Moscow

 

Dengan kubah-kubah berkilauan, bangunan Kremlin kuno hingga stroberi liar dan susu rusa yang lembut, kota-kota di Cincin Emas Moskow memikat dengan pesona Dunia Lama.

Words by Daniel Allen

Sebuah ritual kuno tengah berlangsung di Chapel over the Well di kota kecil Sergiev Posad. Bangunan cantik yang dihiasi ukiran bunga dan tanaman merambat, serta ornamen arabesque biru, ini berasal dari akhir abad ke-17. Lebih dari tiga abad kemudian, kanopi menyerupai tenda ini masih ramai dikunjungi warga Rusia dari segala usia, yang mengantre untuk mengambil air dari mata air di bawahnya. Banyak yang datang dari Moskow, yang berjarak 75 km di barat daya, untuk mendulang air kehidupan itu.

“Saya datang ke sini setiap tiga bulan selama 30 tahun terakhir,” kata seorang warga lansia Moskow, Anna Kharkova, yang mengantre dengan sabar sembari menenteng botol plastik. “Banyak hal telah berubah, tetapi air ini masih sama manjurnya seperti ketika saya pertama kali mencoba.”

Menengok masa lalu

Chapel over the Well hanyalah satu dari serangkaian keindahan arsitektur di Biara Saint Sergius Lavra, yang paling menonjol di Sergiev Posad dan menjadi pusat keagamaan Gereja Ortodoks Rusia. Kubah emas dan kubah biru bergambar bintang pada katedral utamanya memesona para peziarah dan wisatawan asing. Menjulang di antara deretan gereja warna-warni serta bangunan keagamaan lain di kompleks biara ini.

“Dengan lalu lintas yang sibuk, mal-mal dan gedung pencakar langit, Moskow sangatlah modern,” kata pemandu wisata Darya Orlik, saat menunggu bersama sekelompok kecil turis Belgia di luar tembok putih biara. “Tetapi ketika Anda datang ke Sergiev Posad, Anda memasuki gerbang menuju Cincin Emas. Negeri yang hampir terlupakan oleh waktu.

All that glitters

Cincin Emas mungkin terdengar seperti istilah dalam karya fiksi Tolkien. Akan tetapi, kisah peperangan, spiritualitas, dan romantisme yang membalut rangkaian kota kuno ini sama sekali bukan fiksi. Terletak di dataran subur di timur laut Moskow dan berbatasan dengan Sungai Volga yang luas di utara, kawasan ini sungguh gilang-gemilang. “Tidak ada yang tahu pasti kenapa disebut Cincin Emas,” kata Darya. “Sinar matahari keemasan di musim semi, kubah yang berkilauan, ditambah strategi pemasaran yang cerdas. Banyak orang mengatakan pada saya bahwa mereka mendapatkan kenangan indah di sini.”

Berlokasi strategis di persimpangan Eropa dan Asia  yang dilintasi jalur perdagangan dan transportasi, kawasan Cincin Emas makmur berkat perdagangan Timur-Barat. “Di Cincin Emas, Anda akan melihat sisi lain Rusia. Kehidupan berjalan lebih lambat di sini. Orang-orangnya lebih santai, lebih sederhana, dan lebih banyak berinteraksi dengan sekitarnya,” kata Darya.

Yang lama dan yang baru

Dengan tempat-tempat wisata utama yang berdekatan dan terintegrasi, perjalanan mengelilingi Cincin Emas memberikan Anda pengalaman yang sempurna akan budaya autentik Rusia.

Beberapa kota perhentian, seperti Yaroslavl, Kostroma, dan Vladimir, cukup besar dengan beragam pilihan hotel, guesthouse, dan tempat bersantap. Sementara, kota lain seperti Rostov, Pereslavl- Zalessky, dan Suzdal lebih sepi. Di sini, Anda akan menjumpai pondok-pondok kayu, kereta kuda dan para babushka yang menjual stroberi di sekitar gereja-gereja kayu dan bangunan Kremlin berdinding kokoh.

