japan_main

Japan: Sakura Spring

Kala merah jambu sakura mewarnai penjuru Jepang di musim semi, tak ada yang dapat menandingi keindahan bekas ibu kota, Kyoto dan Nara. Colours bergabung dengan orang-orang yang berpiknik untuk menikmati keindahan pesona musim semi.

Words by Rob Goss

japan_01

Anda tak perlu menelisik jauh di balik fasad nan modern untuk melihat bagaimana Jepang menyikapi tiap musim yang ada. Lihat saja menu dan kuliner yang kerap berubah, dari mi dingin saat musim panas hingga makanan rebusan pada musim dingin.

Tempat-tempat makan tersebut juga buka di saat yang tepat, Anda bisa mengganti baju kerja dengan baju lengan pendek yang kasual pada awal musim panas atau berkumpul bersama dengan rekan-rekan kerja setelah pulang kantor di malam Tahun Baru. Perhatikan lebih dekat lagi, maka Anda bisa melihat betapa musim yang ada memberikan pengaruh signifikan terhadap berbagai hal, dari seni, puisi, arsitektur, hingga agama, dan pengaruh tersebut tampak sangat besar di musim semi.

japan_02

Awal sekolah dan bisnis dimulai pada 1 April, tepat setelah musim dingin berakhir di Jepang, menyambut datangnya musim yang hangat dan merayakan semburat warna merah jambu dari sakura yang mekar menemani musim ini.

Walau tak terlalu terobsesi dengan sakura, Jepang menaruh perhatian besar pada bunga ini. Kuncup bunga yang mulai merekah dapat diikuti perkembangannya dengan aplikasi pada ponsel, dan dikabarkan lewat berita TV setiap hari. Dengan demikian, semua orang bisa menentukan kapan dimulainya pesta menikmati mekarnya bunga sakura. Semua orang menikmati o-hanami (pesta menikmati mekarnya bunga sakura), dengan sekelompok rekan kerja, kawan sekolah, teman-teman, maupun keluarga. Mereka mengunjungi tempat-tempat yang dipenuhi bunga bermekaran, seperti taman, tepian sungai, kuil, dan tempat suci untuk merayakan momen ini. Waktunya pun bervariasi, dari sore hari di bawah pohon bunga sakura hingga seharian piknik sambil menikmati sake.

japan_03

Di Tokyo, taman-taman seperti Ueno Koen juga dipenuhi oleh para pengunjung yang sengaja datang untuk piknik, karpet berwarna biru sebagai alas tampak kontras dengan warna merah jambu dan putih dari bunga sakura di atas pohon. Sementara itu tempattempat seperti Chidorigafuchi di Imperial Palace menyuguhkan suasana yang agak tenang, bunga-bunga yang merekah tampak merunduk dan bayangannya terbias di atas air. Sungguh, tak ada yang bisa menandingi keindahan nuansa tradisional merekahnya bunga sakura selain di Kyoto dan Nara.

Musim Semi di Kyoto
Seperti halnya Tokyo, Kyoto juga menawarkan taman-taman dengan keharuman bunga sakura tempat masyarakat dapat berpiknik. Taman-taman tersebut berada di sejumlah lokasi menarik, seperti Maruyama Koen yang hanya sepelemparan batu dari kedai-kedai teh tua berarsitektur kayu di Distrik Gion Geisha, atau di kuil- kuil Warisan Dunia dan shrine yang menunjukkan warna berbeda saat musim semi. Tapi rasanya, tak ada yang sanggup menandingi taman yang berada di Ryoanji Temple (www.ryoanji.jp), di mana satu pohon dengan bunga-bunga sakuranya yang rimbun menutupi tembok yang berada di taman pasir dan taman batu yang menarik.

japan_04

Di sebelah barat Kyoto, perayaan o-hanami marak di Arashiyama dengan banyaknya orang berpiknik di tepi sungai yang ditumbuhi pohon-pohon bunga sakura. Walau keindahan bunga sakura begitu menakjubkan, Arashiyama menawarkan lebih dari itu, kawasan ini memiliki unsur alam dan tradisi yang membuat tempat ini tepat untuk dijelajahi selama musim semi. Anda bisa menyewa sepeda di Arashiyama Station, atau menumpang becak selama satu jam, lalu mengunjungi tempat-tempat menarik di Kyoto ini. Anda dapat mengayuh pedal menuju Tenryu-ji Temple (www. tenryuji.com) yang berusia 14 abad. Selama musim semi, taman yang memadukan keindahan panorama pegunungan di sekitarnya dan kehijauan ini, bertambah mengesankan dengan maraknya semburat warna merah jambu dari bunga sakura.

