rajaampat_main

Melbourne : The world on a plate Melbourne

Salah satu keistimewaan Australia modern adalah keragaman kulturnya yang telah melahirkan gaya hidup, budaya, dan kuliner yang menakjubkan. Luangkan waktu untuk menjelajahi lingkungan multietnis di Melbourne dan manjakan selera Anda.

Words and Photography by Brian Johnston

Salah satu keistimewaan Australia modern adalah keragaman kulturnya yang telah melahirkan gaya hidup, budaya, dan kuliner yang menakjubkan. Luangkan waktu untuk menjelajahi lingkungan multietnis di Melbourne dan manjakan selera Anda.

rajaampat_02

Anda tidak perlu pergi jauh untuk makan enak di Melbourne dan menemukan keanekaragaman kulinernya. Anda bisa mencicipi hidangan dari seluruh dunia di satu tempat. Gelombang kedatangan imigran membawa serta bahanbahan makanan dan hidangan baru yang kini telah menjadi makanan pokok Australia. Pada tahun 1950-an, datang imigran dari Eropa selatan, tahun 1960-an dari Vietnam, tahun 1980-an dari Lebanon dan banyak lainnya.

Setelah Inggris dan Irlandia, Tiongkok adalah kelompok etnis besar pertama yang tiba di Australia di tengah demam emas. Chinatown Melbourne yang berdiri tahun 1850 adalah pecinan tertua di dunia Barat. Meski tak banyak bangunan bersejarah yang tersisa, ramai penduduk lokal dan imigran mengunjungi kawasan di Little Bourke Street ini, melewati gerbang ornamentalnya, untuk berburu makanan lezat.

Pagi-pagi di akhir minggu populer dengan yum cha (atau dimsum), bermacam hidangan dalam porsi kecil yang dibawakan dengan troli, seperti lumpia, daging iris panggang, bubur beras dan pangsit kukus, yang ditemani teh hijau. Setelah itu, makan siang dengan mi atau bebek peking, dan makan malam dengan aneka pilihan, mulai dari tumis pedas hingga hotpot Sichuan yang banyak cabainya.

rajaampat_02

Dan, yang luar biasa dari Melbourne, hanya dengan beberapa langkah saja, Anda sudah berada di tempat lain yang benar-benar berbeda. Di kawasan Yunani di sekitar Jalan Lonsdale, yang jaya di tahun 1960-an dan 1970-an, Anda akan menemukan toko-toko kuno, plus Museum Hellenic yang menceritakan sejarah budaya Yunani dan imigrannya.

Yang lebih seru lagi adalah menikmati budaya di rumah kopi, yang menyajikan kopi pekat dan kue-kue manis. Cicipi biskuit kayu manis dan molases voutímata, atau baklava (pastri lapis isi kacang cincang madu) yang sekarang menjadi makanan klasik Australia dan bisa ditemukan tidak hanya di kafe-kafe Yunani. Selalu ada sesuatu yang enak untuk dimakan di kedai kopi di Melbourne, entah itu manisan Turki yang dibuat dengan air mawar, macaron Prancis warna-warni atau brownies ala Amerika.

rajaampat_02

Imigran dari Mediterania setelah Perang Dunia II menghadiahi Australia salah satu budaya kopi terbaik di dunia. Kafe bergaya Eropa pertama kali muncul di Lygon Street di Carlton pada 1950-an. Sampai sekarang kawasan ini disebut Little Italy, karena banyaknya kafe dan juga toko makanan serta restoran Italia di sini. Tempat lain di pinggiran kota dengan kafe-kafe yang asyik adalah Richmond, Prahran, dan tepi pantai St Kilda, plus jalan-jalan kecil di pusat kota, seperti Centre Place yang suasananya macam di Roma.

Dan, bukan cuma kopi. Chapel Street di Prahran menawarkan restoran dan kedai-kedai makanan. Nikmati sup khas Polandia, taco Meksiko, makanan laut Shanghai yang sedap, atau masakan Asia Tenggara di Hawker Hall. Selain itu, ada Victoria Street di Richmond yang dijuluki Little Saigon karena jajanan Vietnam-nya. Footscray juga memiliki banyak restoran Vietnam, dan restoran Afrika Timur yang jumlahnya terus bertambah seiring masuknya gelombang imigran yang lebih baru

rajaampat_02

Banyak bahan makanan eksotis di Australia diperkenalkan lewat pasar, sampai sekarang, termasuk bahan makanan dari Ethiopia dan Filipina yang saat ini mencuri perhatian. Jangan lewatkan berjalan-jalan di Queen Victoria Market, yang menjajakan chickpea (kacang Arab), kacang merah, manisan jeruk dan saus khas Timur Tengah. Para pedagang dengan senang hati berbagi cerita tentang sayur-sayuran unik, rempah-rempah langka dan saus dari seluruh dunia.

Saat bahan-bahan ini menyatu di atas piring, Anda akan mendapatkan cita rasa segar dan tak terduga dari masakan modern Australia, dengan pengaruh Mediterania dan Asia yang kuat. Untuk tahu semua itu, singgahlah di pinggiran Kota Fitzroy sejak pagi hari. Brunch ala Australia menyuguhkan cita rasa Spanyol, Prancis, Meksiko, Asia dan Amerika. Di Melbourne, Anda bisa mencicipi dunia dalam satu restoran.

Jakarta to Melbourne


Flight Time 5 hour 50 minutes

Frequency 5 flights per week

Book Now

From Colours March 2020

icon_sight

5 Senses – Sight
Immigration Museum

Dapatkan ikhtisar sejarah imigrasi Australia (serta beragam isunya kini) di museum yang memukau dengan kisah-kisah menyentuh dari para migran ini. Jelajahi topik-topik seperti budaya dan kuliner. 400 Flinders Street.
museumsvictoria.com.au