Kawasan Cincin Emas juga memiliki sejarah panjang dengan tokoh-tokoh Rusia. Yaroslav sang Bijak, Alexander Nevsky dan Peter Agung meninggalkan jejak mereka pada lanskapnya.

Di Pereslavl-Zalessky, sebuah kota kuno berpenduduk 40.000 orang, sekitar 90 km timur laut Sergiev Posad, Biara Goritsky mencuar indah di tebing di atas Danau Pleshcheyevo. Di danau biru yang tenang ini, antara tahun 1688 dan 1693, Peter Agung mengomandoi armada “poteshny”-nya, sebagai cikal bakal angkatan laut Rusia yang tangguh.

Kebangkitan masa kini

Yaroslavl adalah permukiman terbesar dan tertua di Cincin Emas. Kota yang diapit oleh dua sungai, yakni Volga yang luas dan anak sungainya Kotorosl, ini didirikan pada 1010. Di jantung bersejarah kota ini terdapat pasar yang padat oleh kerumunan wisatawan serta pengunjung lokal yang menyelisik barang-barang tradisional Rusia. Kios dan gerai berderet menjajakan smetana (krim asam) yang lezat, vareniki (pangsit) mentega, ikan asap dan madu segar, juga gunungan kecil kaviar merah dan hitam berkualitas tinggi yang menambah sentuhan warna dan kelas.

Meski kental nuansa religi, Cincin Emas menawarkan banyak atraksi selain biara dan gereja. Yaroslavl, contohnya, seantero pusat kota ini adalah Situs Warisan Dunia UNESCO, dengan jalanan yang dijejali arsitektur neoklasik. Pada malam-malam musim panas yang panjang, jalur beraspal di atas sungai Volga dan Kotorosl ramai oleh pengunjung bersepatu roda, jogging, atau jalan-jalan bersama anjing, sementara restoran di pinggir sungai dan perahu-perahu di bawahnya menawarkan santapan lezat dan pertunjukan musik jazz.

Berkat peningkatan jumlah wisatawan, terutama penumpang kapal pesiar Volga yang berlabuh di Yaroslavl, kota ini kembali berjaya.

“Banyak perubahan di sini,” kata penduduk lokal Oleg Pankov. “Berkat perayaan 1.000 tahun kota ini pada 2010, kami sekarang punya gedung konser baru dan hotel baru. Kami juga punya museum ruang angkasa yang didedikasikan untuk pahlawan asal kota ini, Valentina Tereshkova, astronaut wanita pertama di dunia, yang dahulu adalah seorang penjahit.”

Memiliki perpaduan unik sejarah, budaya, dan suasana santai, dengan latar belakang pemandangan arsitektur paling megah di Rusia, tidak heran jika Cincin Emas kian populer di kalangan wisatawan yang datang ke Moskow. Sebuah sisi lain yang menyegarkan dari ibu kota Rusia, kawasan bersejarah ini bagaikan cincin yang memiliki segalanya.

Jakarta to Moscow


Codeshare route with Etihad

Airways flies 7 times a week

Book Now

icon_sound

5 Senses – Sound
Bell tower

Berdiri setinggi hampir 89 m, menara lonceng lima tingkat yang mentereng di Biara Saint Sergius Lavra di Sergiev Posad adalah salah satu menara lonceng tertinggi di Rusia. Pembangunannya memakan waktu hampir 30 tahun (1741–1770), dan dahulu memiliki 42 lonceng, namun sayangnya sebagian besar sudah dihancurkan. Tahun 2003, replika dari lonceng aslinya “Tsar Bell” dipasang, dengan bobot 65 ton dan menjadi lonceng terbesar di Rusia yang masih berfungsi. Menara lonceng ini juga menyajikan pemandangan indah ke Katedral Assumption yang lokasinya berdekatan.