Archipelago Journal Pulau Weh

Sebuah tempat nan kaya akan suguhan alam menanti di Aceh, di ujung paling barat dari Indonesia.Pulau Weh adalah surga kecil yang hening dengan pesona pantai dan keragaman biota lautnya, termasuk terumbu karang aneka warna. Pulau ini berjarak hanya 45 menit dari Banda Aceh, Sumatera Utara dengan perahu motor

 

Saya melepaskan pandangan ke Laut Andaman seraya menyusun rencana untuk esok sambil bersantai di atas hammock di teras bungalo. Saya sudah menyewa motor seperti yang disarankan penduduk lokal. Motor adalah sarana terbaik untuk menjelajahi pulau ini, dengan jalan-jalannya yang sepi, teluk tersembunyi serta pantai alami.

Saya akhirnya benar-benar menemukan banyak pantai berpanorama indah. Yang paling menakjubkan adalah tempat yang terkenal sebagai titik paling barat Indonesia, bernama kilometer nol. Angka nol setinggi tiang gawang menandai tempat ini. Ketika tiba sekitar pukul lima sore, penduduk lokal sudah mulai ramai berdatangan, saya pun disambut hangat oleh satu keluarga muda dari Aceh. Kami berdiri di atas tebing yang tinggi, memandangi matahari yang perlahan menghilang di balik cakrawala dan tapal batas negara Indonesia.

Teman-teman baru saya bercerita bahwa Papua juga memiliki monumen yang sama sebagai penanda ujung paling timur Indonesia. Kebanyakan dari mereka berpendapat jarak menuju monumen tersebut sekitar 5.300 km, namun sayangnya hanya sedikit yang pernah bepergian jauh dari Pulau Weh. Hal itu membuat saya langsung memutuskan untuk mengunjungi Papua, seraya berjanji pada mereka untuk mengirimkan foto monumen tersebut sebagai tanda bukti.

Saat menyesap minuman ringan di sore hari pada sebuah kafe di atas bukit, saya mendengar suara peranti elektronik yang bekerja. Si pemilik kafe tampaknya memiliki usaha sampingan. Di bagian belakang terdapat sebuah printer yang sedang bekerja mencetak selembar sertifikat berwarna kuning dengan huruf-huruf hias yang cantik, diberi nomor dan nama, lengkap dengan tanda tangan dari Wali Kota Sabang (kota utama di Pulau Weh). Tepat seperti yang saya inginkan! Saya pun langsung memesan sertifikat kilometer nol atas nama saya.

Keesokan harinya, saya seakan tidak sabar ingin melihat langsung keindahan panorama bawah laut Pulau Weh. Pulau ini ternyata memiliki 20 situs selam, termasuk yang paling terkenal adalah Pantai Gapang dengan house reef-nya.

Pemilik Lumba-Lumba Dive Resort di Pantai Gapang sangat antusias melindungi keanekaragaman biota laut. Menurut penjelasan dia, penduduk lokal melindungi taman laut dengan mengawasi ketat aktivitas perahu yang datang dari luar kota. Jika nelayan pendatang tertangkap beraktivitas dekat terumbu karang, seperti menjaring ikan atau menginjak-injak terumbu karang, penduduk lokal berhak untuk menenggelamkan perahu mereka. Hal seperti ini cukup efektif. Tidak heran bila kemudian terumbu karang dan biota lautnya pun melimpah, termasuk ikan scorpion, ikan lepu ayam dan ikan pari totol biru. Ikan paus hiu juga terlihat pada Januari tahun ini.

Batee Tokong adalah salah satu situs selam terkenal yang tidak jauh dari Pantai Gapang. Dengan lereng terumbu yang dalam dan dinding diselimuti kipas laut aneka warna, tidaklah sulit menemukan ikan besar, seperti hiu karang, pari manta elang, pari manta setan, barakuda dan tuna.

Jika Anda penggemar selam dinding, maka Anda bisa mencoba Rubiah Wall sedalam 30 m. Patut dicoba! Bagaimana dengan canyon? Situs selam terkenal bernama The Canyon terdiri atas gua bawah laut serta dinding dan lubanglubang karang yang menakjubkan, tempat tinggal ikan napoleon,barakuda dan pari manta.

Jika Anda suka menyelam untuk mengeksplorasi bangkai kapal, Anda bisa menelusuri tiap-tiap sudut Thai Wreck, di kedalaman sekitar 30 m, yang menarik kedatangan spesies ikan unik. Ikan-ikan tersebut tinggal di kabin-kabin kecil dari kayu dan ruang-ruang sempit yang dahulu tampaknya merupakan ruang mesin.

Petualangan saya selanjutnya adalah menjelajahi Pria Laot, yang memberikan kejutan lain: saya tiba-tiba ber-snorkel di tengah ribuan gelembung yang keluar dari sebuah mata air panas bawah laut. Sebuah pengalaman yang unik. Bila Anda bukan penyelam, Pulau Weh menawarkan banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan. Untuk Anda yang gemar bereksplorasi, Anda bisa menapaki jalanan hutan, mendaki gunung berapi, menemukan air terjun atau berenang di Danau Anak Laut, danau air tawar yang tenang.

Keindahan alam Pulau Weh adalah satu hal yang membuat takjub banyak wisatawan. Sering terdengar komentar, “Awalnya saya berencana untuk berlibur selama satu minggu di Aceh, tetapi begitu menyaksikan keindahan Pulau Weh, saya putuskan untuk memperpanjang liburan.” Aura Pulau Weh yang hening, petualangan yang ditawarkan, pesona taman lautnya serta keramahan masyarakat Aceh menjadikan pulau ini aset berharga yang perlu disambangi.

Jakarta to Banda Aceh


Flight Time 2 hours 25 minutes

Frequency 14 times per week

Book Now

From Colours August 2019

icon_sight

5 Senses – Sight
Sea Life After Dark

Suka menyelam malam hari? Kenakan goggles untuk malam dan langsung menuju Gapang House Reef, dengan keunikan biota malamnya seperti ikan katak dan lobster jongkok, ghost pipefish, symbiotic shrimps dan gurita.