meteora_main

Meteora

Kawasan Meteora di utara Yunani tak hanya menawarkan pemandangan menakjubkan, tapi juga merupakan Situs Warisan Dunia yang lokasinya paling luar biasa dan paling tinggi.

Words Brian Johnston

meteora_in2

Pemandangan spektakuler mulai terlihat di luar Kalampaka, kota transit terdekat dan merupakan pusat akomodasi utama bagi para pengunjung Meteora.

Hamparan bebatuan besar tampak di atas Pineios Valley, dan semuanya terlihat lebih dramatis jika Anda melakukan perjalanan dari Athena melintasi dataran luasnya. Permukaannya berwarna abu-abu seperti gajah, sebagian mulus, sebagian lainnya berlubang dengan cekungan yang terbentuk dari proses alam ribuan tahun. Selain itu, terdapat pilar-pilar batu yang hampir tegak lurus dan menjulang hingga 300 meter dari dasar lembah. Dalam cuaca berkabut, pemandangan tersebut terlihat sureal seperti sebuah lokasi film planet lain. Di musim dingin, pegunungan sekitarnya
tertutup salju, yang menambah dramatis pemandangan.

meteora_in5

Lanskap Meteora saja sebenarnya sudah cukup dramatis, namun daya cipta manusia membuatnya jadi lebih menakjubkan. Di beberapa puncak pilar batu dibangun biara yang terlihat sulit diakses ibarat sarang elang. Burung-burung pemangsa itu memang sering terlihat terbang mengitari atap biara, dan menurut legenda, St Athanasius, pendiri biara Meteora pertama, pernah dibawa hingga ke puncak pilar dengan naik di atas paruh elang. Berjalanlah ke dalam hutan batu ini sampai Anda dikelilingi oleh menara batu abu-abu raksasa, dan Anda akan melihat biara-biara
jauh di atas Anda. Meteora berarti ‘melayang di udara’ dan nama itu tidaklah berlebihan, dinding-dinding biara ini menyatu dengan wajah tebing. Pada tahun-tahun awal berdirinya biara, barang-barang dan biarawan diangkut ke atas menggunakan keranjang yang diikat tali dan pengerek; dan konon tali tersebut tidak diganti sampai rusak. Retret agama ini jelas membutuhkan keberanian.

Para petapa Kristen pertama tinggal di gua-gua di wilayah ini pada awal abad ke-11, dan sebagian besar biara dibangun pada abad ke-14. Dari 24 biara yang didirikan, enam di antaranya masih
berpenghuni. Keenamnya terbuka untuk pengunjung, meskipun jamnya tidak tentu. Yang paling indah adalah Grand Meteora, atau disebut juga Biara Pengejawantahan. Biara ini merupakan yang tertua, dapat dicapai dengan 115 anak tangga yang melintasi permukaan batu, dan berpusat pada sebuah gereja dengan 12 kubah dan dipenuhi lukisan dinding yang rumit. Kadang-kadang biarawan masih bisa ditemui di sini, dan biasanya akan menawarkan Anda air dingin serta irisan manisan jeruk.

meteora_in

Grand Meteora didirikan pada 1362 dengan dana hibah dari seorang kaisar Serbia yang putranya menjadi biarawan di sini. Dengan dana hibah yang besar dari kerajaan, biara ini dibangun dengan interior mewah, belum lagi gudang anggurnya yang dipenuhi tong kayu raksasa. Biara-biara Meteora setelah itu semuanya dibangun mengikuti desain Grand Meteora. Pada setiap kompleks
terdapat gereja di bagian tengahnya, dan biasanya juga ada kapel-kapel kecil. Gereja-gereja ini berbentuk salib dan dihiasi ikon yang menggambarkan para santo. Di sekelilingnya terdapat ruang makan, kamar biarawan, ruang kesehatan dan toko roti, yang bervariasi tergantung kepentingan setiap biara dan ruang yang tersedia. Semuanya dibangun dari batu dan beratapkan genteng merah.

meteora_in6

Tiga kilometer dari Grand Meteora ada biara Agia Triada (Holy Trinity). Perjalanan antara kedua biara ini layak Anda coba untuk menikmati pemandangan di sekitarnya. Dibangun pada 1476, Holy Trinity adalah biara dengan lokasi paling spektakuler, karena letak pilarnya terpisah dari yang lain. Biara ini ditampilkan dalam film James Bond tahun 1981 For Your Eyes Only. Jika Anda berjalan lebih jauh ke Biara Varlaam, Anda bisa melihat sisa-sisa tangga kayu yang tampak mengerikan terpasang di sisi tebing, yang dulu digunakan oleh para biarawan untuk mencapai puncak biara. Untungnya, sekarang sudah ada jembatan sehingga biara bisa diakses dengan mudah (walaupun masih bisa membuat Anda pusing). Anda juga dapat melihat gua-gua kecil dari batu yang digali, tempat biarawan menjalani hukuman karena melanggar aturan biara. Layar pada gereja Varlaam menggambarkan dua burung merak berdiri di atas biji ek di bawah pohon, yang merupakan sebuah peringatan untuk menanggalkan kesombongan: artinya Anda boleh saja berpikir yang Anda pijak hanya sebuah biji, tapi biji itu bisa tumbuh menjadi pohon ek. Gereja ini juga memiliki singgasana raja yang terbuat dari gading. Di luar biara, terdapat sebuah taman kecil yang indah, tempat para biarawan beristirahat dengan pemandangan ke dalam lembah.

meteora_in8

Biara lainnya di Meteora adalah St Stephen’s, biara perempuan yang menghadap Kota Kalambaka. Pada malam hari Anda dapat melihat lampu biara ini dari kota, tampak melayang di kegelapan seperti pesawat ruang angkasa. Pengunjung yang datang ke sini relatif sedikit, mungkin karena biara ini tidak seindah biara-biara Meteora lainnya. Meski begitu, gerejanya sangat cantik, dengan dinding kapur yang unik pada interiornya dan hanya beberapa ikon yang menonjol, sehingga memberi kesan terang dan lapang. Ada pemandangan indah di sepanjang jalan menuju Gunung Olympus dan laut terlihat di kejauhan. Dan tak jauh dari situ, ada biara perempuan Roussanou (lebih mudah dicapai melalui jembatan ketimbang mendaki), perpaduan kayu pinus yang dipoles halus dan dinding kapur, dihiasi dengan pot-pot bunga. Kucing berkeliaran di sudut-sudutnya. Duduk sambil menggigiti manisan yang diberikan oleh para biarawati, sementara Anda menikmati dan mengagumi pemandangan.

Jakarta ke Athens


Frekuensi 7 kali seminggu

Codeshare route with Etihad Airlines

Pesan Sekarang

Dari Colours July 2016

icon_sight
meteora_senses

5 Senses – Sight
PINDOS MOUNTAINS

Meteora dikelilingi oleh barisan pegunungan Pindos, yang menjadi tulang punggung daratan Yunani. Barisan gunung berapi purba ini dilintasi sungai dan ngarai yang dalam, dengan titik tertingginya di Smolikas (2.637 meter). Hutan ek, pinus dan beech-nya menjadi rumah bagi rusa dan beruang cokelat. Anda harus mencoba tur melewati pemandangan indah ke Metsovo, sekitar satu jam dari Meteora. Kota pegunungan tradisional ini dihiasi rumah-rumah kayu tua dan terkenal dengan bordir dan ukiran kayunya.
www.visitgreece.gr