5 Senses – Sight
GIRI PUTRI CAVE

A unique and incredible temple hidden in the caves on the hillside. The entrance is deceptively small and hides the spacious and magnificent cave inside. There are many temples arranged neatly within, there is even one up a stairway into the second floor of the cave. The cave temple is a blend of both the Hindu and Buddhist religions. Giri Putri is a most holy and spiritual experience for those looking for cleansing and meditation.

Nusa Penida

Pulau Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan yang berada di pesisir timur Bali merupakan destinasi wisata yang terkenal walaupun tak terlalu besar, sementara pulau tetangganya, Nusa Penida, kadang terlewatkan dari pandangan para wisatawan.

Kira-kira kurang dari satu jam menumpang perahu dari Sanur, tetapi dari mana pun titik tolak Anda, kesan pertama Anda pada pulau ini adalah pulau surgawi yang jauh dari hiruk-pikuk pulau utama. Begitu saya menginjakkan kaki di lembutnya pasir putih, seorang pemandu bernama Pak Yudi langsung menyambut. Dia akan mengajak saya berkeliling selama dua hari ke depan dengan sepeda motornya. Karena jarak dan juga kurangnya transportasi umum, motor merupakan cara paling efisien untuk bepergian dari satu titik ke titik lainnya, walaupun di pulau ini Anda juga dapat menyewa mobil bila tak terlalu nyaman menumpang kendaraan roda dua.

Jalan-jalan utama di Pulau Nusa Penida ini memang mulus, tetapi begitu memasuki Raja Lima yang berada di sisi timur pulau ini, jalanan menuju pantai mulai bergelombang. Jalan seperti ini berlangsung sekitar beberapa kilometer sebelum akhirnya kami sampai ke puncak pas di mana kami disuguhi dengan panorama indah tebing nan curam, puncak dan pulau-pulau kecil. Panorama yang disuguhkan dari titik ini memang begitu dramatis, dengan tembok-tembok tebing yang tinggi, kami merasa sedikit bergidik saat mengarah turun ke arah semenanjung. Dari sini, tampak tiga buah rumah pohon, yang menurut Pak Yudi memang disediakan untuk disewa. Bentuk rumah penginapan tersebut sangat sederhana, tapi menurut saya, menginap di sini dan bangun pagi untuk menikmati keindahan fajar Raja Lima rasanya merupakan sebuah pengalaman luar biasa.

Kami pun turun dari sepeda motor lalu berjalan kaki ke Pantai Atuh, di mana kami harus menuruni jalan setapak berkelok dan curam untuk mencapai pantai, dengan tebing-tebing tinggi yang mengelilingi bak benteng. Setelah berperahu sejenak di laut berair jernih, kami melanjutkan acara dengan menikmati makan siang berupa mi goreng, lengkap dengan minuman kelapa muda segar. Menu ini kami pesan dari salah satu warung yang terdapat di sepanjang tepian pantai. Awalnya hanya ada kami berdua di pantai ini, tapi beberapa jam kemudian, sejumlah wisatawan datang meramaikan putihnya pasir pantai. Kurangnya akses menuju Atuh tampaknya membuat pantai surgawi ini kurang banyak didatangi para wisatawan, namun menurut Pak Yudi, akses menuju Penida sedang direncanakan untuk dibangun guna meningkatkan kunjungan wisata ke tempat ini.

Kain tenun tradisional merupakan bentuk kerajinan khas Nusa Penida, dengan pewarnaan yang alami, kain ini memiliki motif indah yang khas. Di Desa Tanglad, salah satu daerah yang dikenal dengan kualitas tenunannya, kami bertemu Ibu Dede Diari yang tengah sibuk bekerja di belakang alat tenunnya. Ibu Diari bercerita bahwa ada kain tenun yang membutuhkan waktu hingga tiga bulan pengerjaan. Tak heran bila kemudian kain tenun yang dijual di butik-butik di Ubud, bisa mencapai harga hingga USD 500. Membeli langsung dari para penenun tentunya dapat lebih murah, dan saya tak tahan untuk membeli hasil karyanya sebagai oleh-oleh di toko yang berada di bagian depan rumah.

