Hanoi

Pedagang kaki lima yang memadati trotoar adalah wajah keseharian Hanoi. Mereka menjadi andalan masyarakat yang ingin membeli kebutuhan sehari-hari dengan harga murah. Meski begitu, para pedagang pinggir jalan ini tengah menghadapi ketidakpastian. Bagian tak terpisahkan dari budaya kota ini akan berhadapan dengan tuntutan perubahan.

Words by Claudio Sieber

Wajah Vietnam sebagai gudangnya pedagang kaki lima mungkin akan berubah tak lama lagi. Hanya soal waktu sebelum Hanoi menyamai kota megalopolis lain dan mensterilkan jalanjalannya seperti yang menjadi ciri khas negaranegara seperti Singapura dan Korea Selatan. Setidaknya untuk saat ini, tradisi berjualan di pinggir jalan masih menggeliat—terutama di ibu kota Vietnam yang menawan.

Pusat Kota Hanoi. Orang-orang bangun pagipagi buta untuk berulang-alik dari pinggiran kota untuk berniaga. Para pedagang yang berjualan di tempat terbuka ini sibuk mengatur barangbarang dagangannya agar terlihat menarik. Sebagian pedagang mengangkut bunga warna-warni dari toko grosir dan menumpuknya di belakang sepeda mereka, sementara yang lain meluncur ke kota menggotong dapur keliling untuk meracik makanan lezat langsung di tempat. Ada pula tukang cukur pinggir jalan yang, lengkap dengan perkakasnya, siap melayani kapan saja.

Ibu kota Vietnam memang menjaga dengan baik warisan budaya mereka. Selain berbagai masakan autentik nikmat dan bangunan-bangunan kolonial kuno, pedagang kaki lima menjadi salah satu pemandangan kota yang paling lazim ditemui.

Anda akan menjumpainya di mana-mana, di lorong-lorong, di taman, di samping pasar, atau di bawah jembatan. Banyak dari pedagang ini punya lokasi tetap di pinggir jalan dan menyediakan tempat bersantap di atas trotoar. Tetapi, kebanyakan dari mereka adalah pedagang yang berkeliling dengan sepeda atau berjalan kaki, menawarkan aneka roti isi bánh mì, bún chã (daging babi panggang dengan bihun) lezat dan phõ (mi sup daging sapi) yang terkenal di seluruh dunia.

Satu-satunya cara terbaik untuk menikmati kekayaan tersembunyi di Hanoi adalah berkelana di lorong-lorong sempit di Hoàn Kiêm, surga makanan kaki lima oriental yang berpadu dengan arsitektur Indochina. Setelah memanjakan lidah dengan aneka makanan lezat, Anda bisa berlehaleha di antara deretan kafe outdoor dan menyesap minuman khas Vietnam, seperti kopi telur, kopi yoghurt atau kopi santan. Selain mengunjungi gereja-gereja dan kuilnya yang menakjubkan, salah satu hal paling menyenangkan di Hanoi adalah duduk santai sambil mengamati pedagang bunga sepeda, anak-anak penyemir sepatu dan pengamen lalu-lalang.

Di salah satu sudut Old Quarter yang berliku bagai labirin, tak jauh dari Bia Hoi Corner yang terkenal dengan bir termurah di Asia, banyak warung kecil menjajakan dagangannya. Dengan tempat yang demikian minim, sungguh luar biasa bagaimana para peniaga ini mengatur barangbarang mereka. Di jalan-jalan sekitarnya, seperti Hang Vai (alias ‘Jalan Bambu‘), pipa-pipa bambu tradisional Vietnam dijual atau dibuat sesuai pesanan, sementara di Holiday Street, Anda akan menemukan bermacam perlengkapan untuk perayaan, baik itu Halloween, Natal, ataupun hari libur paling penting di Vietnam, yaitu Tết (Tahun Baru Vietnam).

Dari jantung kota yang terus berdenyut, jalur kereta membelah Old Quarter dan permukimanpermukiman penduduk hingga ke Sa Pa di utara atau wilayah selatan Vietnam. Pemandangan tak biasa ini menyuguhkan suasana kehidupan lokal, di mana Anda bisa minum-minum di atas rel kereta api, sementara anak-anak asyik berlarian dan para wanita menjemur pakaian. Hanoi memang menawarkan banyak pemandangan yang berbeda dari tempat wisata biasa.

Tidak jauh, ada distrik Tây Hồ di tepi West Lake, rumah salah satu pasar bunga terbesar di Vietnam. Quảng Bá Flower Market menyajikan warna-warni bunga dari seluruh penjuru negeri—mengikut musim, mulai dari aster, mawar dalam semua warna, anggrek hingga bunga matahari dapat dibeli terpisah atau dirangkai dalam karangan bunga mewah. Buka seawal jam 2 pagi, Quảng Bá juga menjadi tempat favorit warga untuk minum-minum malam atau menikmati mi sup sebelum kembali ke rumah.

Walaupun banyak orang Asia Tenggara menyukai konsep restoran fine-dining di dalam ruangan, semua orang, tak kira kelas sosialnya, gemar berkumpul di pinggir jalan untuk menikmati masakan autentik yang lezat. Namun, seiring modernitas yang berdampak pada lanskap Kota Hanoi, pedagang kaki lima tradisionalnya bisa lenyap suatu waktu, membawa serta dinamika budaya yang membuat kota megalopolis ini begitu unik. Jadi, kemasi barang-barang Anda secepatnya dan kunjungi ibu kota Vietnam yang ramai ini!

Jakarta to Vietnam


Codeshare route with Vietnam AirlinesFlies 14 times a week.

Book Now

From Colours November 2019

icon_taste

5 Senses – Sound
Water Puppet Theatre

Pertunjukan Boneka
Air Thang Long yang
telah diakui dunia
mengajak Anda
mengenal kesenian
rakyat Vietnam yang
sudah ada sejak abad
ke-11. Beberapa di
antaranya menampilkan
kisah-kisah tentang
penangkapan ikan,
penanaman dan panen
padi, serta cerita rakyat
pedesaan. Pengisahan
ini diiringi alat musik
tradisional, yang
mewarnai sebagian
besar pertunjukan.

thanglongwaterpuppet.org