yogyakarta_main

Yogyakarta: Cradle of Culture

Seiring terbitnya matahari di ufuk timur, sinar mentari menembus awan, cahayanya masuk ke dalam stupa batu di Borobudur.

Words by Binsar Bob Napitupulu

yogyakarta_01

Di dalam stupa batu yang berjumlah 72 buah tersebut, terdapat patung Buddha yang sedang duduk bermeditasi. Kabut tebal bergantung rendah menyelimuti lapisan terbawah candi Buddha Mahayana dari abad ke-9 yang mengagumkan ini. Tampak ribuan pucuk pohon di sekitar Borobudur tertutupi kabut. Saya merasa sedamai patung Buddha yang sedang bermeditasi—untuk sesaat seakan situs sebesar itu terasa ringan dan saya merasa bak sedang melayang di atas awan. Berdiri di puncak Borobudur, tangan saya pun menyentuh batu stupa yang dingin dan kasar di pusat candi, saya merasa seperti kembali ke sejarah dan budaya manusia yang telah berusia ribuan tahun.

Kunjungan saya ke Yogyakarta ini adalah untuk yang keempat kalinya dan setiap kali datang ke kota ini, saya selalu mempelajari hal baru, melihat sesuatu yang berbeda, dan mendapatkan pengalaman unik. Bagaimanapun juga Yogyakarta adalah kota pelajar—tempat berdirinya beberapa lembaga pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia — dan sepertinya percampuran antara budaya Jawa klasik dengan para pelajar yang tinggal di sanalah yang memberikan kota ini aura baru dan modern, yang membangkitkan semangat sekaligus memberikan rasa damai.

yogyakarta_02

Di sekitar kota, Anda akan menemukan kafe, restoran, dan toko-toko kecil yang unik dan tidak biasa. Karya seni mural yang meriah di tiap sudut Sosrowijayan tampak kontras dengan toko wayang dan galeri batik tradisional yang terselip di gang-gang sempit. Kota ini dibangun mengelilingi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, istana kerajaan yang berdiri di pusatnya. Sang Sultan masih tinggal di sini dan para perajin tradisional masih bekerja di balik dinding-dindingnya. Di saat yang sama sejumlah
seniman kontemporer terkemuka di Indonesia dan galeri-galeri seni juga menganggap kota ini sebagai rumah mereka.

Salah satu seniman kontemporer terkenal Indonesia, Affandi, tinggal di Yogyakarta hingga akhir hayatnya pada tahun 1990. Rumahnya-bangunan unik yang dia desain dan bangun sendiri – kini dijadikan museum yang menyimpan seluruh hasil karyanya (www.afandi.org). Dalam Museum Affandi ini terdapat lebih dari 200 lukisan abstrak yang dibuatnya dan juga mobil Mustang Galant tahun 1970 warna hijau muda yang diletakkan di tengah galeri.

yogyakarta_03

Jika Anda suka mendatangi pasar, Jalan Malioboro adalah tempat yang tepat untuk berbelanja pakaian, kain, rempah-rempah, kerajinan tangan yang unik, hingga peralatan rumah tangga. Di sekitar Jalan Malioboro, Anda juga dapat menikmati makanan khas kaki lima seperti sate kambing dengan bumbu kacang, hidangan laut yang segar, sampai hidangan klasik kota ini, gudeg.

Setelah menghabiskan seporsi makanan kaki lima khas Yogyakarta, Anda bisa membakar kalori dengan banyak cara menyenangkan. Bersepeda di sekitar kota adalah cara paling mudah untuk menelusuri sudut-sudut kota, atau pedesaan untuk menikmati keindahan panorama sawah dan ladang. Hijaunya kota ini berutang pada suburnya tanah vulkanis di Yogyakarta.

yogyakarta_04

Di atas cakrawala, 40 km di kejauhan, Gunung Merapi yang masih aktif membayangi kota dengan gumpalan asap membentang tipis dan menempel pada puncaknya yang dapat dilihat setidaknya 300 hari dalam setahun. Merapi yang berarti ‘gunung api’, menurut legenda setempat adalah tempat keraton ruh para leluhur. Nama ini juga diyakini berasal dari nama dua hamba yang tidak taat pada para dewa—Rama dan Permadi yang terkubur di bawahnya ketika gunung itu diletakkan di sana oleh para dewa untuk mengembalikan keseimbangan ke Jawa. Untuk menjaga keseimbangan ini, penduduk lokal memiliki filosofi agar menjaga dan melestarikan gunung, dengan demikian kesuburan tanahnya akan memberikan kesejahteraan bagi mereka.

Mereka yang berjiwa petualang dapat mendaki gunung berapi strato setinggi 2.930 meter tersebut selama sekitar empat jam. Pemandangan dari atas awan spektakuler. Saya sendiri belum pernah ke puncaknya. Saya mengagendakannya untuk perjalanan berikutnya.

Jakarta ke Yogyakarta


Waktu Penerbangan 50 menit

Frekuensi 70 kali seminggu

Pesan Sekarang

Dari Colours January 2016

icon_touch
yogyakarta_senses

5 Senses – Touch
FEEL THE THRILL

Jawa Tengah diberkahi dengan objek wisata alam yang sempurna untuk petualangan outbound, seperti caving di Gua Jomblang, trekking di sekitar Bukit Menoreh, atau melintasi pepohonan di Kalibiru.