Sydney

Bila Anda ingin tahu apa yang menjadikan Sydney salah satu kota paling indah di dunia, jelajahilah pelabuhan dan pantainya, maka Anda akan menemukan pemandangan kota yang luar biasa.

Words by Brian Johnston

Sydney punya satu keistimewaan yang selalu digaungkan oleh para agen real estate-nya. Lokasi, lokasi dan lokasi. Kota ini tersebar di antara teluk-teluk, lengkungan, serta tebing dan pantai yang mudah
dijelajahi dengan berjalan kaki.

Di sebuah jalan yang sempit, sinar matahari menembus sela-sela pepohonan. Seekor kadal berkelebat, sementara di atasnya, burung beo asyik berkicau. Tebing-tebing batu pasir kuning menghunjam ke arah Samudra Pasifik. Dan, ketika berjalan menuruni tebing, Anda akan menemukan pemandangan berbeda, tetumbuhan pakis raksasa dan air menitik di antara bebatuan berlumut. Uniknya, ini bukan sebuah pemandangan di pedesaan, melainkan di jantung Kota Sydney. Di sepanjang jalur pejalan kaki ini, Anda juga akan melihat gedung pencakar langit berkilauan di seberang pelabuhan, bak fatamorgana.

Salah satu hal yang menyenangkan di Sydney adalah Anda masih bisa menemukan hutan belantara yang masih lestari
di sudut-sudut kota. Banyak kawasan pesisirnya yang dijadikan taman nasional. Jalan-jalan di pinggiran kota pun suasananya masih asri. Pelabuhan dan garis pantainya mudah diakses lewat jalur pejalan kaki, meski belum banyak wisatawan yang mengetahui keberadaan jalur tersebut.

Untuk merasakan suasana urbannya yang luar biasa, ikuti saja ke mana penduduk setempat melangkah. Anda akan melihat bagaimana perairan menjadi aset terbesar Sydney, yang membuat kota ini istimewa. Susuri jalur-jalur pejalan kaki yang berujung dengan pemandangan kapal-kapal yacht berayun di teluk berkilauan dan Anda akan mengerti mengapa Sydney sering disebut sebagai salah satu kota tercantik di dunia.

Dari semua jalur pejalan kaki di tepi laut Sydney, jalur pesisir dari Bondi ke Coogee bisa dibilang paling terkenal. Bondi diambil dari bahasa Aborigin yang berarti ‘gemuruh air’, dan Anda akan paham maksudnya saat melihat ombak bergulung di pantai ini. Bondi adalah pantai paling populer di Australia dan sering dikunjungi oleh para peselancar, perenang hingga pemandi matahari, dengan deretan kafe dan toko. Dari sini, Anda bisa berjalan santai selama dua jam menuju Coogee.

Jalur tersebut dimulai dari dekat kolam pemandian di ujung selatan Bondi, mengarah ke Tamarama dan kemudian Bronte, tempat penduduk lokal menikmati sore di kafe-kafe outdoor. Sebelum tiba di Coogee, Anda akan berjalan melewati Waverley Cemetery, yang terletak sempurna di puncak tebing dan merupakan kawasan hunian para pesohor Australia. Pantai di daerah ini dikelilingi tanjung yang subur dan kafe-kafe yang ramai.

Jalur pejalan kaki ini menyuguhkan pemandangan lautan, namun jalur di sisi pelabuhan masih kurang populer. Pinggiran Kota North Shore yang elegan menawarkan beberapa jalur paling indah di Sydney. Naiklah feri dari pusat kota melintasi pelabuhan ke Kirribilli. Dari sini, Anda bisa berjalan mengitari beberapa teluk, melintasi jalan-jalan pinggiran kota, kadang-kadang melewati taman publik, lalu melalui hamparan semak belukar. Alihkan sejenak pandangan Anda dari panorama cakrawala kota dan Opera House dan Anda akan terkagum melihat taman-taman yang terawat apik dan rumah-rumah mewah di tepi sungai. Anda bisa menyudahi perjalanan di Mosman, yang pernah menjadi pangkalan nelayan ikan paus di abad ke-19 dan sekarang menjadi salah satu kawasan suburban paling menarik di Sydney.

Bila ingin jalur yang lebih menantang, bisa dimulai di Spit Bridge, ke arah timur dari Mosman. Jalur yang dilengkapi petunjuk jalan ini dimulai dengan kawasan vegetasi lebat dan pantai lumpur tempat bangau berburu ikan. Dari sini, Anda akan dibawa menanjak dan turun melewati beberapa tanjung di Middle Harbour, merambah semak kering di puncak tebing, sebelum sampai di daerah vegetasi sub-tropis yang tumbuh subur di sekitar parit yang teduh dan tersembunyi. Kupu-kupu putih melayang di antara pepohonan pakis raksasa dan air menetesi bebatuan.