Agenda perjalanan kami keesokan harinya adalah mengunjungi sebuah bukit yang akrab disebut dengan Bukit Teletubbies, yaitu deretan bukit yang dari kejauhan tampak bak program serial di TV untuk anak-anak. Namun tak banyak yang dapat dilihat di sana, setelah berfoto-foto singkat, kami pun melanjutkan perjalanan, menyusuri jalan di pesisir timur dan terus menuju Pura Giri Putri yang terkenal. Pak Yudi menjelaskan bahwa selain Pura Ped dan Pura Puncak Mundi, Giri Putri terkenal karena merupakan salah satu tempat suci di pulau ini, di mana setiap umat Hindu Bali harus mengunjungi tempat ini paling tidak sekali dalam hidupnya. Sebagai turis, menurut saya, Giri Putri memang yang paling mengesankan dibanding dua pura lain, terutama karena berlokasi di gua bawah tanah yang besar. Untuk masuk ke dalam gua tersebut, kita harus merangkak melewati pintu kecil, yang berukuran hanya pas badan orang dewasa, dan setelah di dalam barulah terdapat sejumlah ruang-ruang besar. Sumber mata air di dalam gua tersebut dipercaya mengeluarkan air suci, biasa digunakan dalam upacara oleh masyarakat Bali yang berkunjung untuk menyucikan jiwa dan raga.

Untuk agenda keesokan harinya, kami menuju ke pesisir barat Penida yang berbukit, sekali lagi kami harus melewati jalan tak beraspal yang bergelombang untuk sampai ke puncak tebing berpanorama menakjubkan mulai dari Selat Lombok hingga Bali. Dari sini Anda dapat menyaksikan keindahan Pantai Kelingking, Tebing Saren, Pantai Pasih Uug (Broken Beach), Angel’s Billabong, hingga air terjun Guyangan. Dengan mata air keramat yang berada di kaki tebing tepi laut, air terjun ini dapat diakses dengan menuruni anak tangga yang menempel tepat di sepanjang dinding tebing. Di sisi lain tangga tersebut, tak ada ruang lain, hanya debur ombak yang berada ratusan meter di kaki tebing. Jika Anda bukan penggemar ketinggian, Anda bisa melewatkan tempat-tempat tersebut di atas dan langsung saja menuju pantai-pantai yang lebih mudah diakses seperti Crystal Bay dan Gamat di bagian utara.

Selain panorama yang indah serta keunikan budaya setempatnya (ada beberapa dialek di sini yang berbeda dari dialek di pulau utama Bali), Pulau Nusa Penida memiliki daya tarik lain luar biasa, yaitu air laut yang jernih serta terumbu karang yang belum terjamah. Para penyelam dengan snorkel dan scuba divers mengunjungi sejumlah situs selam bintang lima yang banyak terdapat di pesisir pulau ini. Di tempat-tempat selam tersebut, para penyelam kerap melihat penampakan ikan pari dan mola-mola. Keesokan paginya, saya naik ke atas perahu untuk menyelam dan menuju ke Manta Point di bagian barat daya Pulau Nusa Penida, tak sabar ingin melihat ikan-ikan penghuni lautan luas ini.

Perlu waktu sekitar 30 menit untuk kami sampai ke tempat yang akan dituju, walau harus melewati lautan dengan ombaknya yang besar. Kami berangkat cukup pagi di hari itu, namun sesampainya di teluk, tempat itu sudah dipadati oleh kapal-kapal dengan tujuan yang sama. Banyak para penyelam snorkel di pagi itu, namun demikian kami mendapati penampakan enam ekor pari yang berenang tenang di sekitar penyelam, mereka tak tampak terganggu oleh gerakan para penyelam di dekat mereka. Setelah puas dengan semua panorama suguhan alam, kami kembali ke kapal dan lanjut menuju Toyapakeh. Kami singgah di situs selam yang dikenal dengan nama SD (Sekolah Dasar). Sebagai salah satu situs selam terbaik di Pulau Nusa Penida, SD memiliki arus kencang yang dapat membawa penyelam mengambang melewati terumbu karang yang dipenuhi beragam jenis makhluk bawah air.

Di pantai yang sama tempat pertama kali saya menginjakkan kaki di Pulau Nusa Penida tiga hari lalu, saya mengucapkan selamat berpisah kepada Pak Yudi. Walaupun perjalanan yang kami lakukan penuh dengan hal-hal luar biasa yang membuat saya terpana, saya tetap merasa masih banyak objek wisata lain di pulau ini yang menanti untuk dikunjungi.

Recommended Tour Guide:
www.yourpenida.tours

JAKARTA TO DENPASAR


Frequency Frequency 91 flights per weekk

Flight Time 1 hour, 30 minutes

Book Now