Nias

Terkenal sebagai salah satu tempat berselancar terbaik dunia, Pulau Nias menjadi tujuan utama mereka yang ingin berlibur di pulau nan eksotis, jauh dari keramaian.

Di bawah langit pagi nan biru, pesawat Garuda Indonesia yang membawa 96 penumpang mendarat dengan mulus di Bandara Binaka, Gunungsitoli, Pulau Nias. Berlokasi di bagian barat pesisir Sumatera, pulau ini mungkin terasa jauh, namun Pulau Nias sangat terkenal di kalangan peselancar sebagai satu dari sejumlah tempat berselancar terbaik di dunia.

Sebagai titik bertolak yang ideal untuk menjelajahi Pulau Nias, Kota Gunungsitoli ini sendiri memiliki sembilan pantai dan sejumlah tempat wisata yang patut dikunjungi. Wisatawan dapat melihat Gua Togi Ndrawa, yang diyakini telah ada sejak 12.000 tahun lalu; Museum Pusaka Nias, yang menyimpan kisah sejarah, adat istiadat dan budaya masyarakat Nias; rumah adat Nias di Desa Tumori, serta masih banyak lagi. Anda juga dapat memanjakan lidah dengan makanan khas daerah ini, yaitu Lehedalo Nifange, menu dari bahan daun talas dan kelapa yang disangrai. Makanan lain yang bisa Anda coba cicipi adalah Babae, sejenis bubur yang terbuat dari kacang tolo, santan dan telur, yang oleh penduduk di bagian selatan Nias biasa disajikan saat Natal atau dalam upacara adat.

Setelah puas menjelajahi kota tertua dan terbesar di Pulau Nias, Anda bisa menuju ke Pantai Sorake, yang dapat ditempuh hanya tiga jam berkendara dari Kota Gunungsitoli (ada banyak bus kecil yang siap mengantarkan Anda ke pantai). Sesungguhnya, untuk menuju ke Pantai Sorake dari belahan dunia mana pun sangatlah mudah saat ini, apalagi dengan dibukanya rute langsung Jakarta–Gunungsitoli oleh maskapai Garuda Indonesia, yang terbang tiga kali dalam seminggu.

Pantai Sorake yang berada di Teluk Dalam, ibu kota Kabupaten Nias Selatan, termasuk tempat berselancar terbaik kedua setelah Hawaii. Ombak di sini bisa mencapai tinggi sekitar 15 m. Antara Mei dan September, ombaknya lebih stabil, sekitar 1,8 hingga 2,5 m yang bergulung konstan seperti mesin. Sementara pertandingan selancar banyak diadakan mulai Juni hingga Juli. Sebenarnya, pada bulan apa pun ombak Pulau Nias sangat bagus untuk berselancar, sehingga tidak heran bila kemudian muncul istilah, “All Time Nias”.

The Point, nama untuk pecahan ombak di Pantai Sorake, adalah gelombang right-hander yang sangat besar bertaraf internasional, yang membuat keberadaan Nias diperhitungkan dunia—para peselancar dari berbagai negara datang ke tempat ini khusus untuk merasakan sendiri pengalaman berselancar di merasakan sendiri pengalaman berselancar di The Point yang legendaris. Sementara untuk pecahan ombak yang tidak terlalu tinggi, di dalam The Point, ada area bernama Kiddies Corner. Anda juga dapat mengunjungi Panta Lagundri, yang hanya 2 km dari Pantai Sorake. Pantai ini memiliki pemandangan yang lebih indah dengan pasir pantainya yang putih dan airnya yang biru jernih. Di pantai ini, para peselancar bisa menaiki gulungan ombak hingga sejauh 200 m.

Di Bawomataluo ini, Anda juga dapat menemukan rumah tradisional Omo Nifolasara Sebua, yang diyakini dibangun pada abad ke-18. Dibangun tanpa menggunakan paku, rumah ini memiliki banyak fitur desain yang unik dan artistik yang mirip dengan perahu. Rumah ini mampu menahan gempa, di mana ada sistem dua buah pilar penyokong dipasang diagonal dan dipasang di atas lempengan batu, bukan dipancangkan ke dalam tanah.

Sebelah barat Pulau Nias juga tidak kalah menarik untuk dijelajahi. Di Pantai Sirombu, yang berada di kecamatan bernama sama, Anda dapat bersantai serta menikmati keindahan magis senja dengan semburat merah dan oranyenya. Kota Sirombu hanya berjarak dua jam dari Kota Gunungsitoli dan berdekatan dengan Pulau Asu, tempat para peselancar bertemu dengan ombak besar bersifat left-hand point break.

Baik Anda terpikat dengan besarnya ombak Nias, ataupun ingin mengenal lebih dekat sejarah budaya pulau ini, atau bahkan hanya ingin merasakan kehangatan sinar mentari kala berjemur di pantai terpencil yang masih terasa keasliannya, Pulau Nias merupakan destinasi eksotis yang menanti untuk dijelajahi. Saran kami, bergegaslah berkunjung sebelum lebih banyak wisatawan menemukan permata di tepian Samudra Hindia ini.

JAKARTA – GUNUNGSITOLI – PADANG – JAKARTA


Frequency 3 flights per week

Flight Time 2 hours, 20 mins

Book Now

icon_sight

5 Senses – Sight
PUSAKA NIAS MUSEUM

Museum ini merupakan salah satu museum terbaik di Indonesia. Selain artefak bersejarah, di museum ini ditampilkan pula proyek-proyek konservasi dan fasilitas menginap di rumah adat Nias. Ada pula beragam kegiatan yang berkonsentrasi pada pelestarian budaya Nias.
www.museum-nias.org