maumere_main

Maumere: Heart of The Cape of Flower

Flores dikenal sebagai salah satu pulau terindah di Indonesia. Colours mengunjungi Maumere untuk menjelajahi daerah dengan pesona alamnya yang menakjubkan dan tradisinya yang kaya.

Words and photography by Mark Eveleigh

maumere_01
Saat ini di mana hutan dirambah setiap hari, menjadi satu kesempatan istimewa bisa bertemu dengan seorang pria yang pada suatu ketika memutuskan untuk menanam pepohonan seorang diri. Viktor Emanuel Rayon, atau lebih dikenal di sekitar Kota Maumere sebagai Bapak Akong, bersama istrinya telah menanam hutan bakau—mereka biasanya memikul lebih dari seribu bibit di punggung—yang kini luasnya mencapai 60 hektar.

Sang nelayan dan keluarganya mati-matian menyelamatkan diri ketika tsunami besar melanda pesisir utara Flores pada 1992.“Kami harus berlari ke atas bukit bersama enam anak kami,” kenang Pak Akong, “gelombang mengejar dan guncangan yang sangat kuat membuat batu-batu berjatuhan di hadapan kami.” Mereka kehilangan rumah dan semua barang-barang, tetapi terbilang beruntung karena tetap hidup. “Hutan bakau telah dibabat untuk diambil kayunya sehingga tidak adalah penghalang yang melindungi pesisir,” jelas Pak Akong. “Makanya, empat bulan setelah tsunami, saya memutuskan bahwa kami harus menanam kembali pohon-pohon bakau.”

maumere_03

Kini hutan bakau tersebut menjadi habitat alami bagi satwa-satwa liar dan burung-burung telah kembali. untuk tinggal di sana. Masyarakat setempat diperbolehkan mengambil ikan dan kerang serta mengumpulkan daun bakau yang digunakan sebagai makanan musiman, dan kulit bakau untuk obat tradisional, namun dilarang menebang pohon-pohon bakau untuk membangun rumah. Dengan bantuan anak-anaknya, Pak Akong bahkan membangun perlintasan bambu 350 meter (lengkap dengan tempat berteduh dan sebuah menara pengawas) sebagai akses menuju pantai indah di luar hutan bakau. Meski untuk bertahan terpaksa mengandalkan sumbangan dari pengunjung, hutan ini harus diakui menjadi monumen hidup yang mengingatkan akan potensi manusia untuk membuat bumi kita lebih kuat, bukannya lemah.

Hutan buatan Pak Akong menjadi tempat yang tak terlupakan di pulau nan indah ini, yang oleh penjelajah Portugis diberi nama “Tanjung Bunga”. Pantai Koka, yang terbentang di pantai selatan dan hanya satu jam dari Kota Maumere, masih mempertahankan keindahan alaminya yang mungkin dulu mengilhami penamaan daerah tersebut. Dengan dua pantai pasir putih yang melengkung sempurna, Koka bisa menjadi latar belakang film-film Hollywood tentang pulau fantasi tropis.

maumere_02

“Keluarga saya selalu mencintai dan menghormati tempat ini,” kata pemandu saya, Helena. “Kakek buyut saya adalah raja di daerah ini dan dimakamkan di bukit di sebelah timur. Jadi Koka adalah tempat berziarah bagi kami.” Helena adalah karyawan di Capa Resort Maumere, tetapi dengan kecantikannya, bola matanya yang hitam, dan nama Helena Nina Caritatis Hokeng, saya tidak kaget mengetahui bahwa saya sedang berbicara dengan seorang wanita yang mungkin di zaman lain adalah seorang putri. Tempat ini dahulu adalah daerah kerajaan di gunung yang sangat feodal, dan tak lama setelah matahari terbit keesokan hari, saat Helena dan saya menuju danau kawah legendaris Kelimutu, kami bertemu keturunan raja lainnya, Bapak Marcus. Dengan energi yang tak ada habisnya, Bapak Marcus, sekarang bekerja sebagai pemandu di lereng gunung tempat keluarganya tinggal selama ini…dan pernah berkuasa.