Setelah itu, jalur kembali menanjak, menyusuri puncak tebing tinggi, di mana Anda akan menemukan ukiran batu Aborigin bergambar kanguru dan ikan. Dari ketinggian ini, tersaji pemandangan menakjubkan ke arah pelabuhan dan gedung-gedung pencakar langit kota, yang seolah menyembul dari semak-semak belukar seperti dalam film sains fiksi.

Sebagian besar jalur pejalan kaki ke Manly melintasi Taman Nasional Sydney Harbour. Tempat ini memanjakan mata dengan pemandangan semak berbunga banksia khas Australia. Kadal ekor merah sering terlihat berjemur di atas bebatuan. Kakaktua warna putih dan emas terbang di antara pepohonan, melengking keras. Burung perkici menghampiri pengunjung yang sedang piknik, berharap diberi makanan. Pengunjung pun dengan senang hati berbagi dengan burung-burung unik berwarna zamrud, biru, merah dan kuning itu.

Pepohonan asli Australia di taman nasional ini memiliki bentuk yang sangat tidak biasa, namun terlihat indah. Ada yang kulitnya berwarna pink salmon, bertekstur halus dan dingin, dengan garis-garis tipis dari getah hitam dan ada yang kulitnya putih dengan guratan-guratan hitam seperti coretan seorang bocah yang sedang marah.

Lintasan alam di jalur ini berakhir di pinggiran Balgowlah. Dari sini, Anda akan memasuki jalur beton yang bahkan
bisa diakses dengan kursi roda, mengitari pinggiran kota di sisi pelabuhan. Pemandangannya pun tak kalah menarik, dengan taman-taman cantik, kapal pesiar yang bergayut ditambat jangkar dan kapal-kapal feri hijau Manly yang menghadap ke dermaga.

Manly telah menjadi tujuan wisata warga Sydney sejak layanan feri beroperasi dari kota tahun 1854. Sampai sekarang, perjalanan dengan feri selama 30 menit masih menjadi pilihan favorit wisatawan saat mengunjungi Sydney. Pinggiran kota ini terletak sempurna di semenanjung antara laut dan pelabuhan, dengan belasan pantai yang sebagian tersembunyi di teluk-teluk kecil dan hanya diketahui oleh penduduk setempat. Pantai utamanya, yang berpasir kuning emas, menarik ribuan pelancong dan dijaga oleh para penjaga pantai bertopi merah dan kuning yang khas.

Dari Manly, lanjutkan berjalan-jalan ke atas bukit, melewati rumah sakit dan markas cadangan militer, dan Anda akan sampai di Stasiun Old Quarantine, yang didirikan tahun 1830-an dan dahulu digunakan untuk merawat para imigran yang mengidap penyakit menular. Tersedia tur berpemandu pada siang hari, yang memberikan wawasan tentang sejarah imigrasi di Sydney dan kisah-kisah menarik di bidang kedokteran. Namun, yang lebih populer adalah wisata horor di malam hari untuk mereka yang ingin menguji nyali.

Lebih jauh ke atas, Anda akan memasuki bagian lain dari Taman Nasional Sydney Harbour, yang dihiasi banyak ukiran batu Aborigin peninggalan klan Kameygal dan menjadi habitat beberapa spesies mamalia berkantung langka. Jalur ini berakhir di tebing menuju pelabuhan di North Head, dengan pemandangan menakjubkan mulai dari bawah laut, pulau-pulau, tebing dan kapal yacht, sampai gedung pencakar langit di pusat kota. Inilah panorama terindah Kota Sydney.

JAKARTA TO SYDNEY


Flight Time 6 hours, 15 mins

Frequency 5 flights per week

Book Now

icon_taste

5 Senses – Taste
ARIA

Restoran Aria tak hanya menawarkan pemandangan Opera House dan Circular Quay, tempat feri lalu lalang, tetapi juga menyajikan layanan sempurna dan hidangan yang imajinatif. Chef selebriti Matt Moran terus berinovasi dengan masakan Australia modern yang ia definisikan sebagai “perpaduan cita rasa, budaya dan bahan-bahan segar”. Cicipi sweet pork belly atau ikan tenggiri raja dengan saus lemon dan caper, yang selalu menjadi favorit para pelanggan.
www.ariarestaurant.com