1

Bangkok

4

Kawasan Bangkok dan sekitarnya terhubung oleh jaringan air berupa kanal-kanal sepanjang lebih dari 300 km.
Salah satu kenikmatan tak terduga di kota yang terkenal sibuk dengan jalan rayanya yang padat adalah menemukan kedamaian dengan mengunjungi kanal-kanalnya.

Words and photography by Mark Eveleigh

Melihat Mr Lek langsung terbayang aksi seorang pilot pesawat tempur. Dengan refleks yang cepat dan ketangkasan dalam mengendalikan perahu, Mr Lek membawa perahunya membelah Sungai Chao Phraya yang beriak. Ia melajukan perahu ekor panjangnya menjauh dari tempat berlabuh di dermaga Pra Athit dan — dengan ketangkasannya pada tuas kendali dan kecepatannya membelokkan arah kapal — melesat di antara perahu-perahu yang berdesakan di salah satu saluran air perkotaan tersibuk di dunia itu.

5

Mr Lek membawa kami ke jalur utama di sungai besar Bangkok dan melewati sebuah tongkang kayu tua pembawa beras yang terlihat garang di hulu sungai seperti seorang wanita tua sedang berjalan ke pasar pagi. Dua perahu komuter kecil memanjang, dihiasi iklan balsem Tiger Balm dan Kratingdaeng, melaju dengan membawa pekerja, anak-anak sekolah dan para biksu berjubah jingga. Konvoi besar kapal tongkang pasir—kapal tua hitam besar seperti sekumpulan hewan yang berjalan lambat—terlihat di tengah sungai. Setelah konvoi itu berlalu, Mr Lek memacu mesinnya yang kuat dan kami melaju di depan sebuah kapal pesiar putih berkilauan, bak seorang putri nan anggun dengan berlian berkilau pada mahkotanya.

Haluan perahu kami yang besar pelan-pelan memasuki jalur sempit di kanal Khlong Mon dan beberapa menit kemudian kami seperti berada di dunia lain.

3

“Jajaran rumah cokelat dari bambu, tikar, dedaunan, bergaya arsitektur serba tanaman, bermunculan dari tanah di tepi sungai berlumpur.” Joseph Conrad menulis kata-kata ini 130 tahun lalu di tempat yang sekarang bernama Writers Room di Hotel Mandarin Oriental, dan bahkan hingga kini, di tengah hiruk-pikuk bisnis Bangkok yang berkembang pesat Anda tak perlu pergi jauh untuk menemukan sisi kuno kota ini yang tak banyak berubah dalam
satu abad terakhir.

Mr Lek mengecilkan suara mesinnya saat kami melintasi sepanjang jalur Khlong Sen. Ini adalah jalur tersempit dari kanal utama Central Bangkok (di sini disebut khlongs), dan awalnya dihuni oleh orang-orang Mon dari Myanmar yang bertugas memungut pajak kerajaan. Meski para pemungut pajak sudah tak lagi tinggal di sana, namun dalam
berbagai hal kehidupan tak banyak berubah selama berabad-abad dan orang-orang masih mandi, memancing dan mencuci pakaian mereka di jalur air yang berfungsi sebagai jalan utama komunitas mereka. Rumah-rumah
miniatur diletakkan di depan banyak rumah. “Rumah Tuhan” di atas sebuah pilar kokoh dan “Rumah Roh” yang berukuran lebih kecil di atas empat panggung.

“Kami umat Buddha percaya bahwa semua tempat dihuni oleh roh,” kata Saraporn Watcharasemakul, pemandu dari agen wisata Travel Backyard, kepada saya, “jadi sebelum kami membangun rumah, kami harus membuat rumah untuk ditempati roh agar mereka bahagia.”

14

Kami melintas perlahan menyusuri kanal menuju Khlong Bang Luang, di mana seorang pria tua melempar segenggam nasi untuk ikan-ikan lele raksasa yang mengangkat punggung bersisik mereka seperti naga laut di sungai.

“Kami tidak pernah makan ikan ini,” jelas Saraporn, “pria itu memberi persembahan kepada ikan agar mereka membawa pergi ketidakberuntungan. Jadi kalau kita memakan ikan itu kita akan mengalami ketidakberuntungan yang sama.”

Kuil Bang Luang Wat berada di atas kami di tepi sungai, dilapisi emas dengan atap penuh hiasan yang tampak seperti jari menengadah ke langit. Bahkan perpustakaan suci di kuil ini berdiri di atas panggung di kolam lele, tapi dalam kasus ini parit kecil dibuat untuk mencegah rayap memakan perkamen tak ternilai dan dokumen-dokumen
sakral di dalamnya.

18

Kami meneruskan pelayaran kami dan Mr Lek membawa kami keluar ke Khlong Bangkokyai yang lebih luas. Lengkung kanal ini mengikuti alur sungai utama Chao Phraya; karena air selalu memilih jalur yang paling sedikit hambatannya, kanal lain yang dibuat untuk transportasi langsung ke hilir diperlebar hingga berkembang menjadi
aliran utama sungai, sedangkan jalur lama—Khlong Bangkokyai—diturunkan menjadi kanal sekunder.