“Rakyat kami menggiring kerbau di sini dan menanam tembakau di lembah-lembah,” katanya, “Sekarang kami memandu wisatawan berkeliling atau menjual makanan ringan. Kelimutu selalu memiliki kekuatan spiritual. Kadang-kadang orang bisa jadi gila atau tersesat di sini. Terutama Danau Atapolo yang memiliki kekuatan sihir gelap dan bisa menarik orang untuk melompat ke dalamnya. “

maumere_04

Bahkan pada hari yang cerah seperti hari ini, aroma spiritualitas jelas terasa di ketiga danau kawah misterius yang terkenal dengan warnanya yang berubah-ubah. Terakhir kali saya mengunjungi tempat ini (7 tahun lalu) danaunya berwarna cokelat gelap, hijau dan putih susu. Saya berasumsi bahwa perubahan itu terjadi secara bertahap. Namun, istri Bapak Marcus, Martina—yang sudah delapan tahun terakhir ini setiap harinya berjalan kaki sampai ke puncak, dengan membawa makanan ringan dan termos berisi kopi jahe nikmat dan menyegarkan untuk dijual kepada pelancong —menjelaskan bahwa kadang-kadang perubahan tak terduga terjadi dalam semalam: “Dalam dua hari terakhir Danau Nuwamuri Ko’o Fai berubah dari putih susu menjadi hijau terang,” katanya. “Enam bulan lalu Danau Atapolo berwarna cokelat gelap dan sekarang warnanya hijau. Kami selalu mengamati Atapolo karena kami percaya roh penyihir dan mereka yang berlatih ilmu hitam ada di danau itu.”

Perubahan cuaca bahkan lebih cepat dari pergantian warna danau di dataran tinggi itu, dan pada pagi hari awan hujan tebal memaksa kami kembali ke pantai dan menuju dunia yang lebih berwarna-warni. Sayang sekali jika Anda mengunjungi Flores tanpa menjelajahi tradisi tenun yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat di sini. Flores dikenal dengan ikat halusnya, dan para wanita yang bekerja di Koperasi Tenun Wanita Lepo Lorun tersohor sebagai para seniman kain terbaik di dunia. Alfonsa Horeng mendirikan Lepo Lorun tahun 2003 dan sejak itu dia telah berkeliling ke lebih dari 30 negara untuk memamerkan ikat halus dari daerahnya.

maumere_05

“Tenun ikat terbaik dibuat memakai pewarna alami, tetapi prosesnya sangat panjang,” kata seniman ikat Mariana Susmiyati Lering sambil hati-hati mengikat gulungan benang untuk diwarnai. “Saya akan memakai warna indigo, kunyit, kulit mangga dan akar mengkudu di bagian ini dan mungkin proses pengerjaan kain ini akan memakan satu tahun sampai selesai.” Setiap bagian benang, yang diwarnai sendiri, dan kemudian ditenun menjadi ikat memiliki keunikan tersendiri. Meski desain modern mulai bermunculan, motif-motif kuno yang identik dengan pulau Flores tetap dipertahankan.

“Ini adalah motif favorit yang disebut mawarani,” lanjut Mariana, saat dia membuka kain halus yang bermotif bintang besar dan serangkaian bunga yang lebih kecil. “Kami percaya bahwa itu menggambarkan seorang ibu yang pengasih menjelaskan kepada putrinya bagaimana caranya jadi mandiri dan berpikir untuk diri mereka sendiri.” Menyenangkan rasanya melihat di desa sekitar Lepo Lorun, banyak gadis-gadis muda yang sedang belajar tradisi tua ini. Sama seperti Bapak Akong yang menyadari bahwa mengabaikan tradisi nenek moyang adalah sebuah kesalahan besar, masyarakat tenun di Maumere juga menyadari pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi.

Denpasar – Kupang – Ende


Frekuensi 6 kali seminggu

Pesan Sekarang

From Colours January 2016

icon_taste
maumere_senses

5 Senses – Taste
KUAH ASAM

Nikmati rasa pekat yang menyegarkan dari kuliner khas Maumere, kuah asam. Makanan yang dibuat dari kaldu ikan pedas dan dibumbui dengan kunyit, ini tersedia di warung lokal di seluruh kota dan paling enak disajikan sebagai lauk untuk menemani kelezatan lokal lainnya, seperti nasi jagung (nasi yang dimasak dengan jagung), rumpu rampe (daun pepaya yang dibumbui) dan ikan yang dimasak dengan berbagai cara.