venice_main

Venice: Celebration Time

Salah satu festival paling bersejarah di Eropa kembali diadakan setiap musim dingin, dengan nuansa meriah. Kami ajak Anda menikmati semangat Carnevale.

Words by Brian Johnston

venice_04

Ketika mendungnya musim dingin yang berkabut menyelubungi kota kanal ini dalam warna monokrom dan udara dingin, Carnevale hadir di Venesia dalam kemeriahan warna-warni dan musik. Di St Mark’s Square tampak atraksi dari para pemain lempar api, juggler dan para pemakai kostum kesatria kuno.

Aksi teatrikal yang menghibur mudah ditemukan di banyak ruang-ruang terbuka hijau, sementara cahaya lilin-lilin berkelip dari istana-istana di zaman Renaissance, di mana pesta kostum dan gala dinner berlangsung hingga larut malam. Kenakanlah topeng karnaval berbentuk paruh, kostum harlequin, dan kunjungi jalan-jalan nan redup untuk mendapatkan kehebohan, misteri dan suasana Venesia di masa lalu hidup kembali.

venice_03

Carnevale telah berusia lebih dari 800 tahun. Perayaan ini diawali tahun 1162 dan semakin terkenal karena kehedonisan pestanya yang luar biasa bahkan setelah beberapa abad berlangsung, antara lain seperti pesta topeng, adu banteng, perjudian dan hubungan  bebas. Pada abad ke-18, pesta hedonistik ini berlangsung selama lebih dari dua bulan. Kedatangan Napoleon tahun 1797—setelah Venesia kehilangan kekayaan dari perdagangan dan kemerdekaannya—Carnevale pun sempat ikut meredup,dan akhirnya benar-benar ditinggalkan  tahun 1930-an.

venice_01

Carnevale coba dihidupkan kembali tahun 1979, sebagai upaya untuk meningkatkan arus wisatawan saat musim sepi liburan, selain juga sebagai ajang pertunjukan sejarah dan budaya Venesia. Ajang ini kini diadakan selama 10 hari dengan tempat yang tak tetap, epat sebelum Shrove Tuesday, atau mulai  23 Januari sampai 9 Februari tahun ini. Acaranya sendiri dibuka dengan pawai yang dimulai dari kota bernama Festa delle Marie pada Jumat pertama Carnevale, dan pada keesokan harinya di St Mark’s Square diadakan sebuah prosesi dengan topeng  yang meriah.

Tak banyak benda yang terkait dengan Carnevale ini selain topeng, yang tersedia sepanjang tahun di Venesia, mulai dari topeng yang rumit pembuatannya dan mahal karya perajin lokal hingga reproduksi murah dari pabrik-pabrik di Tiongkok. Wajah topeng-topeng ini menyerupai karakter dari commedia dell’arte Italia, jenis improvisasi dari teater jenaka yang dulunya pernah dipertunjukkan di luar ruangan. Topeng yang paling terkenal adalah karakter dari badut-badut harlequin dan Plague Doctor berparuh panjang. Secara tradisional, topeng karnaval dibuat dari bahan kulit, kaca an terutama porselen, meskipun dewasa ini kebanyakan dibuat dari bubur kertas. Topeng-topeng ini biasanya dicat dengan warna cerah dan dihiasi daun emas, manik-manik, kristal dan bulu-bulu, walaupun banyak orang Venesia  sebenarnya lebih menyukai topeng volto  yang putih polos.

venice_02

Anda dapat mengunjungi St Mark’s Square untuk menyaksikan pertunjukan  topeng dan kostum karnaval yang lebih beragam karena di sinilah para penyuka  pesta bersaing mendapatkan gelar kostum terbaik tahun ini dan difoto dengan latar belakang monumen besar Venesia. Anda  juga dapat duduk berlama-lama di salah  satu kafe terkenal di Square ini, di mana Anda bisa mendapatkan kursi tribun yang menghadap ke pawai kostum para bangsawan pria, harlequin dan bangsawan wanita lengkap dengan rok mengembang khas abad pertengahan. Banyak penonton karnaval juga mengenakan jubah panjang yang disebut tabarro untuk menghalau dinginnya udara dan menutupi kostum glamor di baliknya.

St Mark’s Square adalah pusat hiburan karnaval. Salah satu pertunjukannya yang menghibur adalah Volo dell’Angelo (atau ‘terbangnya sang malaikat’), yaitu saat pemenang kontes kecantikan Carnevale mendapat kehormatan untuk meluncur turun dari Campanile (menara lonceng) dengan bantuan seutas tali kabel. Ada juga permainan calcio storico, pelopor sepak bola liar yang dimainkan pada abad pertengahan. Baru-baru ini, beberapa acara karnaval diadakan di galangan kapal tua Venesia (Arsenale), yang dermaganya diterangi dengan gaya son-et-lumière. Di atas galangan inilah, banyak band dan para pengamen jalanan menunjukkan kemampuannya, begitu pula dengan para penari, serta sejumlah kontes yang dilakukan di atas air.

venice_05

Puncak acara ramah-tamah dari Carnevale adalah Grand Masked Ball, terkadang disebut Doge’s Ball, yang diadakan di palazzo yang berbeda setiap tahunnya dan terbuka ntuk siapa saja yang mengenakan kostum dan topeng. Bahkan jika Anda tidak tertarik dengan pesta-pesta yang diselenggarakan oleh warga kelas atas Venesia—puncak dari kemeriahan ini tampaknya ada pada ekstravaganza yang diadakan di Palazzo Flangini—ada banyak cara untuk menikmati Carnevale. Konser-konser diadakan di St Mark’s Square serta beberapa gereja di kota itu dan seluncur es menyemarakkan Campo San Polo. Aktor-aktor berkostum memandu tur di mana mereka memainkan kembali momen-momen dari sejarah Venesia yang bergejolak, menghidupkan kisah legendaris kepala pemerintahan Venesia, Napoleon, dan juga si pencinta yang terkenal, Giacomo Casanova. Ke mana pun pengunjung pergi, mereka masuk dalam semangat pesta gaun mewah terbesar di dunia.

Sebagai puncaknya, diadakan parade bersejarah di atas armada kapal dan  gondola sepanjang Grand Canal pada malam hari, dengan hanya diterangi kerlip ribuan lilin dalam salah satu momen Carnevale  yang paling menggugah. Kemudian kembang api bermekaran, kota itu membungkus  kerlip dan kilaunya, dan berakhirlah  momen semarak Venesia untuk kembali  satu tahun lagi.

Jakarta ke Venice via Amsterdam


Frekuensi 14 kali seminggu

SkyTeam route with KLM

Pesan Sekarang

Dari Colours February 2016

icon_sound
venice_senses

5 Senses – Sound
TEATRO LA FENICE

Bangunan bersejarah yang juga merupakan salah satu gedung opera terkemuka di Italia ini mempertunjukkan karya premier dari para tokoh musik seperti Rossini, Donizetti dan Verdi. Namanya yang berarti ‘phoenix’ cukup tepat mengingat bahwa bangunan ini pernah hancur dimakan api tahun 1996, tetapi bangkit lagi setelah mengalami renovasi. Bulan ini akan ditampilkan musik kamar, yaitu opera karya Giuseppe Verdi berjudul “La Traviata” dan yang kurang dikenal, yaitu “Stiffelio”, serta opera jenaka karya komposer Perancis Louis Hervé berjudul “Knights of the Round Table”. Musim opera berlangsung hingga bulan Juni.
www.teatrolafenice.it