samosir_main

The Archipelago Journal: Samosir

Danau terbesar di Asia Tenggara ini dulunya hanya diketahui oleh segelintir wisatawan pemberani. Kini, rahasia alam Sumatera Utara itu telah tersingkap. Danau Toba, beserta alam sekitarnya yang menakjubkan dan pulau Samosir dibagian tengah danau — yang hampir seluas Singapura — memanggil para petualang untuk datang.

Words by Bob Napitupulu, Photography by Suwandi Chandra

samosir_in3

Danau Toba benar-benar luas. Anda mungkin tidak akan sanggup mengelilingi danau ini. Airnya sebiru laut dan membentang ratusan kilometer dengan bukit-bukit hijau nan rimbun dan tebing batu di sepanjang tepi danau.

Pemandangan ini terlihat indah dari sudut mana pun, dan dengan luas yang mencapai 1.707 km2, ada banyak sudut yang bisa dipilih. Jadi jangan heran jika Anda bertanya pada penduduk setempat di mana lokasi terbaik untuk melihat pemandangan, jawabannya selalu berbeda. Pemandangan favorit saya adalah melihat  danau perlahan muncul dari balik hutan lebat saat berkendara di jalanan menurun dari Bandara Silangit.

samosir_in2

Dalam perjalanan khusus ini, saya tiba awal pagi dan matahari sudah bersinar cerah di langit. Saat saya hampir tiba di danau, kilauan cahaya putih dan biru di antara dedaunan menarik perhatian saya. Ketika saya mulai merasakan luasnya danau ini, deretan pohon terakhir berlalu dari pandangan dan keagungan Danau Toba seutuhnya terbentang tepat di hadapan saya. Danau ini selalu membuat saya terpesona.

Tentu saja, perjalanan ke Danau Toba kurang lengkap kalau belum singgah di satu dari sekian banyak kafe dan restoran di sisi tebing. Tempat-tempat makan sederhana ini menawarkan sajian yang juga sederhana— seperti ikan bakar dengan nasi, jagung bakar dan kopi Sumatera yang teramat nikmat—beserta panorama indah di seberang danau.

samosir_in4

Saya pun memutuskan berhenti untuk minum kopi sambil menikmati hari yang cerah, dan saya bisa melihat Pulau Samosir di tengah-tengah hamparan danau yang luas. Pulau dan keseluruhan danau ini tercipta akibat erupsi hebat antara 30.000 sampai 75.000 tahun lalu—yang merupakan letusan gunung berapi terbesar dalam 25 juta tahun terakhir. Danaunya sendiri sebenarnya merupakan empat kaldera yang tumpang tindih dan membentuk busur kepulauan Sumatera.

Peristiwa alam prasejarah yang dahsyat ini  telah memengaruhi awal mula kebudayaan Indonesia, yakni suku Batak. Ada beberapa  jenis budaya Batak, dan masing-masing memiliki keunikan, namun terkait erat dalam hal bahasa dan ritual yang telah dijalankan sejak ratusan tahun lalu.

samosir_in

Kalau Anda tertarik untuk belajar tentang beragam budaya Batak, datang saja ke  Museum TB Silalahi Center dan Museum Batak, yang memiliki koleksi artefak budaya purba dan langka serta benda-benda, penghargaan dan barang pribadi milik TB Silalahi, mantan Letnan Jenderal Tentara Nasional Indonesia dan mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.

Karena sudah pernah mengunjungi museum ini sebelumnya, kali ini saya memutuskan untuk melewatkannya dan langsung menuju Samosir. Saya memilih naik feri dengan pemandangan indah dari Pelabuhan Parapat ke Pulau Samosir. Begitu turun dari feri, keindahan Samosir langsung terlihat, dan jelaslah apa yang menginspirasi adat istiadat, seni dan budaya setempat yang unik. Anda dapat melihat cerminan alam dari rumah-rumah kayu tradisional berukuran besar, yang dihiasi ukiran rumit dan setiap motifnya memiliki arti simbolis sendiri. Rumah-rumah ikonis dengan atap melengkung ke atas yang mencolok ini dirancang untuk ditempati bersama oleh beberapa generasi dari sebuah keluarga.

samosir_in7

Saya menjelajahi desa Huta Siallagan di Samosir, yang didirikan ratusan tahun  lalu oleh raja Siallagan. Keturunan langsung dari sang Raja masih tinggal di desa tersebut, namun rumah mereka telah dilengkapi sejumlah fasilitas modern seperti televisi satelit!

Saya cukup beruntung diundang masuk ke salah satu rumah Batak autentik berumur lebih dari 500 tahun, yang dibangun sepenuhnya tanpa paku dan dibagi menjadi tiga tingkatan: bagian bawah  rumah berfungsi sebagai tempat penyimpanan hewan ternak; area tengah sebagai ruang tinggal keluarga, dan bagian paling atas adalah tempat menyimpan tanaman panen.

samosir_in5

Setelah melanjutkan perjalanan, saya menemukan monumen-monumen megah  di seantero pulau, serta makam nenek moyang Batak yang melegenda. Karena budaya yang sebagian besar mendapatkan pengaruh Kristen, gereja-gereja dengan ornamen indah juga banyak terdapat di pulau ini. Sekarang juga sudah ada sejumlah resor untuk keluarga dengan jalur hiking untuk menikmati  pemandangan dan udara segar.

Pariwisata di Pulau Samosir mulai meningkat sejak pemerintah menetapkan Danau Toba sebagai salah satu dari “10 Destinasi Wisata Prioritas” untuk dikembangkan. Program dan antusiasme Presiden Jokowi dalam mempromosikan dan mewujudkan potensi daerah ini sudah terasa dampak positifnya bagi kawasan Danau Toba dan sekitarnya. Tapanuli Utara, misalnya, menarik pengunjung dengan taman-taman rekreasinya seperti Gantole Hutaginjang, dan memopulerkan tempat-tempat indah  di sekitar danau yang sebelumnya kurang dikenal, seperti Pantai Muara, Air Terjun Sarulla dan Sipariama Purbatua yang memesona, dan pemandian air panas  alami Sipoholon.

Kini dengan tersedianya penerbangan langsung Garuda Indonesia dari Jakarta ke Silangit, diharapkan antusiasme pariwisata Danau Toba terus meningkat dan lebih banyak keindahan alam ditemukan , diapresiasi dan dilestarikan.

Jakarta ke Silangit


Waktu Penerbangan 2 jam 25 menit

Frekuensi 7 kali seminggu

Pesan Sekarang

Dari Colours August 2016

icon_sight
samosir_in6

5 Senses – Sight
GORGA

Gorga adalah seni ukir kayu hias Batak kuno yang menampilkan tiga warna: merah, hitam dan putih. Gorga sering terlihat di dinding-dinding rumah tradisional. Jika dulu ukiran ini dibuat hanya untuk rumah orang-orang penting dalam masyarakat, kini Gorga menjadi lambang keberuntungan bagi semua dengan masing-masing motif ukirannya mencerminkan aspek berbeda dari kehidupan dan memiliki makna simbolis sendiri. Anda bisa memesan satu Gorga khusus untuk Anda sebagai tanda mata pembawa keberuntungan.