Muscat

Perpaduan sempurna antara yang kuno dan baru, Muscat adalah wujud kebangkitan kembali Kesultanan Oman.

Words and Photography by Tharik Hussain and Afrinaldi Zulhen

Di tengah cuaca yang menyengat dan sekolah-sekolah diliburkan selama musim panas, Muscat, ibu kota Oman, bersiap menyambut satu tanggal yang sangat penting, yakni 23 Juli, atau Hari Kebangkitan.

Tanggal bertuah ini menjadi momen peringatan hari Sultan Qaboos bin Said al Said naik takhta tahun 1970, yang menyelamatkan Oman dari kemunduran budaya dan ekonomi.

Bagi warga Oman, tanggal tersebut melambangkan momen kebangkitan kembali negara mereka dari kemunduran sosial, politik dan budaya karenanya dinamakan Hari Kebangkitan dan kebangkitan ini terlihat jelas di ibu kotanya.

Tidur Panjang

Sebelum 23 Juli 1970, hanya ada dua sekolah di seantero Oman dan keduanya adalah sekolah dasar. Hanya ada dua rumah sakit, yang dikelola gerakan misionaris dari luar dan total panjang jalan beraspal cuma 6 km.

Di saat negara Teluk lainnya ketika itu sibuk memanfaatkan kekayaan baru mereka dari minyak, untuk memodernisasi dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya, Oman justru berada di ambang keterpurukan, bahkan terancam stagnan permanen.

Namun, sejak Sultan naik takhta, sekolah, universitas dan rumah sakit dibuka di seluruh penjuru negeri. Jalan-jalan membentang, bandara mendatangkan wisatawan, dan pelabuhan mendatangkan barang-barang dagangan dari seluruh dunia. Di bawah pengawasan Sultan, para wanita Oman menjadi yang pertama di Teluk yang menempati posisi tinggi dalam pemerintahan. Pembangunan sejumlah gereja dan kuil menjadikan Oman contoh teladan toleransi dan dialog di kawasan ini. Pada tahun 2016, Sultan Qaboos meluncurkan program Visi 2040 Oman, sebuah rencana bertahap untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur, pendidikan dan industri.

Semua dilatarbelakangi oleh kebanggaan bangsa ini akan warisan budaya mereka sebagai adidaya laut yang pernah menguasai perairan hingga ke Afrika, India dan Pakistan. Kala itu, penjelajah Arab, Ahmed bin Majid Al Najdi menggambarkan Muscat sebagai “pelabuhan yang tiada duanya di dunia”.

Oman dipandang sebagai kawasan modern Arab dengan semangat kejayaan masa silam.

Menyaksikan Kebangkitan

Untuk melihat kebangkitan Oman, mulai eksplorasi Anda dari Mutrah Souq, salah satu pasar tertua di dunia. Keramaian dan suasana pasar tradisional Arab yang menjual barang-barang lokal seperti dupa dan perak Oman, hingga jaket bordir Kashmir dan topi Afgan, ini mengingatkan akan peran penting di pelabuhan kota.

Setelah itu, kunjungi Museum Nasional untuk mendapatkan pengetahuan tentang keagungan sejarah Oman. Bangunan baru nan menakjubkan ini memiliki 14 ruang pameran yang akan membawa Anda ke zaman prasejarah hingga masa pemerintahan Sultan saat ini. Anda pun akan tahu apa yang disebut dhow (perahu tradisional) dan shuwa (daging yang dimasak lama).

Dari sana, beranjaklah ke Benteng Al Jalali. Dibangun Portugis tahun 1580-an, benteng ini adalah peninggalan era pendudukan mereka di Muscat tahun 1507 hingga 1650. Dahulu digunakan sebagai penjara, kini benteng tersebut menjadi museum warisan Oman yang menampilkan pertunjukan alat musik bagpipe pada acara-acara militer istana. Al Jalali berdekatan dengan Istana Al Alam milik Sultan dan Benteng Al Mirani, yang juga dibangun Portugis.

Terakhir, kunjungi dua monumen yang melambangkan pemerintahan Sultan Qaboos dan aspirasi budaya Oman modern. Monumen pertama adalah Masjid Agung, bangunan dengan arsitektur Islam modern yang megah—hadiah untuk rakyat Oman dari sang Sultan pada tahun ke-30 pemerintahannya. Anda bisa berkeliling masjid untuk melihat salah satu karpet Persia buatan tangan terbesar dan lampu kristal paling besar di dunia.

Kedua, Royal Opera House Muscat, yang merupakan wujud kecintaan Sultan pada musik klasik Eropa. Bangunan bergaya Italia yang langka di semenanjung Arab ini menampilkan pertunjukan balet, opera, jazz, tari dan seni tradisional.

Sebagai lembaga seni dan budaya terkemuka di negara ini, Royal Opera House mencerminkan keterbukaan Oman terhadap dunia, dan menjadi tempat sempurna untuk menutup perjalanan menjelajahi kebangkitan bangsa ini

For further information, please visit www.garuda-indonesia.com

Jakarta to Muscat


MCT  Codeshare route with Oman Air Airlines

Frequency seven times a week

Book Now

From Colours July 2019

icon_sight

5 Senses – Sight
Marine Life

Anda bisa menyewa kapal untuk menyaksikan lumba-lumba dan paus yang sering bermain di Teluk Oman.