objek baru dalam lanskap kota Dubai.

Mungkin sulit memahami mengapa kota ini terus-menerus membangun. Bahkan, ada lelucon di kalangan warga Emirat bahwa mereka melihat pemandangan berbeda setiap hari. Kereta layang, menara dan jalan layang baru menghadirkan sensasi film Blade Runner di kota berpenduduk 3 jutaan. Namun, tempat terbaik untuk melihat Dubai modern adalah La Mer, kawasan di pinggir laut yang sangat nyaman, yang dibuka selama musim semi 2018. Di sini terdapat 100 pondok kayu yang menyajikan masakan Peru, hidangan penutup khas Turki dan tapas Brasil. Tak heran, kawasan ini menjadi favorit di Dubai, kota yang dihuni orang-orang dari 200 negara. Karena banyaknya pengunjung yang datang ke Dubai untuk melamar pasangan mereka, cincin pertunangan dapat dibeli di sekitar La Mer (kunjungi Damas Jewelry di Jumeirah Beach Road). Kompleks baru ini juga memiliki taman air dan pantai yang dihiasi patung-patung pasir berbentuk hati.

Tak jauh dari situ, hanya 10 menit dengan taksi, Anda akan tiba di Downtown Dubai, yang tampak ratusan tahun lebih canggih. Di kawasan futuristik ini, air mancur menari setinggi 165 meter, dan pohon-pohon palem menjulang ke langit malam. Sebuah bangunan baru, Fountain Boardwalk, menambah romansanya. Platform apung sepanjang 300 meter ini membentang ke danau buatan, hanya beberapa meter dari deretan air mancur berkekuatan tinggi. Jika ingin aktivitas yang lebih tradisional, pengunjung bisa menyewa perahu kuno abra untuk berlayar melintasi danau. Namun, dibutuhkan keberanian untuk bilang “I love you” di atas perahu— disaksikan 10.000 pelancong.

Akan lebih istimewa lagi jika lamaran dinyatakan di ketinggian menara 828m yang memayungi Downtown. Burj Khalifa, nama menara itu, adalah bangunan paling tinggi di dunia, sekaligus paling gemerlap dan paling romantis. Dalam sehari, staf yang bekerja di dek observasi At the Top di lantai 124 menyaksikan banyak sekali air mata bahagia (tempat ini buka sepanjang hari). Panorama di bawahnya bisa dilihat menggunakan viewfinder. Teropong canggih ini tidak hanya fokus pada The Creek, The Palm, The World dan landmark unik lainnya, tapi juga memperlihatkan sejarah Dubai lewat gambar-gambar digital pemandangan puluhan tahun lalu yang muncul di layar. Ingin suasana yang lebih hangat? Alternatif yang lebih lengang dari At The Top adalah At.Mosphere, sebuah restoran mewah di lantai 122, yang menyajikan sarapan crêpes suzette dan makan malam dégustation, dari pukul 07:00 hingga 02:00.

Dubai memberikan banyak momen berharga untuk diabadikan. Kolam renang di puncak gedung, shisha di kala matahari terbenam dan pantai-pantainya sangat fotogenik, sampai-sampai Instagram menjadi media sosial terbesar di kota ini. Pada 2018, perencana kota membuat gebrakan. Di Zabeel Park, ruang hijau seukuran 45 lapangan sepakbola, mereka mendirikan Dubai Frame. Mirip layar ponsel pintar setinggi 150m, bingkai ini menampilkan wajah kota yang futuris di utara dan lawas di selatan. Sebuah lift baru memungkinkan para tamu naik hingga setinggi 150m, menuju jalan setapak dari kaca yang terbentang di antara dua kolom, untuk mengabadikan pemandangan tersebut.

Kekontrasan antara klasik dan modern juga menjadi karakteristik sebuah distrik baru di Dubai. Bertempat di salah satu kawasan bersejarah, distrik Al Seef terlihat sangat identik dengan Arab, layaknya jubah djellaba dan kurma. Rumah-rumah batu tradisionalnya bahkan dilengkapi menara angin, struktur pendingin ruangan tradisional yang menyalurkan udara ke halaman. Padahal, kawasan di pinggiran Creekside ini baru dibangun dua tahun terakhir. Di antara beranda bertiang dan piazza-nya, terselip toko-toko dan tempat makan yang menggoda. Ada kedai es krim, cabang restoran Emirat kontemporer Al-Fanar, toko abaya mewah, toko perhiasan buatan tangan sampai kafe tepi laut.

Namun, jika Anda ingin tahu daya tarik kota ini sesungguhnya, tanyakan pada orang Emirat dan Anda pasti akan mendengar tentang padang pasir. Pada akhir pekan yang dimulai hari Jumat, penduduk setempat berkendara di padang pasir, mengikuti jalur yang ratusan tahun lalu dijejaki karavan unta. Petualang romantis bisa menyusuri trek tersebut dengan mengikuti tur safari di atas kendaraan 4WD. Menjelang sore hari, pengunjung dapat mencoba selancar pasir, menunggang unta atau menari perut. Saat matahari terbenam, musik tradisional oud mengalun di bawah pohon palem oasis dan pesta barbeque melontarkan percikan api ke langit yang gelap. Saat inilah, teleskop dibagikan ke peserta. Berkat minimnya polusi cahaya, karena lokasinya berdekatan dengan Kawasan Kosong Arab, langit jadi terlihat menyala seperti alam mimpi. Bintang-bintang berjatuhan di langit sepanjang malam, sampai padang pasir menguning oleh cahaya pagi.

Menurut penduduk setempat, padang pasir paling romantis waktu fajar. Inilah saat di mana Dubai dan sekitarnya benar-benar sepi. Naik balon udara menjelang matahari terbit menjadi penutup sempurna perjalanan ini, apalagi ditemani menu sarapan salmon asap, kaviar dan telur benedict. Di darat, pemandangan sejarah dan masa depan kota menyatu: oasis hijau dan gedung pencakar langit yang disinari matahari; karavan unta dan kereta layang; padang pasir kosong dan daerah perkotaan padat yang dihuni berbagai suku bangsa. Semua itu menjadikan Dubai penuh pesona.

JAKARTA TO DUBAI VIA ABU DHABI


Flight Time 6 hours, 20 mins

Frequency 35 flights per week

Pesan Sekarang

5 Senses – Smell
BESPOKE SCENT

Bangsa Arab Teluk telah menggunakan wewangian sejak berabad lalu. Perpaduan aroma dupa Oman, air mawar Suriah, bergamot Mediterania dan melati Asia yang didatangkan dari jauh, telah mengharumkan para pria dan wanita Arab. Siapa pun bisa membeli sebotol Chanel No. 5, tetapi di Perfumery & Co di Dubai Mall (www.dubaimall.com), pembeli bisa meramu aroma sesuai selera. Ramuan aroma ini akan dikirim ke hotel Anda pada hari berikutnya. www.dubaimall.com