Perth:

Revitalized & Rejuvenated

Perth adalah kota yang unik. Ibu kota Australia Barat ini menghadap ke Samudra India, beriklim Mediterania, lebih dekat ke Asia daripada Pantai Timur Australia dan salah satu kota paling multikultural di dunia. Namun, kota ini jelas bagian dari Australia dan merupakan destinasi terdekat bagi pelancong asal Asia.

Words David Bowden

Beberapa tahun terakhir, pusat Kota Perth yang sebelumnya lengang menjadi lebih semarak dengan hadirnya tempat-tempat makan, minum, dan hiburan baru untuk penduduk lokal dan wisatawan. Kebijakan baru menyulap loronglorong dan jalan setapak. Seni jalanan mengubah wajah kota dan membuat para pekerja kantoran betah berlama-lama bersantai di gerai-gerai yang sedang hip dan trendi.

Di samping melestarikan warisan sejarah kota, area publiknya pun dipercantik. Pusat Kota Perth kini terhubung dengan daerah Northbridge yang meriah berkat pembukaan Yagan Square di bekas lahan kereta api. Jantung kota metropolitan ini dipenuhi beragam restoran, bar dan toko, serta menara layar digital yang menayangkan acara-acara olahraga dan menjadi hiburan bagi penduduk setempat yang menggilai olahraga. Di sini, berdiri patung Wirin, patung pria suku asli Noongar setinggi 9 m yang melambangkan energi kreatif yang memadukan semua sendi kehidupan.

Bila Yagan Square menjadi jantung Kota Perth, Elizabeth Quay adalah paru-parunya. Pembangunan kembali daerah ini menghadirkan kemeriahan baru di tepi Sungai Swan. Hotelhotel internasional mengambil lokasi strategis di tepi sungai, seperti The Ritz-Carlton dan DoubleTree by Hilton yang menawarkan pemandangan Sungai Swan tanpa batas.

Baru-baru ini, hotel butik Quay Perth dibuka Elizabeth Quay. Lantai sepuluhnya dihuni HQ Bar and Kitchen, gerai rooftop elegan yang menyajikan wine Australia Barat, bir kemasan, dan koktail, disertai pemandangan indah ke dermaga, dan suguhan menu modern yang terinspirasi masakan Tiongkok dengan variasi pada hidangan lokal klasik.

Di sudut lain kota ini, DoubleTree baru saja dibuka di Northbridge, sementara QT Perth, The Westin, InterContinental Perth City Centre, Crown Towers, COMO The Treasury, Alex Hotel, Aloft dan Tribe telah melakukan revitalisasi.

Restoran dan bar di masing-masing hotel juga menggali ceruk pasar mereka, seperti Santini Bar and Grill (QT Perth) dan Petition Kitchen (COMO) yang sukses mencuri perhatian. Di lokasinya yang tenang dan hangat, Santini menyajikan hidangan Italia klasik dari bahan-bahan lokal, sementara Petition Kitchen populer untuk acara brunch santai.

Pelancong dengan anggaran terbatas bisa menikmati sate dan paella di Twilight Hawker Market yang digelar setiap Jumat malam dari Oktober hingga April di Forrest Place, dekat stasiun kereta api utama. Untuk menjelajahi lebih banyak, pengunjung dapat mencoba tur keliling kota dengan berjalan kaki. Operator seperti Food Loose (www.foodloosetours.com.au) dan Two Feet & a Heartbeat (www.twofeet.com.au) menyediakan tur jalan-jalan yang dipandu anak-anak muda lokal yang antusias ingin berbagi tips menikmati tempat-tempat populer dan keindahan kota yang tersembunyi. Atau, ikuti tur Segway (segwaytourswa.com.au) untuk merasakan perjalanan menyegarkan di sepanjang tepi Sungai Swan.

Living It Up

Di daerah yang kekayaannya berasal dari sumber daya alam, komoditas dan mineral, cakrawala Perth dihiasi kantor-kantor pusat perusahaan pertambangan terkemuka Australia.

Bangunan-bangunan modern yang berkilauan di bawah langit biru, sinar matahari melimpah, ditambah pencahayaan yang baik, membuat Perth begitu cantik. Hari-hari musim panas biasanya terasa segar di sore hari berkat perubahan arah angin dan udara sejuk dari Samudra Hindia yang mendinginkan kota. Anginmyang terkenal dengan sebutan “Freo Doctor” ini berembus dari kota pelabuhan Fremantle membawa kesejukan. Cuaca di Perth adalah salah satu alasan utama mengapa kota ini sering disebut sebagai salah satu kota paling nyaman di dunia.

Perth sama kosmopolitannya seperti kota-kota lain. Keterpencilan hanya terasa di luar kawasan metropolitan. Bunbury, dengan 71.000 penduduk, adalah kota terbesar kedua di negara bagian Australia Barat, yang berjarak 175 km ke selatan. Kota besar berikutnya adalah ibu kota Australia Selatan, yakni Adelaide, 2.104 km di timur. Perth lebih dekat ke Jakarta dan beberapa kota Asia lainnya daripada ke kota-kota di Pantai Timur Australia.

