newyork_main

Bukittinggi

Terletak di dataran tinggi Sumatera Barat nan indah, Bukittinggi adalah kota kecil yang ramah, diapit oleh lembah hijau yang tenang. Fatris MF dari Colours menyelami keharmonisan kota ini.

Words by Fatris MF

Bukittinggi adalah kota yang berbahagia. Kota yang dulu sempat menjadi ibu kota Indonesia ini terasa dingin bagi saya yang terbiasa hidup di kota pesisir yang panas.

newyork_03

Saban pagi, Bukittinggi dibekap kabut yang menyelimuti Pegunungan Bukitbarisan yang mengungkung kota kecil ini dan lembah-lembah curamnya. Anak-anak berjalan menuju sekolah dengan langkah gontai, melewati toko-toko yang masih menutup pintu. Orang-orang keluar rumah mengenakan baju tebal, dan lelaki-lelaki tua duduk di warung-warung pinggir jalan, mengalungkan sarung di leher mereka seperti orang-orang Eropa mengenakan syal mereka untuk melindungi tubuh dari salju. Tentu saja, salju tidak turun di kota berpenduduk hampir 120.000 jiwa, yang dikelilingi pegunungan tropis ini.

Saya berjalan kaki menyusuri jalan-jalan kecil kota yang sejuk di pagi hari, lalu duduk sendirian di satu bangku taman di bibir Ngarai Sianok. Di hadapan saya, lembah hijau menganga, berliku dan sunyi. Di tengahnya, sungai mengalir. Saya bagai masuk ke dalam lukisan Wakidi, pelukis naturalis Indonesia yang hidup di era Mooi Indie pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Ia terkagum-kagum pada lembah ini. Meski wajah Bukittinggi kini telah banyak berubah dengan menjamurnya hotel dan pusat perbelanjaan, Ngarai Sianok masih sama seperti dalam lukisan Wakidi, sebuah lembah yang benar-benar kekal.

newyork_03

Perlahan, kabut berkirap. Gunung Singgalang dan Marapi menampakkan wujudnya diterpa cahaya matahari pagi. Di kaki dan lereng gunung, kampung-kampung kecil masih terkurung kabut. Di masa lalu, kampung-kampung ini makmur dengan mengandalkan lada, cengkih, kayu manis, dan akasia yang laris di pasar dunia. Sejak rempah kehilangan pamornya, masyarakat berpaling menanam sayur, cabai, seledri, bawang, wortel, dan kembang kol. Sekali sepekan, hasil keringat para petani di kaki-kaki gunung itu diangkut oleh truk-truk dengan bak terbuka yang beriringan menuju kota-kota di tengah Sumatera: Jambi, Pekanbaru, Batam, hingga ke Singapura.

Berada di ketinggian 930 mdpl, Bukittinggi hanya seluas 25 km2, empat persen luas kota Jakarta. Walaupun padat dan telah menjadi kota urban sejak masa kolonial, kota ini tidak pernah benar-benar sibuk.

newyork_03

Pada siang hari, terlebih pada hari libur, jalanan dimeriahkan klakson, suara derap telapak kaki kuda yang menarik bendi hilir mudik membawa wisatawan. Jam Gadang peninggalan era kolonial menancap tepat di jantung kota. Selain itu, ada Benteng Fort de Kock peninggalan Belanda, terowongan persembunyian bawah tanah yang dibangun tentara Jepang pada Perang Dunia II, kuda-kuda pacuan yang merumput di arena pacuan Bukik Ambacang, dan aroma rempah dari warung-warung yang memacaki udara lembap.

newyork_03

Pada sore hari, kota ini akan terlihat melankolis. Di rembang senja berwarna jingga, Gunung Singgalang dan Marapi berdiri jemawa seperti raksasa yang melindungi kota dari amuk bala, sementara tugu Bapak Bangsa, Bung Hatta mencacak di taman kota.

“Dahulu, kota ini banyak melahirkan pemikir dan intelektual. Di Bukittinggi ini dulu berdiri Sekolah Raja. Iklimnya juga membuat kota ini menyenangkan dan nyaman,” tutur Asraferi Sabri, seorang lelaki paruh baya, menceritakan kota tempat tinggalnya kepada saya, saat kami meneguk kopi di sebuah warung di Ngarai Sianok.

“Het zoogenaamde Karbouwengat, Ngarai Siangok adalah tempat terbersih yang pernah saya temui,” tulis L.C. Westenenk, pengawas Benteng Ford de Kock, dalam sebuah buku panduan wisata untuk pelancong Belanda tahun 1909. Ia menggambarkan Dataran Tinggi Minangkabau, atau Padangsche Bovenlanden, dengan panoramanya yang beragam: Bukik Ampang-ampang, dan Galanggang Pacuan Kuda Bukik Ambacang, sebagai tempat yang mooi atau molek. Kini, saban tahun, pacuan kuda menarik ramai orang ke Bukit Ambacang.

newyork_03

Berjarak 100 km dari Padang, ibu kota Sumatera Barat, Bukittinggi telah menjadi primadona wisata sejak era kolonial. Pemerintah kolonial mengeluarkan dana besar untuk membangun rel kereta yang menghubungkan Padang dengan Bukittinggi pada akhir abad ke-19, seiring dibukanya jalur ke kota tambang Sawahlunto. Pada 1902, kereta api yang membawa wisatawan ke Bukittinggi diresmikan. Harga tiketnya 5,9 gulden per orang, hampir setara dengan upah bulanan kuli kontrak di Pantai Timur Sumatera.

“Rel kereta telah lama tidak berfungsi,” kata Asraferi lagi. Usai kami berbincang, hujan turun dari langit senja dan
daerah di pinggiran kota seperti ditawan oleh kesunyian. Satu per satu rumah menyalakan lampu. Saya pun meninggalkan Asraferi dan berkendara sendiri melewati jalan-jalan disirami hujan.

newyork_03

Orang-orang duduk di warung yang hangat, dengan kepulan asap makanan yang mengembuskan aroma rempah. Mencari masakan enak di Bukittinggi sama dengan mencari pasir di pantai, jadi dengan perut lapar, saya langsung masuk ke restoran. Makanan yang tersaji di meja bermacam-macam: gulai tunjang, ayam pop, itiak lado ijau, dendeng, goreng belut, dan masih banyak lagi, termasuk rendang— yang masuk dalam daftar 50 makanan terlezat di dunia versi CNN Travel.

Malam hari, kabut kembali turun dan Bukittinggi tertidur dalam pagutan kabut yang dingin. Esok pagi, mungkin saya akan bangun lebih siang, saya mungkin akan kembali berjalan kaki ke tubir Ngarai Sianok, duduk menggenggam secangkir
kopi, memandang ke kedalaman lembah yang curam.

Jakarta to Padang


Flight Time1 hour 20 Minutes

Frequency 35 flights per week

Book Now

From Colours January 2020

icon_taste

5 Senses – Taste
Ampiang Dadiah

Selain rendang yang terkenal sebagai warisan kuliner nenek moyang Orang Minangkabau, ampiang dadiah adalah makanan tradisional yang jarang ditemui di daerah lain. Ampiang dadiah dibuat dari beras ketan merah yang disangrai dan ditumbuk, dipadu dengan dadiah atau yogurt tradisional hasil fermentasi susu kerbau. Perpaduan ini dilapisi dengan gula merah dan parutan kelapa muda. Rasa asam susu, yang berpadu legitnya emping beras dan dilumuri manisnya gula merah cair menciptakan rasa yang sempurna.