Beberapa khlong dibangun sebagai jalur perdagangan atau disediakan semata-mata untuk keperluan raja, sementara khlong lain dibuat untuk menggerakkan pasukan ke garis depan. Khlong Saen Saeb sepanjang 54 km dibangun hampir 200 tahun lalu untuk memindahkan pasukan dan persediaan kegaris pertahanan selama perang Thailand
dengan Vietnam dan Kamboja. Bahkan saat ini Saen Saeb masih menjadi rute paling nyaman di kota pada jam sibuk dan digunakan oleh ribuan orang setiap hari. Banyak jembatan di sini rendah sekali, sampai-sampai ketika air pasang para kondektur kapal mengenakan helm dan kapal dilengkapi tuas khusus agar kapten bisa menurunkan atap kapal. Alhasil, kapal jadi terlihat seperti perahu jet James Bond saat melaju melewati celah yang sangat sempit dan menciut ke bawah ketika mendekati jembatan.

19

Sepertinya tak ada kota lain di dunia, di mana drama kehidupan sehari-hari dimainkan dengan begitu menarik di sungai dan kanalnya. Anda tak bisa benar-benar mengenal Bangkok jika belum menghabiskan waktu melayari perairan yang luas di pinggiran Kota Malaikat ini.

Chiang Mai
“Rose of the North”, Chiang Mai menyuguhkan nuansa yang sangat berbeda dengan kesibukan yang ada di kota-kota bagian selatan Thailand. Di sini, suasana tenang dikelilingi dengan rimbunnya hutan hujan, air terjun dan bunga-bunga cantik. Anda bisa melihat kehidupan masyarakat Thailand yang sesungguhnya di Chiang Mai ini, di mana
wisatawan dapat bersantai di dalam hutan atau lebih dekat dengan alam dengan menginap di salah satu kamp petualangan.

11

Kota terbesar di Thailand Utara merupakan ibu kota kerajaan kuno Lan Na, salah satu daerah yang pertama kali berdiri. Kekayaan sejarah membuat Chiang Mai menjadi salah satu kota budaya yang penting, lengkap dengan
beragam kuil dan juga festival, termasuk festival Tahun Baru khas Thailand, Songkran yang diadakan setiap bulan April. Chiang Mai adalah tempat di mana para wisatawan akan disambut dengan sapaan dan gaya hidup khas Thailand, dengan ratusan biara yang menjulang tinggi di tempat ini.

Koh Samui
Untuk mendapatkan nuansa pantai yang indah, Anda bisa bergerak ke selatan dari Bangkok menuju Koh Samui. Pulau ini mungkin bukan salah satu pulau wisata yang baru, tetapi pastinya salah satu yang terbaik. Pada sejumlah pantainya yang berpasir putih terdapat beberapa resor paling mewah di Asia, antara lain Sheraton Samui yang berlokasi di tepi pantai dan vila romantis nan terpencil Vana Belle, lengkap dengan restoran kelas dunia yang menyuguhkan menu Thailand dan internasional, serta fasilitas spa yang lengkap. Pantai paling terkenal adalah Chaweng, pantai paling cantik di pulau ini.

10

Selain penginapan prestisius, Koh Samui juga menawarkan kesempatan untuk berjalan-jalan dan pasar-pasar rakyat yang begitu ramai di malam hari, semarak dengan banyaknya pedagang makanan, restoran-restoran seafood, serta bar dan pub yang ramai. Mengunjungi Koh Samui tak akan lengkap tanpa mengunjungi tempat-tempat ikonis seperti patung Big Buddha setinggi 12 m di pesisir bagian utara Koh Samui.

Travel Etiquette
Bertepatan dengan berpulangnya Raja Bhumibol Adulyadej, Thailand berduka cita selama 30 hari. Walaupun wisatawan masih dapat mengunjungi pantai serta menikmati kehidupan malam, seluruh ajang hiburan mengalami penundaan atau dibatalkan sebagai bentuk penghormatan. Selama masa berduka cita, masyarakat Thailand
mengenakan busana berwarna hitam, putih atau warna-warna gelap. Sementara pegawai pemerintahan atau keluarga kerajaan akan mengenakan busana berwarna hitam selama satu tahun. Wisatawan tentunya tak dikenai
aturan ini, namun mengenakan warna-warna gelap dan menunjukkan penghormatan akan diapresiasi oleh masyarakat Thailand. Selama momen tersebut, Anda akan melihat banyak orang yang menggunduli kepalanya, sebagai bentuk penghormatan bagi mereka yang berpulang. Raja Bhumibol Adulyadej telah memerintah selama 70 tahun dari Juni 1946. Sang raja sangat dihormati dan dicintai sebagai figur pemersatu oleh oleh masyarakat Thailand. Raja Bhumibol Adulyadej tercatat sebagai raja yang memerintah paling lama.

Jakarta ke Bangkok


Waktu Penerbangan 3 jam 5 menit

Frekuensi 21 kali seminggu

Bangkok ke Chiang Mai


Frekuensi 28 kali seminggu

Codeshare route with Bangkok Airways

Bangkok ke Koh Samui


Frekuensi 42 kali seminggu

Codeshare route with Bangkok Airways

Pesan Sekarang

Dari Colours November 2016

icon_taste
13

5 Senses – Taste
BBQ SCORPION

Anda belum layak disebut orang Bangkok kalau belum pernah mencicipi belalang goreng dan kalajengking bakar. Backyard Travel (www.backyardtravel.com) dapat mengatur perjalanan Anda menyusuri perairan Bangkok dan pasar lokalnya yang meriah. Tur apa pun yang Anda ambil, pastikan bertanya pada pemandu jika Anda ingin menikmati makanan kaki lima paling menarik dan lezat—atau yang paling aneh. Dengan pesona desainnya yang bergaya urban-chic, Sheepshank (www.sheepshankpublichouse.com) adalah salah satu restoran tepi sungai paling menggugah untuk acara bersantap yang lebih formal.