Panorama indah adalah hal yang bisa Anda temukan di seluruh penjuru Arashiyama, dan setelah Tenryu-ji ini Anda bisa menemukan tempat paling ikonis dan berpanorama lainnya, kawasan berisi tanaman bambu yang tinggi, yang memanjang hingga ke vila Okochi-sanso. Di vila ini Anda bisa menikmati keindahan taman sambil bersantai menikmati teh hijau dan permen tradisional Jepang, wagashi.

Nara di Bagian Selatan
Sebelum Kyoto menjadi ibu kota Jepang pada 794, selama 1.100 tahun sebelum akhirnya Tokyo menjadi kota pertama Jepang pada 1868, Nara merupakan pusat politik, spiritual, dan juga budaya; kota yang sering kali dijuluki sebagai kota tempat lahirnya peradaban. Hanya 40 menit dari Kyoto dengan kereta, berkunjung ke Nara bak kembali ke Jepang di masa lalu, di masa yang lebih tua daripada Kyoto. Pusat kota Nara tak didominasi dengan modernitas, melainkan dipenuhi oleh situs-situs warisan dunia yang mengepung Nara Park.

japan_05

Dengan 1.600 pohon bunga sakura, taman ini merupakan kawasan indah lainnya di Jepang pada akhir Maret. Teduhnya tempat ini dengan tanaman hijau juga memberikan pengalaman mengesankan. Di taman Nara ini terdapat rusa-rusa (yang dengan senang hati menerima makanan khusus untuk rusa yang bisa didapatkan di toko-toko di sekitar taman) yang merupakan simbol Nara. Taman ini juga merupakan titik tolak yang tepat untuk menjelajahi kota tua Nara, dengan bagian baratnya yang menuju ke kuil Kofuku-ji (www.kohfukuji.com) dan pagoda lima tingkat berusia 600 tahun, sedangkan bila Anda bergerak ke timur, Anda akan menemukan Kasuga Shrine (www.kasugataisha.or.jp), di mana bangunan utama kompleks ini dihiasi dengan 3.000 lentera tembaga.

Puncak dari semua tempat itu adalah kuil Todai-ji (www.todaiji.or.jp) yang berusia 8 abad, berlokasi di sebelah utara taman. Keberadaan kuil ini sudah bisa dilihat dari kejauhan karena megahnya gerbang Nandai-mon yang menuju ke gedung utama di Todai-ji ini (salah satu bangunan berarsitektur kayu terbesar di dunia). Di dalam bangunan ini, pengunjung dapat menemukan patung Buddha raksasa berbahan tembaga setinggi 15 m dengan berat 550 ton, yang dibangun (sama seperti Nara) sekitar tahun 750-an. Nara memang sungguh mengesankan, namun musim semi di Nara dan Kyoto memiliki keistimewaan lebih; pesona sakuralah yang mampu menjadikan segalanya begitu menawan.

Jakarta ke Tokyo


Waktu Penerbangan 7 jam

Frekuensi 7 kali seminggu

Pesan Sekarang

Dari Colours February 2017

icon_sight
japan_senses

5 Senses – Sight
KIMONO FOREST

Arashiyama di Kyoto bagian barat terkenal akan keteduhan dan gesekan batang-batang bambu, namun di tahun-tahun terakhir ini “hutan” lain muncul di sini. Terdiri atas sekitar 600 tiang transparan mirip hutan bambu, tiang-tiang di hutan Kimono Forest, Arashiyama Station ini, menampilkan 32 macam motif kain kimono, yang di antaranya berupa motif musiman seperti sakura. Pada malam hari saat tiang-tiang tersebut tertimpa sinar lampu, Anda bisa melihat panorama paling romantis di Kyoto.