Los Angeles

Dari restoran milik selebritas, hotel-hotel legendaris sampai plang nama Hollywood yang terkenal, berikut ini adalah cara menikmati Los Angeles layaknya kalangan A-lister.

Words by Mike MacEacheran

Menjelajahi Hollywood Boulevard sebelum jam sibuk, Anda akan melihat sebuah kota yang begitu teatrikal dan luar biasa.

Di persimpangan Hollywood dan Highland, orang-orang bekerja memakai kostum Mickey Mouse, Marilyn Monroe dan Pirates of the Caribbean. Pada hari lain, di persimpangan ini Anda akan melihat robot Transformers warna emas kuning dan merah ceri setinggi kurang lebih 3 meter. Hari ini, tokoh protagonis LA adalah superhero Marvel, dan setidaknya ada belasan orang—ada Captain America, Iron Man, Hulk, Thor dan Spiderman yang berdandan dan berpose dengan kostum dari bahan spandeks (Anda akan dikenakan biaya jika ingin berfoto bersama mereka).

Kegiatan hari kerja seperti ini mungkin tampak asing di kota lain, tapi ini adalah Los Angeles, rumah Hollywood dan Walk of Fame, trotoar bertuliskan nama para bintang Hollywood. Ini adalah kawasan dengan taman-taman hiburan terbesar dunia seperti Disneyland (yang sudah sangat populer) dan Universal Studios (di mana Anda bisa melihat dari dekat robot dinosaurus Jurassic, atau masuk ke sarang King Kong) dan Dolby Theatre yang menjulang tinggi, di mana setiap bulan Februari akan terlihat antrean toilet paling glamor di dunia (percaya atau tidak, hanya ada dua toilet di belakang panggung pada malam Piala Oscar).

Di Hollywood Hills, Anda akan melihat bangunan berkubah Griffith Observatory, yang menjadi lokasi syuting film musikal pemenang berbagai penghargaan, La La Land, yang dibintangi Ryan Gosling dan Emma Stone. Panorama Hollywood ini dibingkai dengan billboard putih setinggi 45 kaki.

Sejak itu, popularitas Hollywood tak pernah surut dan dunia terus jatuh cinta dengan jalan-jalannya yang bermandikan cahaya matahari dan film-film technicolor-nya. Tapi, meski film-film tersebut membekas di ingatan kita, kota ini bisa jadi sulit dipahami oleh mereka yang baru pertama kali atau bahkan sudah beberapa kali berkunjung. Jadi dari mana harus memulai?

Setelah menyusuri Walk of Fame dan berhenti untuk menyaksikan kemegahan Grauman’s Chinese Theatre dari era 1920-an, Anda bisa berkendara ke West Hollywood. Di sini Anda akan melihat rumah-rumah bergaya Tudor, dengan beranda beratap dan gerbang berpenjagaan ketat di Beverly Hills, Bel Air dan Holmby Hills. Anda juga akan melihat taman-taman dengan rumput yang terawat rapi, pohon wisteria, tembok-tembok pagar yang tinggi dan pagar tanaman ekstra-tebal. Untuk menikmati langsung kemegahan arsitektur Tudor, Anda bisa mengunjungi bangunan bersejarah Doheny Greystone Estate, Beverly Hills. Di Rodeo Drive, sebuah jalan yang dipenuhi deretan butik, Anda bisa tahu keberadaan selebritas di area itu bahkan sebelum Anda melihat mereka. Rodeo Drive tetap menarik dengan mobil-mobil mewah para superstar—Bugatti, Lamborghini dan Ferrari yang sering terlihat di parkiran siang malam.

Di puncak Rodeo Drive ada Four Seasons Beverly Wilshire (hotel dalam film Pretty Woman) dan Beverly Hilton, tempat penyelengaraan Golden Globes selama 50 tahun terakhir. Bergaya Hollywood, hotel ini diresmikan dengan pesta besar-besaran, karpet merah, pemain brass berseragam dan gajah-gajah yang dicat merah muda.

Berkendara di sepanjang Sunset Strip, melewati Boa Steakhouse di sudut Cory Avenue, dan masuk ke jantung musik Hollywood, klub-klub malam terkenal seperti Rainbow, Whisky A Go Go dan The Viper Room yang telah menjadi tuan rumah bagi generasi-generasi legenda musik. Anda juga akan menemukan suasana santai di sepanjang Sunset Boulevard di Sassafras Saloon yang bertema Old West di North Vine Street.

Ke arah utara, jalanan-jalanan kuldesak yang teduh dan pohon-pohon bulat berjajar, menanjak dan melewati Mulholland Drive, sebelum turun ke San Fernando Valley. Anda akan menjumpai perumahan Prime Hollywood, kawasan yang menjadi pilihan orang-orang super kaya karena privasinya, lahan yang luas dan pemandangan malam yang indah saat lampu kota mulai menyala saat senja. Di Mulholland bintang-bintang muncul seperti rasi.

Saat senja tiba, parkir kendaraan Anda di atas The Greek Theatre di Mount Hollywood Drive untuk melihat matahari di sebelah barat Malibu tenggelam ke Samudra Pasifik, seperti koin yang dimasukkan ke dalam slot. Paru-paru Anda akan dipenuhi udara segar, dan Anda mungkin jadi ingin berputar-putar dan berdansa tap-dance seperti bintang film La La Land. Atau Anda mungkin ingin menikmati pemandangan kota dan Downtown LA. Dengan barisan gedung pencakar langit, serta pusat bisnis dan hotel, jalan-jalan di kota ini mengingatkan pada lokasi film kolosal yang rasanya tidak asing lagi dengan kita.

Perspektif: inilah petualangan yang ditawarkan Hollywood kepada Anda. Kota berjulukan Tinsel Town ini memang superfisial dengan segala macam kontradiksinya, namun kota ini akan selalu membuai Anda dengan sihirnya dan memberikan kesenangan. “Hollywood adalah tempat di mana orang akan membayar Anda seribu dolar untuk sebuah ciuman dan 50 sen untuk jiwa Anda,” kata Marilyn Monroe pada suatu ketika. Sebuah ungkapan yang bisa dibilang benar.

Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi situs resmi untuk wisatawan
DiscoverLosAngeles.com

Jakarta to Los Angeles


Codeshare route with Delta Air Lines Airways flies 7 times a week

Book Now

icon_sight

5 Senses – Sight
La Brea Tar Pits

Bizarrely, in the centre of LA sits La Brea Tar Pits, a still-bubbling prehistoric lake whose sticky tar has captured hundreds of mammoths, sabre-toothed tigers, wolves, birds and more since the Pleistocene epoch (40,000 years ago). Blackened fossils have been extracted from the site since 1905, and the work continues today.