Setiap hari Minggu pagi, kereta terkenal Indian Pasific bertolak dari Perth Timur untuk menempuh perjalanan legendaris empat hari, tiga malam, sejauh 4.352 km melintasi benua menuju Sydney. Perjalanan kereta api mewah ini meliputi 478 km di jalur kereta lurus terpanjang di dunia, melewati Nullarbor Plain yang tandus.

City in a Park

Terletak di ambang pintu Perth, Kings Park and Botanic Garden adalah salah satu taman kota terbesar di dunia. Membentang lebih dari 400 hektare, taman ini memiliki segalanya, mulai dari bioma untuk beragam spesies tanaman hingga area rekreasi bagi pengunjung.

Pintu utamanya dibarisi pepohonan gom yang kukuh dan, dari titik pandang di atas Sungai Swan, pengunjung dapat melihat burung pelikan dan angsa hitam (asli Australia Barat) berenang di perairan dangkal.

Pada musim panas, orang-orang berpiknik di hamparan rumput yang teduh, bermain kriket, menonton pertunjukan, atau menikmati bioskop terbuka dipayungi bintang-bintang.

Fremantle – Vibrant Port

Beberapa atraksi terbaik Perth lokasinya tidak sampai setengah jam dari pusat kota. Tempat-tempat wisata terdekat antara lain kebun anggur Swan Valley dan pantai-pantai metropolitan yang cantik seperti Cottesloe (lokasi kedai kopi Dôme pertama di dunia) dan City Beach. Bahkan kebun-kebun anggur terkenal di Margaret River hanya berjarak tiga jam berkendara ke selatan.

Di mulut Sungai Swan,terdapat pelabuhan bersejarah Fremantle yang populer di kalangan wisatawan yang sebagian besar datang untuk menyambangi Pasar Fremantle (buka Jumat-Minggu) dan bekas Penjara Fremantle

Gudang-gudang bersejarah, kantor dagang, toko dan pub disulap menjadi kafe, bar, restoran, galeri, toko buku, dan butik. Sekadar menyusuri jalanannya, bersantai di kedai kopi di “Cappuccino Strip” (South Terrace), atau menyeruput bir lokal di pub, menjadi daya tarik tersendiri.

Jelajahi Fishing Boat Harbour untuk menyaksikan ikan diturunkan langsung ke restoran-restoran seafood di sekitarnya. Nikmati seafood segar di Kailis, Cicerello’s dan Sweetlips atau mampir di sebelahnya, Little Creatures, untuk menyantap pizza dan bir.

Bersiaplah dihibur oleh beragam band lokal dan artis-artis populer dunia sepertimJohn Butler Trio, The Waifs atau TamemImpala yang tampil di pinggir pelabuhan.

Rottnest – A Resort Island

Dahulu disebut rats’ nest (sarang tikus), Pulau Rottnest menjadi alasan menarik lainnya untuk berlibur di Perth. Pertama kali dijejaki Belanda pada abad ke-17, pulau ini dinamai Rats’ Nest karena hewan aslinya yang terkenal, yakni quokka, sempat dikira sebagai tikus tambun.


Quokka, yang berbulu lebat dan seukuran kucing, telah menjadi maskot resmi Pulau Rottnest. Berswafoto dengan hewan berkantung yang jinak ini adalah kegiatan yang tak boleh dilewatkan. Aktor Chris Hemsworth, Matt Damon dan Margot Robbie plus pemain tenis Roger Federer semuanya pernah berpose dengan hewan yang bisa dibilang paling bahagia dan lucu di dunia ini.

Penduduk Perth beruntung karena lokasi pulau surga ini sangat dekat, hanya 18 km dari Fremantle. Luasnya cuma 19 km2, sebagian besar bebas kendaraan dan paling cocok dikelilingi dengan berjalan kaki, sepeda atau sepeda listrik. Walaupun tersedia Bus Island Explorer untuk mengelilingipulau, kebanyakan pengunjung memilih menyewa sepeda elektronik, dengan bonus snorkelling gratis untuk menjelajahi Rottnest dan keajaiban bawah lautnya.

Pulau ini menarik terutama untuk liburan keluarga karena perairannya dilindungi terumbu karang lepas pantai, sehingga aman untuk berenang.

Untuk mencapainya, tersedia feri dari Fremantle, pusat Kota Perth dan Hillarys Boat Harbour di utara Perth. Perjalanan dari Fremantle ke Rottnest hanya 30 menit.

Jakarta to Pert


Frequency 4 times a week

Flight time from Jakarta is 4 hours 10 minutes.

Book Now

From Colours August 2019

icon_taste

5 Senses – Taste
Marron

A freshwater crayfish delicacy called marron is Western Australia’s contribution to the gourmet world of crustaceans. Drive to Golden Ponds Fish and Marron Farm in Baldivis, 30 minutes south of Perth.
goldenponds.com.au